🦩 FLAMINGGO ERA : Membangun Tubuh yang Lebih Kuat Setelah Menjadi Ibu
Ada satu hal yang perlahan mulai aku pahami setelah menjadi seorang ibu:
Tubuhku tidak harus kembali seperti dulu untuk menjadi tubuh yang indah.
Setelah melahirkan dan menyusui, tubuhku berubah.
Ada bagian tubuh yang tidak lagi sama seperti dulu. Perutku menjadi lebih lembek, bentuk tubuh berubah, dan payudaraku juga mengalami perubahan setelah melalui kehamilan dan menyusui.
Dulu mungkin aku ingin sekadar kembali seperti sebelum melahirkan.
Tapi sekarang aku mulai melihatnya dengan cara yang berbeda.
Aku tidak ingin menghukum tubuhku karena berubah.
Aku ingin membangunnya kembali dengan perlahan.
Aku ingin tubuh yang tetap ramping, tetapi lebih padat, kuat, sehat, dan terbentuk.
Aku ingin paha yang lebih kuat, bokong yang lebih terbentuk, lengan yang lebih kencang, perut yang lebih kuat, dan postur yang lebih tegap.
Aku tidak ingin melakukan olahraga hanya untuk menjadi semakin kurus.
Karena tubuhku memang cenderung kurus dan aku termasuk orang yang sulit menaikkan berat badan.
Jadi tujuanku bukan:
"Bagaimana caranya menjadi semakin kurus?"
Tetapi:
"Bagaimana caranya tetap ramping sambil menjadi lebih kuat dan terbentuk?"
Dan dari situlah perjalanan Flaminggo Era-ku dimulai. 🦩
🦩 APA ITU FLAMINGGO ERA?
Flaminggo Era bukan sekadar tentang ingin memiliki bentuk tubuh tertentu.
Ini adalah fase ketika aku mulai belajar merawat diriku kembali.
Aku tidak sedang berusaha mengembalikan tubuh lama.
Aku sedang membangun tubuh yang baru.
Tubuh yang pernah mengandung.
Tubuh yang pernah melahirkan.
Tubuh yang pernah menyusui.
Tubuh yang mungkin sekarang memiliki bentuk yang berbeda.
Dan tubuh itu tetap pantas dirawat.
Tetap pantas diperkuat.
Tetap pantas dicintai.
Aku ingin tubuh yang terlihat baik ketika bercermin, tetapi juga terasa kuat ketika menjalani kehidupan sehari-hari.
Aku ingin bisa bergerak dengan lebih nyaman.
Aku ingin postur lebih tegap.
Aku ingin tubuh terasa lebih stabil.
Dan aku ingin merasa lebih percaya diri tanpa harus membenci bagian tubuhku yang berubah.
Aku tidak sedang mengejar tubuh yang sempurna.
Aku sedang membangun hubungan yang lebih baik dengan tubuhku sendiri.
PROGRAM OLAHRAGAKU DI RUMAH
Tujuanku
Aku ingin:
- Paha lebih berisi dan kuat.
- Bokong lebih terbentuk.
- Lengan lebih kencang.
- Perut lebih kuat dan tidak terlalu lembek.
- Postur tubuh lebih tegap.
- Area dada terlihat lebih tegap karena otot dada, bahu, dan punggung lebih kuat.
- Tubuh terasa lebih stabil.
- Tubuh terasa lebih nyaman ketika bergerak.
- Tidak melakukan bulking besar-besaran.
- Tidak memaksakan cardio berat.
- Tidak melakukan sit-up karena membuat perutku sakit.
Aku ingin tetap ramping, tetapi memiliki tubuh yang lebih kuat dan terbentuk.
Bukan semakin kecil.
Tetapi semakin kuat.
PRINSIP UTAMAKU
Aku akan memulai dengan perlahan.
Aku tidak perlu langsung melakukan banyak ronde.
Untuk awal, 2 ronde setiap latihan utama sudah cukup.
Aku akan memperhatikan teknik dan tidak terburu-buru.
Aku tidak harus sampai kelelahan.
Aku juga tidak perlu membandingkan kemampuanku dengan orang lain.
Kalau aku masih bisa berbicara dalam kalimat pendek ketika berolahraga, intensitasnya cukup nyaman.
Kalau napasku terlalu terengah-engah, aku akan mengurangi intensitas.
Aku akan belajar mendengarkan tubuhku.
Aku tidak sedang menghukum tubuhku.
Aku sedang membangun tubuhku.
SENIN
LOWER BODY + BOKONG
Pemanasan — sekitar 7 menit
- Jalan di tempat — 1 menit
- Shoulder roll — 30 detik
- Arm circle — 30 detik
- Hip circle — 30 detik
- Leg swing ringan — 30 detik setiap kaki
- Bodyweight squat ringan — 10 kali
- Glute bridge — 10 kali
- Tarik napas perlahan — 1 menit
Latihan Utama
1. Bodyweight Squat
10–12 repetisi
Turunkan tubuh perlahan dan jaga lutut tetap searah dengan jari kaki.
2. Glute Bridge
12–15 repetisi
Angkat panggul perlahan dan kencangkan bokong di bagian atas tanpa melengkungkan pinggang secara berlebihan.
3. Reverse Lunge
8–10 repetisi setiap kaki
Jika masih sulit, aku boleh berpegangan pada dinding atau kursi yang kokoh.
4. Donkey Kick
10–12 repetisi setiap kaki
5. Side-Lying Leg Raise
10–12 repetisi setiap kaki
6. Calf Raise
15 repetisi
Lakukan 2 ronde.
Pendinginan
- Quad stretch
- Hamstring stretch
- Glute stretch
- Child's pose
- Napas perlahan
SELASA
LENGAN + DADA + PUNGGUNG
Latihan ini bertujuan membangun kekuatan tubuh bagian atas sehingga lengan lebih kuat dan postur menjadi lebih tegap.
Pemanasan
- Jalan di tempat — 1 menit
- Shoulder roll — 30 detik
- Arm circle kecil — 30 detik
- Arm circle besar — 30 detik
- Wall push-up — 10 kali
- Cat-cow — 8 kali
- Napas perlahan — 1 menit
Latihan Utama
1. Wall Push-Up
10–12 repetisi
Kalau sudah semakin kuat, aku bisa berkembang menjadi incline push-up menggunakan meja yang kokoh.
2. Bent-Over Row dengan Botol Air
10–12 repetisi
3. Shoulder Press dengan Botol Air
10–12 repetisi
4. Biceps Curl dengan Botol Air
10–12 repetisi
5. Triceps Extension dengan Botol Air
10–12 repetisi
6. Wall Angel
8–10 repetisi
Lakukan 2 ronde.
Pendinginan
- Chest stretch
- Shoulder stretch
- Triceps stretch
- Upper-back stretch
- Napas perlahan
RABU
RECOVERY + MOBILITAS + CORE RINGAN
Hari ini bukan hari untuk memaksa tubuh.
Aku ingin memberikan kesempatan kepada tubuh untuk bergerak dengan nyaman sekaligus memulihkan diri.
Pemanasan
- Jalan di tempat — 2 menit
- Shoulder roll — 30 detik
- Hip circle — 30 detik
- Cat-cow — 8 kali
Core Ringan
1. Deep Abdominal Breathing / Abdominal Activation
Berbaring dengan lutut ditekuk.
Tarik napas dengan nyaman.
Ketika mengembuskan napas, aktifkan bagian bawah perut dengan lembut, seolah-olah perut ingin bergerak mendekati tulang belakang.
Tidak perlu menarik perut sekuat mungkin.
Jangan menahan napas.
Lakukan 5–10 kali.
2. Pelvic Tilt
5–10 repetisi
Gerakkan panggul perlahan untuk membantu meratakan punggung ke lantai, kemudian kembali ke posisi netral.
3. Bird Dog
8 repetisi setiap sisi
4. Dead Bug versi ringan
6–8 repetisi setiap sisi
Jika perut terasa sakit atau muncul tonjolan/doming di bagian tengah perut, aku akan menghentikannya.
Mobilitas
- Hip flexor stretch
- Hamstring stretch
- Child's pose
- Chest opening
Kalau ingin, aku bisa menambahkan jalan santai 15–30 menit.
Tidak perlu cepat.
KAMIS
LOWER BODY + BOKONG
Pemanasan
- Jalan di tempat — 1 menit
- Hip circle — 30 detik
- Leg swing — 30 detik setiap kaki
- Side step — 1 menit
- Squat ringan — 10 kali
- Glute bridge — 10 kali
- Napas perlahan — 1 menit
Latihan Utama
1. Sumo Squat
10–12 repetisi
2. Romanian Deadlift dengan Botol Air
10–12 repetisi
Gerakkan pinggul ke belakang dengan punggung tetap netral.
3. Reverse Lunge
8–10 repetisi setiap kaki
4. Glute Bridge
12–15 repetisi
Tahan 1–2 detik di bagian atas.
5. Fire Hydrant
10–12 repetisi setiap sisi
6. Standing Side Leg Raise
10–12 repetisi setiap sisi
Lakukan 2 ronde.
Pendinginan
- Quad stretch
- Hamstring stretch
- Figure-four stretch
- Hip flexor stretch
- Napas perlahan
JUMAT
FULL BODY + CORE AMAN
Hari ini aku menggabungkan beberapa gerakan dari tubuh bagian atas, bawah, dan core.
Pemanasan
- Jalan di tempat
- Arm circle
- Hip circle
- Squat ringan
- Wall push-up
- Glute bridge
- Napas perlahan
Latihan Utama
1. Squat
10 repetisi
2. Wall Push-Up / Incline Push-Up
8–12 repetisi
3. Glute Bridge
12 repetisi
4. Bent-Over Row dengan Botol Air
10–12 repetisi
5. Reverse Lunge
8 repetisi setiap kaki
6. Bird Dog
8 repetisi setiap sisi
7. Dead Bug versi ringan
6–8 repetisi setiap sisi
Lakukan 2 ronde.
Pendinginan
Stretching seluruh tubuh sekitar 5–7 menit sambil memperhatikan napas.
SABTU
RECOVERY RINGAN
Awalnya aku ingin menjadikan Sabtu sebagai latihan bokong lagi.
Tetapi aku menyadari bahwa tubuh juga membutuhkan waktu untuk memulihkan diri.
Jadi Sabtu tidak harus menjadi hari latihan kekuatan.
Aku bisa memilih:
Jalan santai 15–30 menit
atau
Stretching ringan 5–10 menit
atau bahkan istirahat sepenuhnya kalau tubuh terasa lelah.
Aku tidak perlu merasa bersalah ketika beristirahat.
Istirahat juga bagian dari latihan.
MINGGU
REST DAY
Minggu adalah hari istirahat.
Tidak perlu melakukan latihan kekuatan.
Aku boleh berjalan santai atau melakukan stretching ringan jika ingin.
Tetapi aku tidak harus melakukan apa pun.
Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri.
Karena otot bukan hanya dibangun ketika aku berolahraga.
Tubuh juga membutuhkan pemulihan setelahnya.
AKU TIDAK AKAN MEMAKSA SIT-UP
Aku pernah mencoba sit-up.
Tetapi setiap kali melakukannya, perutku terasa sakit.
Jadi aku tidak akan memaksakan diri hanya karena menganggap sit-up adalah latihan perut yang wajib.
Ada banyak cara lain untuk melatih core.
Aku bisa menggunakan:
- Deep abdominal activation
- Pelvic tilt
- Bird dog
- Dead bug versi ringan
- Glute bridge
- Latihan postur
Kalau suatu latihan membuat perut terasa sakit atau muncul tonjolan/doming di tengah perut, aku akan berhenti atau menggunakan gerakan yang lebih ringan.
Aku tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun.
Tubuhku sudah memberi tahu bahwa gerakan itu tidak nyaman.
Aku akan mendengarkannya.
TENTANG PERUTKU SETELAH MELAHIRKAN
Setelah kehamilan dan melahirkan, bentuk perut memang dapat berubah.
Jaringan dan otot perut juga dapat mengalami perubahan, termasuk pelebaran jaringan di antara otot perut.
Salah satu hal yang perlu kuperhatikan ketika berolahraga adalah munculnya doming, yaitu bagian tengah perut terlihat menonjol atau seperti membentuk kubah ketika melakukan gerakan tertentu.
Karena itu aku tidak akan mengejar latihan perut yang berat.
Tujuanku bukan mendapatkan perut yang sangat rata.
Aku ingin:
Core yang lebih kuat + postur yang lebih baik + tubuh yang lebih stabil.
Kalau perutku menjadi lebih kuat dan terlihat lebih tertahan, itu sudah menjadi kemajuan.
Apakah Perutku Bisa Lebih Terbentuk?
Aku percaya tubuhku bisa berubah menjadi lebih kuat dan lebih terbentuk melalui latihan yang konsisten.
Tetapi aku tidak ingin menetapkan bahwa perut yang indah harus selalu benar-benar rata.
Tubuh perempuan tidak harus terlihat seperti foto yang sudah dipilih dan diedit di media sosial.
Aku hanya ingin perutku menjadi lebih kuat.
Aku ingin ketika bergerak, tubuhku terasa lebih stabil.
Aku ingin posturku lebih baik.
Dan kalau dari waktu ke waktu bentuk perutku juga menjadi lebih rapi, aku akan mensyukurinya.
TENTANG PAYUDARAKU SETELAH MENYUSUI
Ini mungkin salah satu bagian tubuh yang paling terasa berubah setelah aku menjadi seorang ibu.
Payudara sendiri tidak memiliki otot yang dapat dilatih.
Tetapi otot dada, bahu, dan punggung bisa diperkuat.
Karena itu aku melakukan:
- Wall push-up
- Incline push-up
- Bent-over row
- Shoulder press
- Wall angel
Latihan tersebut tidak akan mengembalikan jaringan payudara seperti sebelum hamil dan menyusui.
Tetapi postur yang lebih baik dan otot bagian atas tubuh yang lebih kuat dapat membantu keseluruhan area tubuh terlihat lebih tegap.
Aku juga belajar menerima bahwa perubahan ini adalah bagian dari perjalanan tubuhku.
Tubuhku pernah mengandung.
Tubuhku pernah melahirkan.
Tubuhku pernah menyusui.
Aku tidak ingin membenci tubuh yang telah melakukan semua itu untukku.
AKU TIDAK INGIN SEMAKIN KURUS
Karena tubuhku memang cenderung kurus dan aku sulit menaikkan berat badan, aku tidak ingin olahraga membuatku kehilangan berat badan lagi.
Aku tidak ingin mengejar tubuh yang semakin kecil.
Aku ingin tetap ramping, tetapi lebih padat, kuat, sehat, dan terbentuk.
Jadi aku tidak akan melakukan diet ketat.
Aku akan tetap makan dengan cukup.
Aku membutuhkan:
Karbohidrat + protein + lemak + sayur/buah.
Sumber protein yang bisa kupilih antara lain:
- Telur
- Ayam
- Ikan
- Daging
- Tahu
- Tempe
- Susu
- Yogurt
- Kacang-kacangan
Aku tidak perlu takut makan hanya karena mulai berolahraga.
Kalau berat badanku naik sedikit karena tubuh menjadi lebih berisi dan kuat, itu bukan kegagalan.
Justru itu bisa menjadi bagian dari tujuanku.
Aku tidak mengejar:
"Semakin kurus semakin bagus."
Aku mengejar:
"Ramping tetapi lebih padat."
PROGRES LATIHANKU
MINGGU 1–2
Aku akan fokus mengenal gerakan dan membangun kebiasaan.
2 ronde sudah cukup.
Aku akan menggunakan beban ringan seperti botol air.
Aku tidak perlu mengejar repetisi sebanyak mungkin.
Aku hanya perlu belajar melakukan gerakan dengan baik.
MINGGU 3–4
Kalau tubuh sudah terasa lebih kuat, aku bisa meningkatkan latihan sedikit demi sedikit.
Misalnya:
10 repetisi menjadi 12.
Atau botol air yang digunakan dibuat sedikit lebih berat.
Aku tidak perlu meningkatkan semuanya sekaligus.
SETELAHNYA
Kalau latihan sudah terasa terlalu mudah, aku bisa:
- Menambah sedikit beban.
- Menambah beberapa repetisi.
- Memperlambat gerakan.
- Atau menambah satu ronde.
Tetapi aku akan melakukannya secara bertahap.
Sedikit lebih sulit dari sebelumnya sudah cukup.
TUBUHKU TIDAK HARUS MENJADI SANGAT KURUS
Aku mulai memahami bahwa tubuh yang sehat tidak selalu berarti tubuh yang sekurus mungkin.
Aku ingin tetap ramping.
Tetapi aku juga ingin memiliki otot.
Aku ingin paha dan bokong lebih kuat.
Aku ingin lengan lebih kencang.
Aku ingin punggung lebih kuat.
Aku ingin berdiri lebih tegap.
Aku ingin tubuhku terasa lebih kokoh.
Jadi kalau suatu hari angka timbangan bertambah tetapi tubuhku terlihat lebih padat dan aku merasa lebih kuat, aku tidak akan langsung menganggapnya sebagai sesuatu yang buruk.
Aku tidak sedang mengejar angka timbangan.
Aku sedang membangun tubuh.
TENTANG TINGGI BADANKU
Aku pernah mendapatkan hasil pengukuran tinggi badan yang berbeda.
Karena itu aku akan mengukur dengan cara yang sama setiap kali:
- Tanpa alas kaki.
- Tumit menempel pada dinding.
- Tubuh berdiri tegak.
- Kepala berada dalam posisi netral.
- Menggunakan alat yang sama jika memungkinkan.
Olahraga tidak dapat membuat tulang orang dewasa menjadi lebih panjang.
Tetapi latihan kekuatan, core, punggung, dan postur dapat membantu tubuh berdiri lebih tegak.
Aku boleh menyukai tubuh yang terlihat tinggi.
Tetapi aku tidak akan menjadikan angka tinggi badan sebagai ukuran harga diriku.
KAPAN AKU HARUS BERHENTI?
Aku ingin belajar membedakan antara rasa lelah karena berolahraga dan rasa sakit yang merupakan tanda tubuh tidak nyaman.
Aku akan mengurangi atau menghentikan latihan apabila:
- Muncul rasa sakit.
- Perut terasa tertarik atau nyeri.
- Perut bagian tengah terlihat menonjol seperti kubah/doming.
- Muncul tekanan berat ke bawah pada panggul.
- Terjadi kebocoran urine.
- Tubuh terasa sangat tidak nyaman.
- Napas menjadi terlalu terengah-engah.
Aku tidak perlu memaksakan diri.
Kalau nyeri perut saat latihan terus terjadi, semakin berat, atau ada keluhan lain yang mengkhawatirkan, aku akan mencari penilaian tenaga kesehatan.
Mendengarkan tubuh bukan berarti lemah.
Itu adalah bagian dari merawat diri.
PERJALANAN INI BUKAN TENTANG MENGEMBALIKAN TUBUH LAMA
Mungkin dulu aku berpikir bahwa setelah melahirkan aku harus mendapatkan kembali tubuhku yang lama.
Sekarang aku mulai berpikir berbeda.
Aku tidak sedang mengembalikan tubuh lama.
Aku sedang mengenal tubuh yang baru.
Tubuh yang pernah membawa seorang anak selama berbulan-bulan.
Tubuh yang telah melewati persalinan.
Tubuh yang pernah menyusui.
Tubuh yang mungkin sekarang memiliki bentuk yang berbeda.
Dan tubuh itu tetap pantas dirawat.
Aku tidak perlu malu karena tubuhku berubah.
Aku hanya ingin membantunya menjadi lebih kuat.
SATU HAL YANG PALING PENTING
Aku tidak sedang berusaha menghukum tubuhku karena berubah setelah melahirkan.
Aku sedang merawat tubuh yang sudah bekerja sangat keras untukku.
Aku tidak harus terburu-buru.
Aku tidak harus langsung memiliki tubuh seperti perempuan di media sosial.
Aku tidak harus melakukan latihan yang menyakitkan.
Aku tidak harus menjadi semakin kurus.
Aku hanya perlu konsisten.
Hari ini sedikit.
Besok sedikit.
Lama-lama menjadi kuat.
Aku ingin tubuh yang bukan hanya terlihat bagus ketika bercermin,
tetapi juga terasa kuat ketika menjalani hidup.
Aku ingin belajar berdamai dengan bagian tubuhku yang berubah.
Aku ingin membangun kembali kekuatan yang mungkin sempat hilang.
Aku ingin menjadi lebih sehat tanpa membenci diriku sendiri.
Karena sekarang aku tahu:
Aku tidak sedang mengejar tubuh yang sempurna.
Aku sedang membangun hubungan yang lebih baik dengan tubuhku sendiri. ❤️
Dan mungkin itulah arti sebenarnya dari Flaminggo Era.
Bukan menjadi perempuan yang sempurna.
Bukan kembali menjadi perempuan yang dulu.
Tetapi menjadi perempuan yang lebih kuat, lebih sehat, lebih sadar akan tubuhnya, dan lebih sayang kepada dirinya sendiri.
🦩 This is my Flaminggo Era.
Ramping.
Kuat.
Sehat.
Tegap.
Bertumbuh.
Dan berdamai dengan tubuh sendiri. ❤️