Tampilkan postingan dengan label LIFE & MOTIVATION. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIFE & MOTIVATION. Tampilkan semua postingan


Ada masa-masa dalam hidup ketika pikiran terasa terlalu penuh. Bukan karena satu hal besar, tetapi karena banyak hal kecil yang menumpuk: pikiran tentang diri sendiri, tentang orang lain, tentang penilaian, tentang masa depan, tentang apakah kita sudah cukup baik atau belum.

Dan tanpa sadar, kita mulai hidup lebih banyak di dalam kepala kita sendiri daripada di hari yang sedang kita jalani.

Aku sedang belajar bahwa tidak semua hal perlu diselesaikan hari ini.

Tidak semua pikiran perlu dipercaya.

Tidak semua kekhawatiran perlu dijawab.

Dan tidak semua suara di luar diri kita perlu dijadikan ukuran nilai diri.


Aku tidak harus memenangkan semua penilaian

Ada saat ketika aku terlalu sibuk memikirkan bagaimana orang lain melihatku. Seolah-olah hidup ini adalah ruang penilaian yang tidak pernah berhenti. Seolah-olah aku harus selalu benar, selalu cukup, selalu sesuai harapan semua orang.

Padahal kenyataannya, aku tidak hidup di dalam kepala orang lain.

Aku tidak bisa mengendalikan bagaimana orang menilai, berbicara, atau memahami diriku.

Dan aku tidak harus menang dalam semua penilaian itu.

Aku hanya perlu kembali pada hal yang lebih penting: bagaimana aku menjalani hidupku sendiri dengan jujur dan sebaik yang aku mampu.


Aku tidak perlu menjelaskan diriku kepada semua pikiran

Pikiran bisa sangat bising.

Kadang ia mengulang kejadian yang sama berkali-kali, menebak-nebak maksud orang lain, mengkhawatirkan hal yang belum tentu terjadi, dan membuat kita merasa seolah-olah ada sesuatu yang harus segera diperbaiki.

Tapi aku sedang belajar satu hal:

Tidak semua pikiran adalah kebenaran.

Beberapa hanya kelelahan yang berbicara.

Beberapa hanya rasa takut yang mencari bentuk.

Beberapa hanya masa lalu yang belum selesai, yang sebenarnya tidak perlu lagi dihidupkan setiap hari.

Aku tidak harus menjawab semuanya.

Aku cukup menyadarinya, lalu kembali ke kenyataan yang ada di hadapanku.


Hidupku tidak ditentukan oleh perbandingan

Ada banyak orang di luar sana dengan jalan hidup yang berbeda. Cara bicara yang lebih percaya diri, kemampuan yang berbeda, atau kehidupan yang terlihat lebih rapi dari luar.

Tapi aku sedang belajar bahwa setiap orang berjalan dengan beban yang tidak terlihat.

Dan aku tidak perlu menjadi orang lain untuk menjadi berharga.

Aku tidak sedang bersaing dalam perlombaan hidup.

Aku sedang menjalani hidupku sendiri, dengan segala keterbatasan dan proses yang sedang aku pelajari perlahan.


Yang penting adalah hari ini

Aku tidak perlu menyelesaikan semua masalah hidup sekaligus.

Aku hanya perlu bertanya:

  • Apa yang bisa aku lakukan hari ini?
  • Apa yang dibutuhkan orang yang aku sayangi hari ini?
  • Apa satu hal kecil yang bisa membuat hariku sedikit lebih ringan?

Dan itu sudah cukup.


Aku sedang belajar menjadi tempat yang aman untuk diriku sendiri

Tidak semua orang akan mengerti perjalananku.

Tidak semua orang akan melihat perjuanganku.

Dan itu tidak apa-apa.

Yang lebih penting adalah aku tidak meninggalkan diriku sendiri di tengah semua kebisingan itu.

Aku belajar untuk berhenti terlalu keras pada diriku sendiri.

Belajar untuk tidak selalu menghakimi setiap kekurangan.

Belajar untuk berkata:

“Aku sedang berusaha. Itu sudah cukup untuk hari ini.”


Penutup

Aku tidak harus sempurna untuk layak dicintai.

Aku tidak harus selalu kuat untuk tetap berjalan.

Aku tidak harus selalu dipahami untuk tetap bernilai.

Aku hanya perlu terus kembali pada diriku sendiri, pelan-pelan, setiap kali aku tersesat di dalam pikiranku.

Dan hari ini, aku memilih untuk lebih tenang.

Lebih lembut pada diri sendiri.

Dan lebih percaya bahwa aku sedang dalam proses yang tidak perlu aku percepat.



View Post

 


Hai...

Ramadhan kamu datang lagi

Alhamdulillah aku masih bisa menemuimu 😊

Banyak hal yang aku pelajari dalam hidup ini, Bagaimana tentang ikhlas menghadapi sesuatu dan bagaimana aku harus tetap menjadi orang baik saat hal tidak menyenangkan dan tidak adil aku hadapi, kadang di situ aku sadar bahwa aku memang tidak bisa berbuat jahat. Di samping itu aku harus pandai-pandai menjaga lisan dan bersikap legowo dengan sesuatu karena aku percaya setiap hal itu ada timbal baliknya dan di setiap suatu hal buruk yang terjadi pasti pada akhirnya di ganti Allah dengan sesuatu yang baik pula dan menjadi ladang pahala sabar buatku.

Kadang aku menyadari bahwa aku sudah waktunya fokus terhadap diriku sendiri, fokus jadi orang baik dan lebih baik untuk diriku sendiri, untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik dan untuk memberi manfaat kepada orang lain dan harus selalu menyebarkan energi positif. Karena aku percaya apa yang kita beri ada timbal baliknya kadang lebih, seperti halnya energi positif tersebut.

Kita di dunia ini tak tau kapan sampai batas kapan umur kita, bila kita meninggal hanya nama yang tersisa dan bagaimana pendapat orang yang mengenal kita semasa hidup, menceritakan bagaimana sifat kita atau apa yang kita lalui jadi, sebagaimana kita tau hidup kita yang terbatas maka jadilah orang yang baik dan tulus ini bukan masalah pencitraan tapi ini masalahnya bagaimana kita bisa menjadi contoh  yang baik serta memberi manfaat kepada sekitar kita mungkin bukan dengan hal besar tapi setidaknya ada hal yang bisa kita beri, bukankah indah bila saat hidup kita di kenang menjadi contoh dan memberi manfaat, bukannya senang saat nama kita di sebut penuh dengan kesenangan bagi orang lain dan tak perlu banyak keribetan jadilah orang ramah dan tulus saat bersikap dengan siapapun itu yang pada akhirnya kita akan menjadi orang yang demikian 😊 semoga Allah meridhoi dan memudahkan kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi untuk menjadi hamba Allah, untuk diri kita sendiri dan untuk orang-orang sekitar kita.

Sekarang aku sadar bahwa ketenangan itu hal nomer satu dalam menjalani hidup ini dari untuk mengambil keputusan sampai dalam hal apapun. Semoga Allah senantiasa menjadikan aku orang yang tenang dan selalu menjadikan hatiku damai yang pada akhirnya membuat aku tenang aamiin.
Pilah pilihlah yang baikdan sesuai apa yang kamu sanggupi jangan mengikuti alur dan  jangan mau di tentukan, kamu tau kemampuanmu dan kamu lebih bisa mengatur hidupmu.

Hai ramadahan .. semoga ramadhan ini aku bisa melakukan yang terbaik, mengerjakan ibadah sunnah yang banyak atau mengumpulkan pahala yang banyak. aamiin yaa Allah.

Allah jadikan aku orang yang baik , yang selalu bersyukur dan yang selalu taat kepada-Mu dan mudahkan aku dalam beribadah yang pada akhirnya membuat-Mu senang kepadakku. Yaa Allah jadi kan lah aku orang yang ridho atas segala hal yang terjadi dan ridhoilah harapan-harapanku. Yaa Allah jadikanlah aku orang yang baik dan lebih baik di setiap detiknya mudahkanlah urusanku ya Allah, aamiin yaa Allah.

View Post

 


Seperti biasa saya menulis ini hanya menasehati diri sendiri. Entah kenapa dari kemarin kata balance itu sangat membekas di kepala. Menjadi balance itu kadang sulit, ya semua tentang pengaturan atau menghandel diri (management diri) dalam memperhatikan setiap apa yang kita lakukan, perlu menyisahkan waktu muhasabah juga untuk merview ulang dan memperbaiki apa yang salah di dalam apa yang kita lakukan kemudian mengahandel apa yang kita ucapkan, berbicara tentang ucapan kadang kita tidak sadar dengan apa yang kita bicarkan entah itu berbicara buruk, kasar ataupun membicarakan orang lain atau ghibah. Padahal kita tau sendiri bagaimana dosanya berkata buruk itu sama seperti mendholimi orang karena tanpa sadar kita menyakiti perasaannya kemudian ghibah sama seperti kita memakan bangkai saudara kita sendiri.

Betapa menjijikan itu, ya kadang mungkin kita tepis dan mengalihakan itu semua dengan melanjutkan apa yang kita inginkan kita tidak bisa mengontrol keinginan atau hasrat kita dalam mengontrol itu semua. Kita tidak pernah membayangkan atau mungkin tidak ingin membayangkan bagaimana orang yang kita dholimi itu berdoa apalagi tentang yang buruk-buruk untukmu dan seandainya di ijabahi oleh Allah lalu bagaimana keadaanmu setelah doa-doa mereka di ijabai, kemudian saat membicarakan orang lain bayangkan bagaimana menjijikannya kita yang memakan daging bangkai saudara sendiri atau orang yang kita bicarakan, mungkin dalam hati kita tersirat rasa benci kepada orang itu tapi sadarkan kalau kita memakan daging bahkan bangkainya sungguh menjijikan.

Jangan tepis hal yang mendorong kita jadi lebih baik yang menghindarkan kita dari keburukan. Sadarkah kadang keburukan sudah menjadi hal yang wajar di perilku dan ucapan kita, mungkin itu hal sepele akan tetapi lama kelamaan pasti akan terbiasa maka tinggal tunggu menunggu waktu maka hal kesalahan yang besar akan menjadi terbiasa dan lengkaplah kita menjadi orang jahat dan penghuni neraka.

Mungkin perkartaan atau apa yang saya tulis terlalu berlebihan tapi coba kita fikir lebih dalam bila kebiasan-biasan buruk yang kecil itu menjadi hal yang biasa saat kita kerjakan, maka berapa banyak dosa yang kita kumpulkan bila dosa kecil-kecil itu sering di lakukan dan seberapa sering hal kecil buruk yang kita lakukan semakin menjadi biasa hal kecil yang buruk itu menjadi biasa kemudian hal besar yang buruk pula terbiasa pada akhirnya, kemudian mendarah daging perbuatan buruk pada perilaku kita, perbuatan buruk itu seperti zat adiktif yang selalu membuat nagih pelakunya karena sekali saja kita melakukan perbuatan buruk pertama mungkin takut tapi setelah melakukan menjadi biasa dan kemudian menjadi hal yang sangat biasa untuk di lakukan. Maka dari itu pengontrolan setiap hal itu sangat penting untuk menyetop hal buruk sejak dini.

Ya apapaun yang saya tulis tidak lebih dan kurang hanya menasehati diri sendiri, pengingat diri serta sebagai wadah muhasabah terutama yang berharap menjadi hamba Allah  dan manusia yang lebih baik , Aamiin yaa RobbalAlamin
View Post


Kadang kita perlu mengerti kenapa Allah memberi banyak cobaan ,ujian, kesedihan ,yang buat kita sedih dan marah.

Tapi kita lupa,kita selalu berdoa untuk selalu menjadi orang yang baik dan lebih baik lagi dari sebelumnya agar Allah semakin menyukai kita.

Dan banyaklah bersyukur karena dari banyaknya cobaan dan ujian kita akan menemukan arti bersyukur sesungguhnya.

Karena kita mendapat hikmah/pelajaran berharga saat bisa menghadapi itu semua.

Mungkin itu cara Allah membimbing kita untuk menjadi orang yang lebih baik lagi .

Tanda-tanda Allah menyukai seorang hamba adalah Ia selalu mengujinya.

Karena ingin mengetahui seberapa kuat iman seorang hamba itu mencintai-Nya

Jika kita semakin sabar lagi Allah tambah mencintai seorang hamba tersebut.

Bukankah Allah mencintai hambaNya yang sabar dan bersama orang yang sabar ,sabar menunjukan sedekat apa kita denganNya ,karena orang sabar selalu berbicara dengan Allah untuk menguatkan dirinya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang di cintai dan selalu dekat denganNya …Aamiin yaa robalallamin

View Post