30 Y.O



Masih tidak menyangka ya umur udah kepala tiga banyak hal yang aku hadapi dan juga lalui,ada hal yang terpaksa yang harus di lalui dan pada akhirnya mau gag mau juga di jalani, karena sudah di titik pasrah dan menyerahkan semua kepadanya. Ada juga hal yang sesuai rencana kita dan yang pasti banyak kejutan entah kesedihan dan kebahagiaan menjadi bonusnya.


Di umur ke 30 ini banyak yang aku ambil pelajaran, yaitu mulai mencintai diri sendiri, memperlakukan diri sebaik mungkin dan bahkan memberi treatmen untuk diri dan orang lain memperlakukan kita, karena itu termasuk cara memperlakukan diri kita sebaik mungkin. Pernah dengar perkataan bahwa saat kita umur 30, kita akan menjadi baru diri kita dengan versi terbaik , mungkin ini yang aku rasakan. Selalu belajar untuk bahagia dan melihat semua lebih tenang dan bijaksana, melati emosional question lebih tinggi dalam menghadapi hidup, lebih empati pada diri dan sesama manusia, berfikir sebelum bicara dan bertindak, mengukur setiap hal agar pantas dan sesuai porsi dan memulai berdamai dengan keadaan.


Aku menemukan nasehat yang indah " hal yang tidak bisa kita rubah adalah pikiran atau omongan orang lain tentang kita , maka biarkanlah, yang bisa kita kendalikan hanya diri kita sendiri jadi fokuslah dengan perbaikan diri dan memperlakukan diri kita dengan sebaik-baiknya" dari sini aku sadar bahwa selama ini aku terlalu memikirkan hal yang tidak bisa aku rubah , sama seperti menggengam erat namun percuma hanya membuang energi, yang seharusnya aku bisa simpan atau aku gunakan untuk hal yang lebih positif contohnya memikirkan semua aspek di hidupku tentang hubunganku dengan tuhan dan merawat diriku ,hati dan otakku dengan baik.



"Lakuin apapun yang kamu takutkan , karena dari situ kita tau diri kita sebenarnya , jangan membatasi dirimu dengan ketakutan (kasian dirimu ) kamu harus berani , sayangi dirimu , kamu berhak maju" aku sangat bersyukur sekali kata-kara nasehat baik selalu menghampiriku selalu membuat aku lebih berfikir, selama ini aku hanya merasa terbelenggu dari rasa traumaku dengan ketakutan yang memenuhi alam bawah sadarku yang membuat semua nasehat dengan maksud dan tujuan yang sama tidak bisa aku cerna dengan baik tapi sekarang beda sepertinya sedikit terbuka bila aku mencerna semua itu dengan kelogisan, mungkin seiring berjalannya waktu aku banyak belajar dan aku lebih merasakan ke relate an dan dampaknya, ya walaupun belum sepenuhnya aku sembuh setidaknya aku sedikit lebih tenang jalani semuanya, aku merasa lebih sadar dan alam bawah sadarku lebih tenang dan berani, mungkin benar semua harus di paksa agar kita tau dan juga terbiasa. 


Lebih dari itu aku lebih tenang jalani hariku, sepertinya selama hidupku aku terlalu di penuhi dengan kepanikan dan kegiatan yang tidak ada jeda waktu untuk diriku sendiri, aku sekarang bisa mengevaluasi hal yang selama ini aku lalui dan menemukan kenyamanan untuk menjadi diriku sendiri dengan versi ontetik atau khas diriku yang pasti aku senang dan nyaman dengan itu semua. 


Bila aku memflashback semua dari windy yang dulu kecil di mana ia masih takut dengan sekitar atau anti sosial, bahkan untuk komunikasi aja takut (walau sekarang masih gitu tapi sekarang aku lebih sedikit tenang tentang itu semua) dulu bahkan aku bicara saja tidak berfikir karena yang memenuhi pikiranku hanya takut dengan lawan bicaraku jadi yang aku bicarakan hanya respon yang ada di kepalaku, tanpa aku tau ilmunya berkomunikasi bahwa setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda dan harus hati-hati dalam berkata, tetang jangan sampai kita terpengaruh menjadi bodoh atau pemarah, karena yang aku ketahui sekarang banyak orang manipulatif dan banyak pula orang yang berbicara hanya karena inner trauma pada dirinya yang tidak baik-baik saja. Kadang aku bersyukur jadi pendiam karena senjata paling baik hanya itu agar tidak menjadi masalah yang lebih besar walau kadang diampun jadi masalah.



Andai aku bisa minta maaf aku ingin meminta maaf pada semua orang yang dulu pernah berinteraksi denganku, karena aku tidak bisa merespon seperti apa yang mereka harapkan karena aku terlalu pendiam dan penakut, semoga mereka bisa memaklumi dan tidak menganggap itu suatu keburukan, karena di hati kecilku aku tidak ingin seperti itu.


Hal yang sangat membuat aku beruntung adalah saat aku menyadari kalau itu adalah hal yang negatif, walau aku tidak sepenuhnya berani, namun aku yakin sedikit demi sedikit aku bisa mencicil langkah berani, ya Allah bantu aku, beri aku kekuatan untuk hal yang aku niatkan, selalu aku libatkan apapun engkau di hidupku, tiada daya dan upaya tanpa ridho dan bantuanmu maka tolong bantu dan mudahkanlah aku dan urusanku, Aamiin yaa Robbal Alamin. 



0 Comments:

Posting Komentar