Tampilkan postingan dengan label THOUGHTS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label THOUGHTS. Tampilkan semua postingan


Ada masa-masa dalam hidup ketika pikiran terasa terlalu penuh. Bukan karena satu hal besar, tetapi karena banyak hal kecil yang menumpuk: pikiran tentang diri sendiri, tentang orang lain, tentang penilaian, tentang masa depan, tentang apakah kita sudah cukup baik atau belum.

Dan tanpa sadar, kita mulai hidup lebih banyak di dalam kepala kita sendiri daripada di hari yang sedang kita jalani.

Aku sedang belajar bahwa tidak semua hal perlu diselesaikan hari ini.

Tidak semua pikiran perlu dipercaya.

Tidak semua kekhawatiran perlu dijawab.

Dan tidak semua suara di luar diri kita perlu dijadikan ukuran nilai diri.


Aku tidak harus memenangkan semua penilaian

Ada saat ketika aku terlalu sibuk memikirkan bagaimana orang lain melihatku. Seolah-olah hidup ini adalah ruang penilaian yang tidak pernah berhenti. Seolah-olah aku harus selalu benar, selalu cukup, selalu sesuai harapan semua orang.

Padahal kenyataannya, aku tidak hidup di dalam kepala orang lain.

Aku tidak bisa mengendalikan bagaimana orang menilai, berbicara, atau memahami diriku.

Dan aku tidak harus menang dalam semua penilaian itu.

Aku hanya perlu kembali pada hal yang lebih penting: bagaimana aku menjalani hidupku sendiri dengan jujur dan sebaik yang aku mampu.


Aku tidak perlu menjelaskan diriku kepada semua pikiran

Pikiran bisa sangat bising.

Kadang ia mengulang kejadian yang sama berkali-kali, menebak-nebak maksud orang lain, mengkhawatirkan hal yang belum tentu terjadi, dan membuat kita merasa seolah-olah ada sesuatu yang harus segera diperbaiki.

Tapi aku sedang belajar satu hal:

Tidak semua pikiran adalah kebenaran.

Beberapa hanya kelelahan yang berbicara.

Beberapa hanya rasa takut yang mencari bentuk.

Beberapa hanya masa lalu yang belum selesai, yang sebenarnya tidak perlu lagi dihidupkan setiap hari.

Aku tidak harus menjawab semuanya.

Aku cukup menyadarinya, lalu kembali ke kenyataan yang ada di hadapanku.


Hidupku tidak ditentukan oleh perbandingan

Ada banyak orang di luar sana dengan jalan hidup yang berbeda. Cara bicara yang lebih percaya diri, kemampuan yang berbeda, atau kehidupan yang terlihat lebih rapi dari luar.

Tapi aku sedang belajar bahwa setiap orang berjalan dengan beban yang tidak terlihat.

Dan aku tidak perlu menjadi orang lain untuk menjadi berharga.

Aku tidak sedang bersaing dalam perlombaan hidup.

Aku sedang menjalani hidupku sendiri, dengan segala keterbatasan dan proses yang sedang aku pelajari perlahan.


Yang penting adalah hari ini

Aku tidak perlu menyelesaikan semua masalah hidup sekaligus.

Aku hanya perlu bertanya:

  • Apa yang bisa aku lakukan hari ini?
  • Apa yang dibutuhkan orang yang aku sayangi hari ini?
  • Apa satu hal kecil yang bisa membuat hariku sedikit lebih ringan?

Dan itu sudah cukup.


Aku sedang belajar menjadi tempat yang aman untuk diriku sendiri

Tidak semua orang akan mengerti perjalananku.

Tidak semua orang akan melihat perjuanganku.

Dan itu tidak apa-apa.

Yang lebih penting adalah aku tidak meninggalkan diriku sendiri di tengah semua kebisingan itu.

Aku belajar untuk berhenti terlalu keras pada diriku sendiri.

Belajar untuk tidak selalu menghakimi setiap kekurangan.

Belajar untuk berkata:

“Aku sedang berusaha. Itu sudah cukup untuk hari ini.”


Penutup

Aku tidak harus sempurna untuk layak dicintai.

Aku tidak harus selalu kuat untuk tetap berjalan.

Aku tidak harus selalu dipahami untuk tetap bernilai.

Aku hanya perlu terus kembali pada diriku sendiri, pelan-pelan, setiap kali aku tersesat di dalam pikiranku.

Dan hari ini, aku memilih untuk lebih tenang.

Lebih lembut pada diri sendiri.

Dan lebih percaya bahwa aku sedang dalam proses yang tidak perlu aku percepat.



View Post

 



Dalam hidup ujian datang sebagai cara kita belajar memaknai hari
Menemukan hikmah yang ada
Hari ini aku terfikir tentang sesuatu hal yaitu cara pandang 
Manusia memiliki cara pandang dan cara berfikir berbeda

Cara pandang juga kadang harus di latih agar tidak berperasangka buruk atau seperti halnya buruk atau meremehkan suatu hal

Kadang benar kita harus berdamai dengan keadaan tapi kadang juga kita tidak seperti demikian karena terlalu terpaku dengan keadaan yang menyiksa hari kita, hidup tergantung bagaimana kita memandang dan sekeras apa kita harus bisa berfikir positif atas hal itu.

Entahlah, harus berfikir seperti apa dengan realita yang bermuka dua. Mungkin dengan cerdasnya kita memilah milih apa yang seharusnya kita respon dengan baik dan tidak. Kemudian juga tentang apa yang harus kita fikiran( pedulikan) atau tidak.

Intinya kita harus bertarung dengan positif thinking saat menghadapi cara pandang yang bermasalah di hidup kita.
View Post

 


Istilah baper atau kebawah perasaan sering di kaitkan dengan cinta, namun bukan ini yang ingin saya tulis. Singkatnya , saya kemarin mengalami kejadian yang tidak mengenakkan di mana orang bicara tidak di jaga dan menurut saya tidak ada faedah apalagi membawa manfaat. 

Bicara tentang demikian memang terkadang membawa ego masing-masing, saya kadang salut dengan orang yang bicara sopan dan enak buat di dengar serta adem di terima fikiran dan hati. Bicara sopan, bicara sopan itu apasih ? Bicara yang adem di dengar dan di cerna. Kemudian apalagi ? Bicara pada tempatnya dan membawa manfaat serta tidak ada pihak yang merasa tersakiti.

Masalahnya orang yang tidak menghargai etika bicara kadang malah membully bahkan mengakatakan orang yang mereka sakiti itu terlalu baper nyatanya tidak sama sekali.

Yang aku tau di sini orang yang tidak suka. sukanya menjelekan kita di hadapan oranglain, yang kadang kalau di fikir tidak ada faedah dan manfaatnya. Entahlah aku bingung memikirkan ini. Hmmm....
View Post
 

Nasihat yang Aku Telan Mentah-mentah, dan Harga yang Harus Kubayar. Ada fase dalam hidup di mana kita tidak lagi bertanya, “Apa yang salah denganku?”
melainkan mulai bertanya, “Apa yang sebenarnya salah dari ajaran yang kuterima?”
Aku sampai di fase itu sekarang. Terlambat? Mungkin. Tapi jujur.

Ada kalimat yang sejak kecil terdengar seperti kebenaran mutlak. Diulang oleh orang tua, guru, lingkungan, bahkan dibungkus dengan moral dan agama. Aku menelannya mentah-mentah. Aku hidup dengannya. Dan aku membayar mahal.

Dan yang bikin melelahkan: nasihat-nasihat ini terdengar bijak, tapi kalau ditelan mentah-mentah justru menggerus diri pelan-pelan—terutama ke orang sensitif, empatik, dan tumbuh tanpa perlindungan emosional.


1. “Bersikap baiklah walaupun kamu disakiti”

Kalimat ini terdengar luhur. Dewasa. Bermoral.
Tapi tidak ada yang memberitahuku satu hal penting:

> Kalimat ini tidak pernah dibuat untuk melindungi orang baik.

Kalimat ini dibuat agar:
  • korban tetap diam
  • pelaku tidak pernah ditegur
  • konflik tidak perlu dihadapi
Aku tumbuh dengan keyakinan bahwa marah itu salah, membela diri itu egois, dan menarik batas adalah tanda tidak dewasa. Maka aku belajar bertahan. Mengalah. Memaklumi. Bahkan saat hatiku remuk. Ironisnya, orang-orang yang menyakitiku tetap merasa dirinya benar. Karena aku baik-baik saja. Karena aku tidak ribut. Karena aku tetap sopan.
Aku baru sadar belakangan:

> Kebaikan tanpa batas bukanlah kebajikan, tapi undangan untuk diinjak.

Menjadi baik seharusnya berarti tidak menyakiti orang lain dan tidak membiarkan diri sendiri disakiti. Tapi bagian kedua itu selalu dihilangkan.


2. “Nikah muda biar jauh dari zina”

Kalimat ini juga terdengar sederhana. Seolah semua masalah moral bisa diselesaikan dengan satu langkah: menikah.

Padahal:
zina adalah perilaku
pernikahan adalah komitmen hidup

Menggunakan pernikahan sebagai solusi moral adalah penyederhanaan yang berbahaya, terutama bagi perempuan.

Tidak ada yang bertanya:
  • sudah siapkah mentalnya?
  • sudah pulihkah lukanya?
  • sudah setarakah posisi kuasanya?
  • sudah mandirikah secara emosi dan finansial?
Yang penting sah.
Lalu ketika pernikahan tidak berjalan bahagia, narasinya berubah:

  • istri harus sabar
  • perempuan harus menjaga rumah tangga
  • yang penting anak

Sekali lagi, beban jatuh ke orang yang sama.
Aku baru mengerti sekarang:

> Pernikahan bukan solusi moral, tapi keputusan sadar yang butuh kesiapan utuh.

3. Berprasangka Baik pada semua orang

Berprasangka baik kepada semua orang adalah nilai yang indah. Itu menunjukkan hati yang tidak sinis dan tidak penuh dendam. Namun, di titik tertentu aku belajar satu hal penting: berprasangka baik tidak sama dengan membuka akses tanpa batas ke dalam hidupku.

Berprasangka baik adalah pilihan hati.
Menjaga batas adalah bentuk tanggung jawab pada diri sendiri.

Kini aku belajar satu keseimbangan baru:
Hatiku tidak lagi curiga pada semua orang, tapi aku juga tidak menyerahkan diriku sepenuhnya pada siapa pun. Aku mengamati, merasakan, dan memberi jarak ketika diperlukan—tanpa rasa bersalah. Karena menjadi orang baik seharusnya tidak membuatku kehilangan diriku sendiri.

Berprasangka baiklah pada semua orang, tapi jangan pernah menganggap semua orang itu baik.


4. “Sabar itu ada pahalanya”

🔴 Yang sering disembunyikan:
Sabar dijadikan alasan untuk tidak menegur pelaku dan membiarkan ketidakadilan berulang.

🟢 Versi sehat:

> Sabar itu menahan diri dari reaksi destruktif, bukan bertahan di situasi yang melukai.

Kalau sabar membuatmu:
  • makin kecil
  • makin takut
  • makin tidak dihargai
itu bukan sabar, itu menekan diri.


---

5. “Namanya juga keluarga”

🔴 Ini sering dipakai untuk:
  • membatalkan luka
  • menghapus batasan
  • memaksa memaafkan tanpa perubahan
🟢 Versi sehat:

> Keluarga tetap harus tunduk pada batas hormat.

Hubungan darah tidak otomatis membenarkan perilaku menyakitkan.



6. “Jangan baper, kamu terlalu sensitif”

🔴 Ini bukan nasihat, ini gaslighting.
Perasaanmu diperlakukan sebagai masalah, bukan sinyal.

🟢 Versi sehat:

> Sensitif itu kemampuan merasakan, bukan kelemahan.

Yang bermasalah bukan rasamu, tapi orang yang tidak mau bertanggung jawab atas dampaknya.



7. “Ikhlaskan saja”

🔴 Ikhlas sering dipaksakan sebelum luka diproses.

Akibatnya:
  • luka dipendam
  • marah beralih jadi menyalahkan diri
  • tubuh lelah, jiwa mati rasa
🟢 Versi sehat:

> Ikhlas datang setelah dipahami, bukan sebelum.



8. “Jangan egois” (saat kamu mulai jaga diri)

🔴 Ini kalimat favorit saat kamu:
  • bilang tidak
  • menarik jarak
  • berhenti menolong
🟢 Versi sehat:

> Merawat diri bukan egois, itu tanggung jawab pribadi.

Egois itu mengambil tanpa peduli dampak, bukan menjaga batas.




9. “Semua sudah kehendak Tuhan”

🔴 Kalimat ini sering:
  • menghentikan pertanyaan
  • mematikan kritik
  • membungkam ketidakadilan

🟢 Versi sehat:

> Iman tidak menghapus akal dan tanggung jawab manusia.

Menerima hidup bukan berarti berhenti melindungi diri.

---

10. “Kamu harus kuat”

🔴 Ini sering berarti:
  • jangan nangis
  • jangan ngeluh
  • jangan minta tolong
🟢 Versi sehat:

> Kuat itu tahu kapan bertahan, dan kapan mencari dukungan.


---

11. “Orang baik pasti dibalas baik”

🔴 Ini setengah mitos yang berbahaya.
Dunia tidak selalu adil, dan orang baik sering jadi target.

🟢 Versi sehat:

> Jadilah baik dengan batas, bukan polos tanpa perlindungan.

Kenapa nasihat ini berbahaya?

Kalau kamu:
  • patuh
  • reflektif
  • ingin benar
  • cenderung menyalahkan diri duluan
Nasihat ini tidak netral.
Ia lebih aman dipraktikkan oleh orang yang:
  • punya kuasa
  • berani melawan
  • Tidak mudah diserang
Bagi orang people pleaser, ia jadi jerat.


---

12. “Menurunkan standar supaya dapat apa yang kita mau”

➡️ Kalimat ini tidak salah, tapi sangat berbahaya kalau tidak dibedakan konteksnya. Masalahnya orang yang terbiasa mengalah & people pleaser hampir selalu menurunkan standar yang SALAH.
Pertanyaan kunci sebelum “menurunkan standar”
Ini filter paling penting:

> Yang diturunkan itu standar, atau harga diri?

Karena dua hal ini berbeda total.


Menurunkan standar yang salah
“Nggak apa-apa aku nggak dihargai, nanti juga berubah.”
“Aku nggak boleh terlalu banyak maunya.”

Ini bukan menurunkan standar.
Ini mengabaikan kebutuhan dasar manusia: aman, dihormati, setara.

Menyesuaikan standar yang sehat
“Aku bisa menerima kekurangan, tapi bukan pelecehan.”
“Aku fleksibel soal detail, bukan soal nilai inti.”

Ini kedewasaan, bukan pengorbanan diri.

Kenapa postingan2 itu sering menyesatkan?
Karena dibuat seolah:
  • standar = ego
  • punya kebutuhan = ribet
  • ingin dihargai = terlalu menuntut
Padahal seringnya: ➡️ orang yang tidak mau berproses ingin kamu menurunkan batas supaya mereka tetap nyaman.

Kalimat yang lebih aman seharusnya berbunyi:

> “Kita boleh menyesuaikan ekspektasi,
tapi tidak boleh menurunkan nilai diri.”

Kenapa ini penting , Karena pola lama:
  • cepat merasa “aku kebanyakan maunya”
  • cepat menyalahkan diri
  • lebih takut kehilangan orang daripada kehilangan diri sendiri
Post semacam itu mudah menarikmu kembali ke pola lama. Dan mungkin sekarang kamu sudah cukup sadar untuk berhenti sebentar dan bertanya. Itu kemajuan besar.

Kalau sesuatu “didapat” dengan:
  • kamu mengecil
  • kamu memaklumi luka
  • kamu menahan diri terus-menerus
maka yang kamu dapat bukan keinginanmu,
tapi versi hidup yang kembali mengorbankanmu.

Menurunkan standar” itu bisa berarti 2 hal yang BERBEDA

1️⃣ Menurunkan standar = menurunkan HARGA DIRI (INI SALAH)
Ini yang sering terjadi tanpa disadari.
Artinya:
  • menerima perlakuan yang melukai
  • menoleransi ketidakhormatan
  • memaklumi sikap kasar, meremehkan, dingin
  • mengorbankan kebutuhan emosional demi “yang penting dapat.
👉 Ini bukan kedewasaan.
Ini self-abandonment (meninggalkan diri sendiri).


2️⃣ Menurunkan standar = menyesuaikan EKSPEKTASI (INI SEHAT)
Ini yang sebenarnya dimaksud oleh nasihat yang benar.
Artinya:
  • berhenti mencari yang sempurna
  • menerima kekurangan manusiawi
  • fleksibel di hal yang bukan nilai inti
👉 Ini kedewasaan emosional.



Filter sederhana sebelum menerima nasihat
Setiap kali dapat nasihat, tanya ini dalam hati:

1. Apakah ini melindungi martabatku?
2. Apakah ini membiarkan orang lain terus menyakitiku?
3. Apakah ini menuntutku menghapus diri demi disebut baik?

Kalau jawabannya:
  • ya → hati-hati
  • ragu → jangan telan
  • tidak → boleh dipertimbangkan


Penutup: Memilih Diri Bukan Berarti Menjadi Jahat

Sekarang bukan melawan nilai. Aku akhirnya memilih yang memanusiakanku.

Aku dulu mengira bahwa menjadi baik berarti selalu mengalah, selalu mengerti, dan selalu menyesuaikan diri. Aku percaya semua orang akan berlaku adil jika aku cukup sabar. Nyatanya, tidak semua orang menyambut kebaikan dengan niat yang sama. Ada yang justru melihatnya sebagai celah.

Di sinilah batasan diri menjadi penting.
Batasan bukan tanda aku berubah menjadi dingin atau jahat. Batasan adalah cara aku menjaga diriku tetap utuh. Aku masih bisa berprasangka baik, tanpa harus mengiyakan semuanya. Aku masih bisa bersikap sopan, tanpa harus mengorbankan harga diri.

Aku Tidak Bodoh, Aku Taat
Ada masa aku menyebut diriku bodoh karena mempercayai semua ini.
Tapi setelah kupikir lebih jujur, aku tidak bodoh. Aku hanya:
  • ingin menjadi anak yang baik
  • ingin diterima
  • ingin hidup benar

Aku taat pada sistem yang tidak pernah mengajarkanku cara melindungi diri.
Dan kesadaran ini tidak datang tanpa rasa marah. Ada duka di sana. Duka atas versi hidup yang mungkin bisa kupilih jika aku diberi informasi yang utuh sejak awal.
Memilih Ulang Kebenaran
Sekarang aku tahu:
  • aku boleh baik dan tegas
  • aku boleh bermoral tanpa menderita
  • aku boleh menolak ajaran yang melukaiku
Aku tidak sedang memberontak. Aku sedang memulihkan kompas hidupku sendiri.
Dan mungkin, tulisan ini bukan hanya tentang aku.
Mungkin ada banyak orang di luar sana yang lelah menjadi baik sendirian.
Jika kamu salah satunya, ketahuilah:

> Kesadaran bukan pengkhianatan. Ia adalah bentuk kedewasaan paling jujur.

Mungkin setelah membaca ini, ada yang menganggapku keras. Ada yang merasa aku kurang bersyukur. Ada pula yang berpikir aku sedang menyalahkan masa lalu.

Padahal tidak.
Aku hanya akhirnya berani mengatakan bahwa tidak semua ajaran yang diwariskan layak diteruskan tanpa disaring. Bahwa menjadi baik tidak seharusnya menuntut penghapusan diri. Bahwa hidup bermoral tidak identik dengan hidup menderita.

Kesadaran ini memang datang setelah banyak yang terlanjur terjadi. Tapi lebih terlambat lagi jika aku terus berpura-pura tidak tahu.

Tulisan ini bukan ajakan untuk membenci nilai lama, melainkan keberanian untuk memilih ulang mana yang benar-benar memanusiakan.

Jika kamu membaca ini sambil merasa tidak nyaman, mungkin karena ada bagian dirimu yang juga pernah menelan nasihat yang sama — dan diam-diam membayar harganya.

Dan jika kamu membaca ini sambil mengangguk pelan, ketahuilah: kamu tidak sendirian.
Memilih diri sendiri bukan bentuk kejahatan. Ia adalah bentuk kejujuran paling sunyi — dan paling dibutuhkan.

Apa ada lagi mungkin bisa di tambah...
View Post

Aku sekarang merasa paham makna dari kata "Melihat dengan bijaksana"
Aku merasa semua yang di dunia ini sudah di aturnya, yang perlu kita lakukan adalah menjalani takdirnya dengan melakukan yang terbaik.

Memang benar masalah itu tak selamanya buruk banyak hikmah atau pelajaran yang bisa kita ambil, tanpa masalah kita tidak pernah belajar dan tidak akan pernah mengulangi kesalahan (karena kita tau bisa jadi masalah itu karena kesalahan kita atau mungkin keteledoran kita sehingga kita lengah dan munculah masalah) dan pastinya kita berubah menjadi lebih baik lagi.

Aku dulu selalu termenung membandingkan hidupku dengan orang lain. Merasa kalau aku yang paling menyedihkan di hidup ini. Nyatanya tidak wawasanku terhadap keadaan sekitar saja yang masih minim. Aku hanya melihat apa yang hanya terlihat di depan mataku dan menyimpulkan keadaan itu seperti apa yang terlihat. "Hidup dia enak"... Mungkin kata itu dulu pernah aku ucapkan tapi nyatanya yang terlihat belum tentu benar adanya, orang terkadang pandai pura-pura bahagia dia pandai menyembunyikan masalahnya, itu sulit namun terlihat betapa anggunnya hal tersebut, dari sini aku belajar bahwa kita harus selalu memunculkan energi positif setiap waktu agar orang yang ada di sekitar kita juga merasakan energi positif, saat ada masalah jaga hubunganmu dengan Allah, maka jangan kaitkan hal itu kepada selainnya karena itu tidak ada hubungannya, masalah itu pemberian dari Allah bisa jadi Allah ingin kita bisa lebih dekat dengan-Nya maka mengeluhlah kepada Allah bukan manusia, malahan kita harus sebarkan energi positif kepada orang-orang sekitar kita.

Atau mungkin perkataan kita " Ya panteslah dia gitu orang dia soalnya kayak gini dan gitu " ... Yang perlu kita ingat semua hal itu ada prosesnya termasuk mencapai keindahan dan ekpetasi. Kita tidak pernah tau perjuangan setiap orang itu bagaimana. Kita hanya menyimpulkan cashing, mungkin memang benar dia seperti itu dan karena faktor itu tapi terkadang seseorang bisa jadi mendapatkan sesuatu karena memang dia layak mendapatkan itu atau seperti itu karena benar-benar itu usahanya.

Kalau memang kita tidak bisa mencapai itu atau mendapatkan apa yang kita inginkan itu bukan berarti kita tidak layak atau apa, kadang bisa jadi Allah ingin kita mendapatkan lebih dari pada itu atau mungkin Allah menghindarkan kita dari sesuatu yang buruk jika kita mendapatkan itu semua hal pasti ada hikmahnya dan Allah tau apa yang terbaik untuk kita. Selalu percayalah akan hal itu, kadang dari hal itu kita belajar sabar dan menerima kemudian tentang ikhlash dan banyak lagi, selalu ingat untuk berkhusnudzon kepada Allah itulah kunci ketenangan hidup.

Aku teringat ketika mendengar ceramah seperti ini kutipannya "Semua yang ada di dunia ini adalah titipan, dan akan di pertanggung jawabkan atas titipan itu, apa yang telah kita perbuat kebaikan untuk titipan itu, semua akan di pertanggung jawabkan, saat kita merasa yakin bahwa semuanya titipan maka kita percaya, kita akan sanggup menghadapi masalah apapun dengan tenang, masalah termasuk titipan dari Allah, maka jangan pernah mengecewakan Allah dalam titipan itu, Allah tau kalau kita mampu menghadapinya, Allah percaya kalau kita mampu mengadapinya , jangan kecewakan kepercayaann Allah karena Allah tau kita mampu"

Lakukan yang terbaik, jadilah orang baik hati, jadilah orang yang mempunyai pikir dan fisik yang sehat, sebarkan energi positif kepada semua orang, berkhunudzonlah agar hatimu tenang jalani hari, perbanyaklah berdoa karena sebahagia-bahagia dirimu masih banyak pula apa yang harus kau doakan, bersyukur selalu ingatlah bersyukur dan mohon ampun serta selalu perbaiki sholat dan wudhumu. Jangan telalu sedih, marah ataupun emosi karena sesungguhnya banyak hal indah kalau kita tidak seperti itu. Semangat jadi orang yang lebih baik dan positif 
View Post

 


Sudah lama jari ini tak mengetik di blog. Entah karena kesibukan atau terlalu membuang-buang waktu untuh hal tidak penting. Padahal sering juga membahas waktu saat menulis. Saya teringat saat bab kemarin yang saya ajarkan di kelas 2 tentang Surat Al-Ashr mungkin memang pas waktunya bab itu tapi itu saya anggap sebagai pengingat waktu karena saya kadang terlalu menyia-nyiakannya. Ada kutipan yang tidak asing di tengah kita yaitu al waqtu kas saifi, wanin lam taqtho'ha qotho'aka ( waktu bagaikan pedang, jika kamu tidak memotongnya maka ia akan memotongmu) ya yakni kita memotong dengan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya bila kita tidak menggunakan dengan baik sudah pasti penyesalan itu akan datang juga entah itu dunia atau di akhirat kelak untuk kita pertanggung jawabkan kelak.

Kadang sadar atau tidak sadar kita mengikuti mood dan rasa malas, banyak sekali alasan. itulah manusia. Padahal waktu yang ada seharusnya jangan sampai terbuang sia-sia minimal untuk berdzikir bila emang mager gitu hehehe...  Aslinya waktu bisa kita taklukan dengan kita memanage waktu kita dengan baik dan buang jauh-jauh kata malas.

Kemarin saya melihat ceramah di TV yang cukup menarik yang intinya yaitu tentang mencari pahala lebih cepat dengan membaca al-Qur'an, di fikir-fikir benar juga, satu huruf saja bernilai 10 pahala coba kalau baca al-Fatihah  saja bisa di kira-kiralah pasti banyak.

Ya kadang kita mungkin terlalu sibuk dalam berbagai rutinitas yang ada. Atau bahkan kadang juga banyak waktu yang kita sia-siakan untuk hal yang tidak bermanfaat atau bahkan hanya bermalas-malasan saja. Minimal berdzikir atau kalau tidak begitu membaca al-Qur'an. Sesibuk-sibuk apapun kita, saya yakin pasti tersisa waktu luang itu. Ya setidaknya sisakan sebentar untuk membaca Al-Qur'an miris bukan kalau dalam sehari saja kita tidak bisa membacanya.

Semangat beribadah yang kadang naik turun yang kadang mungkin kita rasakan. Padahal kadang target kita dalam sehari harus mengumpulkan pahala. Tentang menjadikan ke-Sunnah itu sebagai hal sangat-sangat berharga, karena kita tidak tau apakah ibadah wajib kita benar-benar di terima atau mungkin alasan lain, yakni kita tidak tau batas umur kita sampai kapan. Meninggalkan sunnah adalah suatu kerugian karena pahalanya itu lebih istimewa di hadapan-Nya, apa kita tidak ingin menjadi hamba yang istimewa di hadapan-Nya. Saya pernah membaca artikel tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW sangat menjadikan sunnah itu kewajiban buatnya. Ya benar memang tidak wajib bagi manusia biasa seperti kita atau umatnya akan tetapi apakah tak lebih baik kita menyontoh apalagi beliau adalah Uswatun Hasanah yang harus kita teladani setiap tingkah polanya. Semoga kita di permudah dalam mengerjakan ibadah sunnah, aamiin yaa Allah.

Ya apapaun yang saya tulis tidak lebih dan kurang hanya menasehati diri sendiri, pengingat diri serta sebagai wadah muhasabah terutama yang berharap menjadi hamba Allah  dan manusia yang lebih baik lagi, Aamiin yaa RobbalAlamin
View Post








Memang tidak ada manusia yang terlahir sempurna .
Tapi setiap manusia terlahir punya keistimewaan masing-masing.

Dan itulah yang membuat seseorang itu istimewa dan beda antara satu dengan lainnya .

Seseorang dapat terlihat istimewa karena ia bisa selalu bahagia di kondisi apapun, istimewa juga saat ia nyaman jadi diri sendiri ,penerimaan yang ikhlas atas apa yang di berikan olehNya (bersyukur) membuat aura positifnya terpancar dari dirinya .

Karena keindahan sesungguhnya dari akhlaq dan sikap maka kesemuanya akan muncul menjadi aura keindahan yang sempurna dengan sendirinya.


Jadilah banggalah dengan dirimu sendiri .
Bahagialah karena dengan bahagia kamu terlihat lebih menarik ,karena bahagia sendiri memunculkan aura positif pada dirimu dan orang sekitar.

Mungkin kamu pernah melihat orang lain sepertinya dia lebih istimewa dan menarik ,padahal semua orang juga punya masalah masing-masing tergantung dia menyikapi masalahnya bisa saja dia pandai menutupi masalahnya ,bisa saja dia tenang menghadapi masalahnya sehingga orang lain tak tahu dan banyak lagi .

Semua orang istimewa dan punya daya tarik sendiri ,dan ingat semua orang punya kekurang dan kelebihan akan tetapi berbeda-beda ,mungkin salah satu hal yang perlu kalian ketahui dari orang yang kelihatan perfect adalah dia pandai dalam menyikapi sesuatu ,dia orang yang punya karakter tenang saat hadapi apapun,dia juga sama punya kekurangan akan tetapi dia menyempurnakan kekurangan dan menojolkan kelebihannya agar kelihatan sempurna dan kamu pasti bisa seperti itu dengan caramu sendiri . 


Mulai sekarang banggalah jadi dirimu sendiri karena kamu istimewa (unique)
View Post

 Tanggung jawab sebagai manusia kadang sering kali kita abaikan ,memang ada benarnya apa kata orang tentang Allah tidak ada rugi-ruginya kalau kita entah beribadah atau tidak ,tapi coba pikir ulang mana rasa syukur itu kita persembahkan untukNya atas segala nikmat hidup ,nikmat sehat ,nikmat bahagia dan lainnya .


Tujuan manusia di ciptakan tak lain  untuk beribadah ,tapi  saya juga teringat saya mendengarkan cerama di radio yang mengatakan “tujuan manusia di ciptakan salah satu alasannya adalah agar Allah menciptakan surga yang begitu luas tidak sia-sia ” semoga kita termasuk golongan ahli surga ‘aamiin 😊  begitu baiknya Allah sudah memberi kita tempat yang terbaik kelak tapi ingat surga hanya untuk hamba-hamba terbaik ,yuk mari bermuhasabah menjadi pribadi yang di cintai Allah .
.
Sekedar bermuhasabah diri , sebagai pengingat buat diri saya sendiri saat saya membaca ini esok ,dan sengaja saya bagikan juga agar peningkatan iman tidak terjadi pada saya saja tapi pada teman2 membaca ,semoga bermanfaat 😄😉
#notetomyself









View Post

 Apa saja yang kita lakukan hari ini?

Mungkin banyak hal yang kita lakukan
Kita orang sibuk ya ..  Tapi masih inget Allah kan ? ☺
Udah merasa membuat Allah seneng gak ? Atau membuat Allah makin cinta ma kita . Bayangin aja
eits... Gag usah bayangin deh pikir aja, Allah sayang banget ma kita, selalu ada buat kita, mau tau buktinya coba deh cek hidung ,
masih bisa keluar hembusan nafas gak? Masih , Coba bayangin aja kalau salah satu organ pernafasan kita rusak pasti ,sistem pernafasan tidak bakal beralur proses yang benar,dan tahu kan apa yang bakal terjadi, Allah sangat detail peduli dan mencintai kita bahkan di bagian terkecil dari tubuh kita pun Allah masih selalu kondisikan kita tetap sehat dan normal, itu tandanya Allah ingin lihat ibadah kita, Allah beri kesempatan buat kita untuk masuk jannahNya dan masih di beri kesempatan untuk menjadi orang baik. Allah ingin di balas cintaNya dengan bukti , bukan hanya dengan perkataan.
.
Coba renungkan saja, mungkin bukan hal di atas saja bukti tanda cintaNya pada kita bahkan masih banyak lagi, Buatlah Allah semakin mencintai kita, tunjukan rasa cintamu kepada Allah. Cinta kepada Allah itu bersyukur dan di tunjukan dengan melebih giatkan ibadah.

View Post

 


Cantik itu Relatif Karena cantik adalah fitrah wanita 
Jadi semua wanita itu cantik.

Cantik itu relatif
Karena setiap orang punya definisi cantik dan punya patokan cantik masing-masing dan yang pasti berbeda-beda.

Cantik itu relatif 
Tergantung kita memandang diri kita.
Kamu akan terlihat istimewa kalau kamu jadi dirimu sendiri.
Kamu kelihatan cantik saat kamu bersyukur atas apa yang ada pada dirimu.

Cantik itu sederhana tapi berkelas.
Cantik itu sederhana tapi menarik.
Cantik itu tersembunyi tapi misterius dan membuat penasaran.
Cantik itu terpancar bukan terlihat. 
Cantik itu tak perlu pamer tapi tersirat.
Cantik itu dari dalam ,dari cara berfikir dan bersikap .
Karena cantik karena penampilan memang bikin penasaran namun cantik karena pemikiran jauh lebih menawan.

Cantik itu semua bisa cantik di hadapanNya ,asal ia membagusi amal ibadahnya karena lillah bukan karena insan .

Kamu akan terlihat lebih cantik bila kamu bahagia,
maka tak heran saat orang jatuh cinta ,orang hamil dan orang setelah menikah terlihat lebih cantik ,dan ya... Benar jawabannya karena mereka bahagia,jadi bahagialah seperti orang yang sedang jatuh cinta maka kamu akan terlihat lebih cantik
Dan cantik itu kamu yang apa adanya .

Cantik adalah mengindarkan diri dari fitnah ,karena fitnah terbesar dunia adalah wanita .

Cantik itu wanita sholehah karena ia adalah perhiasan dunia.
Cewek cantik itu kalah sama cewek yang punya innerbeauty.
Semua wanita cantik dan lebih cantik lagi saat ia menjadi wanita sholehah .
Karena sholehah itu inner beauty yang tak terkalahkan.
Cantik itu sederhana tapi pesonannya sampai ke surga.
Jadi cantik adalah sejauh mana ia menjaga dan menyembunyikan segala kecantikkannya hanya untuk yang berhak. Dengan menutup aurat dan membantu laki-laki menjaga pandanggannya.

Karena sudah di atur bahwa menojolkan diri (atau memperlihatkan sesuatu dengan niat ingin di puji ) tidak boleh apalagi hanya ingin di lihat atau di puji cantik oleh orang lain di khawatirkan ujub dan membuat penyakit ain


Karena Aisyah r.a pernah berkata dari Nabi Muhammad saw bersabda;
Sebaik-baik wanita tidak pernah melihat dan di lihat laki-laki (H.R.Muslim)

Maksudnya disni biar tidak salah paham adalah dengan maksud ingin di lihat untuk di puji atau yang menimbulkan syahwat bagi laki-laki maka dari itu islam memerintakan wanita menutup auratnya secara sempurna 


Kecantikan seorang muslimah itu terpancar dari aura kecantikan di dalam dirinya. Tutur kata santun, perilaku yang baik, pikiran yang positif, ketakwaan pada Allah SWT, dan masih banyak kebaikan di dalam dirinya. Muslimah yang baik lebih mengutamakan perbaikan karakter, di atas penampilan fisik.






 

Buatlah bidadari surga cemburu karena akhlaqmu




Dan menurut indah naning nur khalifah:
Setiap wanita adalah cantik Terlahir indah dan telah menjadi fitrahnya untuk mencintai keindahan.. .
Wanitapun juga suka melakukan banyak hal agar pesona kecantikannya semakin terpancar.. .

Namun tahukah kita jika berapapun tingginya nilai kecantikan itu, tetap akan terasa hambar jika sebuah kecerdasan tidak diusahakan untuk dimilikinya. .


Ketika seorang wanita tidak cerdas mendidik hatinya, maka siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi kecantikan akhlak atasnya..
Ketika wanita tidak cerdas dalam berinteraksi dengan sesamanya, maka kecantikan tentang jati dirinya seakan diragukan oleh sekelilingnya.. .

Ketika kecerdasan itu tidak dihadirkan dalam caranya berbicara, maka kecantikan juga dengan mudah lenyap dari dirinya, yang kemudian berganti dengan julukan penggosip atau perempuan kasar.. . 

Ketika kecerdasan juga tidak ada dalam caranya berperilaku, maka tidak akan ada pula kecantikan yang terpancar atas predikatnya sebagai seorang wanita.. .

Sungguh, Kecerdasan tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya ingat atas sesuatu, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya yang memang indah dan pantas untuk dihormati.. .

Begitupun halnya dengan sebuah kecantikan.. 

Kecantikan yang utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang wanita memoles muka.. .

Namun kecantikan yang sesungguhnya terletak dalam cerdasnya dia menjaga diri dan kehormatannya.. Yaitu, ketika seorang wanita cerdas dalam menata dirinya sesuai dengan aturan Allah Subhanahu Wata'ala.. . Karena Muslimah Itu Istimewa




 


Tambahan:

Pandangan Menteri Susi Pudjiastuti soal makna kecantikan di matanya, modal utama untuk terlihat cantik adalah:
- Otak Cerdas
- Pikiran positif
- Rasa percaya diri 

"Cantik yang benar itu secara keseluruhan di lihatnya enak. Ada yang hidungnya pesek, matanya sipit, lalu enak di di lihat, ya itu cantik" 

View Post