Semua itu perlu di tata agar punya tujuan dan berjalan dengan proses dan hasil yang memuaskan. Dalam hidup apapun yang kita lalukan harus kita tata dan memiliki konsep yang jelas serta konsisten dalam hal itu. 


Pertama dari diri kita, konsep apa yang kita rencanakan dari diri kita, konsep kebaikan kemudian muhasabah dan revisi bila salah atau tambahi hal baru setiap kita menemukan hal yang perlu kita revisi dan tambahi.


Tentang semesta yang tak bisa kita kendalikan, hanya timbal balik hukum alam yang ada, maka sebaiknya kita melakukan yang terbaik yang kita bisa, kita siapkan segala hal dengan sebaik-baiknya . Termasuk persiapan hadapi, apa yang akan terjadi.


Dalam hidup kita perlu istirahat sebentar menyepi dan menjauh dari segala hiruk pikuk keadaan yang kadang membuat kita penat. Bermeditasi tenangkan diri. Afirmasi positif setiap hari. Jalanilah hari dengan doa dan sebaik-baiknya agar kita merasa puas jalani setiap hari dengan berkah dan makna yang indah. 


Kemudian tentang pengendalian diri saat emosi, hal yang tidak bisa kita kendalikan terkadang, selalu ingatkan diri untuk berdzikir dan berfikir terang.  


Berfikirlah positif kapanpun itu walau di saat kita dalam kondisi yang tidak baik, karena itu doa dan yang akan memperngaruhi kita di detik selanjutnya serta fase selanjutnya. Hidup kadang penuh uji, kita harus selalu tenang hadapi segala hal apapun itu , serahkan pada Allah agar lebih ringan hadapi itu semua.

Percayalah bila ada yang tidak baik di hari dan diri kita maka ada yang lerlu di perbaiki dalam ibadag kita terhadap Allah.

Semoga Allah membuat tenang diri kita dalam keadaan apapun 😊🙏

View Post

 


Hay blog apa kabar ?

Seperti biasa aku hanya ingin menasehati diriku sendiri di sini dengan menulis. Sekarang sudah mulai musim hujan. Banyak hal yang jarang aku ceritakan di sini. Seperti biasa aku masih sama seperti diriku yang dulu, keadaan mungkin banyak berubah dari aku yang sudah menikah dan sudah pindah tempat mengajar semuanya sangat aku nikmati dan penuh dengan warna di hidupku. Bahagia dan bersyukur itulah kata yang tepat yang bisa aku gambarkan untuk ini semua.


Banyak hal yang aku syukuri dan banyak pula yang aku ambil pelajaran. Memang benar hidup itu terlalu menyakitkan bila kita berharap dan berekspetasi tinggi atas setiap hal yang bukan kehendak kita. Berharap sesuatu yang tak semestinya kita harapkan akan menimbulkan rasa sakit tersendiri. Mungkin aku lebih sering membicarakan nasehat perbaikan diri dari mengatur pola pikir atau tentang bersikap namun itu tak lebih hanya untuk menasehati diriku sendiri yang masih perlu banyak berbenah. 


Aku suka keheningan, suka dengan setiap hal yang aku mau lakukan, aku suka melihat hal baru yang belum pernah aku lihat, aku suka mengonsep apa yang bisa aku atur, apa yang aku lakukan sepeleh tapi banyak orang yang mengatakan itu aneh 🙄 Tapi apa pedulinya ini buatku senang. Hidup itu terlalu sakit bila kita terlalu peduli omongan orang dan terlalu sakit pula berharap untuk apapun menjadi seperti yang kita mau.


Kita masih bisa tersenyum menikmati setiap detik dan menghirup oksigen demi memancing racun masalah keluar dari benak kita. Ya..benar hidup seolah membuat drama sendiri yang terkadang tak bisa kita kendalikan, yang bisa kita perbuat adalah melakukan yang terbaik. Jika bicara membuatmu banyak salah diamlah  dan bertindaklah sebaik mungkin.


Dalam hidup terkadang kita banyak di kecewakan dan banyak pula kita yang berfikir negatif. Tapi mungkin benar bila setiap hal itu tak mungkin ada asap bila ada api, bisa jadi perasangka atau mungkin  memang kronologinya demikian. Entah apapun itu berusahalah sebaik mungkin, afirmasi yang positif setiap pagi. Pedulilah pada dirimu dulu baru orang lain. Itulah cara menghargai dirimu sendiri.


Terkadang pengaruh luar juga dapat mempengaruhi diri, jadi harus benar-benar kosisten/istiqomah di saat-saat itu. Aku benci sekali suatu hal yang berkonotasi negatif,  dan semua orang aku yakin juga demikian. Hidup kadang punya cerita yang tidak bisa kita katakan/jelaskan, karena kadang keadaan tak berpihak pada kita, mungkin dengan mendekat sang kuasa kita lebih bisa mengontrol apa yang akan kita lakukan, karena  kewarasan saat bertindak perlu ketenangan pikiran dan ketenangan hati dan itu kita dapat saat ibadah/lebih dekat dengannya (karena saat itu pikiran kita sedang ada di titik 0). 


Hidup adalah pembelajaran dan tantangan yang tidak pernah ada habisnya, jalani dan selalu meminta kekuatan kepada Allah, agar kuat menghadapi berbagai rintangan. Lakukan yang terbaik versi dirimu dan kerjakan apapun itu sebaik mungkin karena akan membuat kita jadi lebih bisa menghargai waktu dan diri kita sendiri. Hidup masih terus berjalan pastikan dirimu bahagia dan apa yang kamu lakukan selalu dalam ridho Allah setiap harinya agar hidupmu lebih penuh berkah dari-Nya 


Sampai jumpa dengan cerita dan nasehat diri, selalu ingat bahagia dan pancarkan pancarkan energi positif 😃😉

View Post

 


Ya Allah terimakasih telah banyak mengingatkanku, Banyak hal yang aku lalui, Banyak hal yang terjadi.

Ya Rabb.. Bantulah hamba jadi hamba-Mu yang paling dekat. Aku rindu.. Rindu sekali dengan-Mu. Aku telah banyak lupa. Terimakasih untuk pelajaran hari kemarin, itu tamparan yang sangat keras untuk bantu aku lebih baik.

Semoga aku bisa menjadi wanita yang lebih baik lagi, menjadi wanita yang sholihah, menjadi istri yang sholihah, menjadi anak yang sholihah yang menjadi penyelamat orang tuaku.

Yaa Rabb .. Entah kenapa hari ini, apa mungkin karena aku sedang sendiri di sini, semua terasa sepi. Bantulah aku menjadi lebih dewasa dan lebih tenang hadapi apapun.

Terimakasih untuk semua yang ada di hidupku. Semua begitu indah dan baik penuh dengan makna mewarnai hariku.

Yaa Rabb tolong jagalah aku , jagalah orang yang aku sayangi dan menyayangiku. Berikan kebaikan dan keberkahan dalah hidupku. Yaa Rabb.. Ampunilah aku. Ridhoilah harapan dan doaku.Yaa Rabb yang maha kaya lagi maha segalanya, mohon berkahilah hariku aamiin yaa Robbalallamin..

View Post

 

Hay .... Sayang apa kabar hari ini ?

Bunda yakin kamu baik-baik saja di sana 😊. Kamu tidak perlu khawatir ya sayang, bunda dan ayah sudah ikhlas sabian di sana, karena bunda yakin sabian di sana sangat aman karena di temenin sama malaikat-malaikat Allah yang baik 😇

Sabian.. Walau kamu tidak lama berada di perut bunda yaitu 10 mingguan tapi bunda sangat senang bisa ada di waktu-waktu itu dengan bian, maafkan bunda ya sayang karena kekurangan bunda jadi sabian jadi seperti ini, tapi ingat selalu sayang apapun yang Allah takdirkan insya Allah itu yang terbaik, sabian anak yang baik dan sholih jadi sepertinya surga sudah tidak sabar di tempati sabian. Bunda tidak ingin sabian sakit terus dan Allah punya jawaban yang terbaik ini sayang, bunda yakin sabian ikhlas juga di sana, sabar ya sayang kita bertemu lagi suatu saat doakan ayah dan bunda bisa masuk surga agar bisa bertemu bian di sana,aamiin yaa Rabb

Sabian.. Nama yang bunda cari sama ayah buat kamu, penuh dengan makna yang mendalam untuk kebaikan semua orang dan doa bagi dirimu di sana nak 😊. Sabian (Ibrani) berarti Tuan Rumah di surga. Bunda yakin sabian sekarang sudah di surga menunggu bunda dan ayah serta adik-adik sabian nantinya, bunda dan ayah akan berusaha sebaik mungkin memperbaiki diri agar bisa bertemu bian nanti di surga serta tidak lupa bunda dan ayah akan merawat dan mendidik adik-adik bian dengan baik. 

Terimakasih bian sudah ada memberi  bunda banyak hikmah atau pelajaran bagi bunda agar bunda lebih sayang pada diri bunda yaitu menjaga nutrisi bunda dan mengolah pikiran bunda dengan baik agar bunda bisa lebih baik lagi kedepannya karena itu semua akan menjadi kebaikan untuk diri bunda dan setiap orang di sekitar bunda juga, terimakasih sayang sudah memberikan bunda pengalaman yang banyak bunda jadi tau rasanya mengandung,  bunda dan ayah jadi lebih bisa lebih menghargai lagi jasa nenek-nenek sabian. Terimaksih sayang untuk semuanya. Banyak sebenarnya yang mengaharapkan sabian namun takdir berkata lain tapi ingat sayang apapun itu takdir Allah adalah yang terbaik. 

Bunda, yakin sabian adalah salah satu malaikat Allah yang di kirim di hidup bunda dan ayah agar bunda bisa lebih baik lagi kedepannya terimakasih sayang. Semoga tenang dan selalu bahagia di sana, we love you sabian .. Malaikat kecil yang sangat baik 😘

Allah terimakasih untuk semuanya bantu hamba-Mu ini jadi lebih baik, mudahkanlah semua yang sulit ,ya Rabb berkahilah hidup kami , tolong jaga dan bahagiakan sabian di sana, aamiin yaa Rabb.

View Post


Hay hari ini ..
Entahlah sampai kapan wabah ini ada, semoga cepat musnah dari dunia. Aamiin yaa Allah. Semakin kesini aku berfikir, apa sudah mendekati akhir zaman ya? Sudah banyak tanda-tandanya. Kejahatan sudah banyak, banyak fitnah, dan banyak lagi. Kalau melihat kasus positif covid 19 jadi mikir lagi data itu benar atau tidak. Apa cuma di buat-buat agar semua orang takut, denger-denger populasi manusia di batasi dengan adanya covid 19 ini, entahlah banyak yang membuat hal yang ada di otak. Mulai dari teori konspirasi/hipotesa konpirasi atau apalah itu. Di fikir-fikir ada benernya semua jadi terkait. Apalagi akan ada kemunculan vaksin dll, pikiranku langsung terkait sama masalah imunisasi dan  KB dan lain-lain.

Entahlah pikiranku tidak bisa fokus dengan hal-hal yang masih dalam tanda tanya itu. Jangan jadikan apa yang di pajang tentang positif covid dll itu menjadikan kita takut dll akan tetapi buatlah kita jadi waspada, pengertian takut dan waspada itu beda, sampai di sini paham kan ya maksudku hehehe... Jangan takut ataupun panik karena itu akan membuat imun kita menurun, banyak ikhtiar dengan menjaga kesehatan dan kebersihan dan banyak berdoa semoga semua ini cepat berakhir.

Yang di atas hanya intermezo 🙏🤭

Jangan pelit !
Allah itu baik. Baiikkk banget...Ngasih kita waktu yang sangat lama buat kita hidup. Ngasih kita kesempatan untuk kita bisa bernafas dengan normal setiap detiknya . Nikmat sehat itu indah kalau kita hayati itu semua. Bayangkan bagaimana yang lain berjuang melawan sakit. Sedangkan kita sehat sekali.

Bermuhasabahlah setiap hari.Iya... selalu sisakan waktu untuk bermuhasabah ..Jangan jadi pelit. Untuk ibadah.. waktu yang kita punya banyak sekali, kesehatan yang kita lebih lama, coba bandingkan saja dengan diri kita berapa lama kita sakit dan sehat.  Berapa banyak Allah kasih kempatan kita agar bisa bernafas dan bandingkan berapa lama waktu yang kita gunakan untuk ibadah dan untuk hal yang tidak berguna.

Yuk jangan memubadzirkan waktu..
Yuk jangan pelitkan waktu untuk ibadah..
Kita tidak tau umur kita sampai kapan. Kita tidak tau kapan kita sakit atau sampai kapan kita sehat. Jadikan waktumu untuk selalu bermanfaat dan untuk ibadah. Jangan sia-siakan waktu karena takkan kembali lagi. Hidup cuma sekali jadikan yang terbaik. Jangan jadi pelit untuk menyisahkan sedikit waktumu untuk ibadah untuk Allah yang memberimu waktu dan kesempatan-kesempatan yang patut engkau syukuri. Yuk.. berbenah.. jadi pribadi yang lebih baik, bismillah.. berjuang menjadi hamba yang Allah cintai. Mengejar cinta Allah itu indah dan syadu.

Apalagi ini bulan ramadhan pahalanya akan berkali-kali lipat, yuk manfaatin ini semua.
Ya Allah jadikanlah kami hambaMu yang taat akan perintahMu, aamiin yaa robbalAlamin. 🤲

Ini hanya sekedar cara menasehati dan memotivasi diri sendiri 😊


View Post


Apa yang bisa di lakukan seorang introvert. Menurutku seorang introvet suka sekali menyendiri buka tidak suka dengan bersosial akan tetapi energi seorang introvert di kumpulkan saat ia menyendiri. Saat mereka menyendiri mereka menemukan berbagai ide di ketenangan sepi itu.

Apalagi saat lock down seperti ini, inilah yang di sukai seorang introvert, menurutku seorang introvert menyukai sekali berbicara dengan dirinya sendiri dan menasehati diri sendiri di kalah ia merenung mereka sedang mengadu pikirannya membicarakan apa yang sedang ia fikirkan. Semenarik itu....

Aku suka dengan keadaan yang tenang. Menurutku menyendiri adalah meditasi seorang introvert. Menikmati menjadi introvert adalah hal yang membuat kita merasa kalau ketenangan itu lebih dari segalanya dan patut untuk di syukuri.

Hari ini aku ingin berbicara dengan diriku sendiri, dalam hidup kesabaran itu sangat perlu. Menurutmu bagaimana ? Tidak nyambung  sih, ini hanya motivasi 😁

View Post

 



Dalam hidup ujian datang sebagai cara kita belajar memaknai hari
Menemukan hikmah yang ada
Hari ini aku terfikir tentang sesuatu hal yaitu cara pandang 
Manusia memiliki cara pandang dan cara berfikir berbeda

Cara pandang juga kadang harus di latih agar tidak berperasangka buruk atau seperti halnya buruk atau meremehkan suatu hal

Kadang benar kita harus berdamai dengan keadaan tapi kadang juga kita tidak seperti demikian karena terlalu terpaku dengan keadaan yang menyiksa hari kita, hidup tergantung bagaimana kita memandang dan sekeras apa kita harus bisa berfikir positif atas hal itu.

Entahlah, harus berfikir seperti apa dengan realita yang bermuka dua. Mungkin dengan cerdasnya kita memilah milih apa yang seharusnya kita respon dengan baik dan tidak. Kemudian juga tentang apa yang harus kita fikiran( pedulikan) atau tidak.

Intinya kita harus bertarung dengan positif thinking saat menghadapi cara pandang yang bermasalah di hidup kita.
View Post

 


Aku senang menikmati hujan
Di saat hujan begitu sepi
Pernah kah kamu merasa sendiri 
Tidak ada yang memahami 
Tapi bukan salah juga 
Karena kita tidak bisa membuat semua orang memahami kita 
Hidup jangan pernah ingin untuk di pedulikan, karena sangat mengecewakan
Bagaimana kita bisa bertahan
Bila apa yang terjadi menjadikan kita orang yang tidak di pedulikan
Seperti kodratnya manusia ingin selalu di pedulikan atau merasa di anggap 
Semua orang ada rasa seperti demikian dan keinginan untuk selalu di anggap ada
Aku sekarang sepertinya merasakan tapi entahlah apa ini hanya pikiran negatifku saja , kadang susah mencoba positif .
Ku serahkan pada-Mu ya Allah.
Apapun yang terjadi aku yakin itu yang terbaik 

View Post

 


Istilah baper atau kebawah perasaan sering di kaitkan dengan cinta, namun bukan ini yang ingin saya tulis. Singkatnya , saya kemarin mengalami kejadian yang tidak mengenakkan di mana orang bicara tidak di jaga dan menurut saya tidak ada faedah apalagi membawa manfaat. 

Bicara tentang demikian memang terkadang membawa ego masing-masing, saya kadang salut dengan orang yang bicara sopan dan enak buat di dengar serta adem di terima fikiran dan hati. Bicara sopan, bicara sopan itu apasih ? Bicara yang adem di dengar dan di cerna. Kemudian apalagi ? Bicara pada tempatnya dan membawa manfaat serta tidak ada pihak yang merasa tersakiti.

Masalahnya orang yang tidak menghargai etika bicara kadang malah membully bahkan mengakatakan orang yang mereka sakiti itu terlalu baper nyatanya tidak sama sekali.

Yang aku tau di sini orang yang tidak suka. sukanya menjelekan kita di hadapan oranglain, yang kadang kalau di fikir tidak ada faedah dan manfaatnya. Entahlah aku bingung memikirkan ini. Hmmm....
View Post
 

Nasihat yang Aku Telan Mentah-mentah, dan Harga yang Harus Kubayar. Ada fase dalam hidup di mana kita tidak lagi bertanya, “Apa yang salah denganku?”
melainkan mulai bertanya, “Apa yang sebenarnya salah dari ajaran yang kuterima?”
Aku sampai di fase itu sekarang. Terlambat? Mungkin. Tapi jujur.

Ada kalimat yang sejak kecil terdengar seperti kebenaran mutlak. Diulang oleh orang tua, guru, lingkungan, bahkan dibungkus dengan moral dan agama. Aku menelannya mentah-mentah. Aku hidup dengannya. Dan aku membayar mahal.

Dan yang bikin melelahkan: nasihat-nasihat ini terdengar bijak, tapi kalau ditelan mentah-mentah justru menggerus diri pelan-pelan—terutama ke orang sensitif, empatik, dan tumbuh tanpa perlindungan emosional.


1. “Bersikap baiklah walaupun kamu disakiti”

Kalimat ini terdengar luhur. Dewasa. Bermoral.
Tapi tidak ada yang memberitahuku satu hal penting:

> Kalimat ini tidak pernah dibuat untuk melindungi orang baik.

Kalimat ini dibuat agar:
  • korban tetap diam
  • pelaku tidak pernah ditegur
  • konflik tidak perlu dihadapi
Aku tumbuh dengan keyakinan bahwa marah itu salah, membela diri itu egois, dan menarik batas adalah tanda tidak dewasa. Maka aku belajar bertahan. Mengalah. Memaklumi. Bahkan saat hatiku remuk. Ironisnya, orang-orang yang menyakitiku tetap merasa dirinya benar. Karena aku baik-baik saja. Karena aku tidak ribut. Karena aku tetap sopan.
Aku baru sadar belakangan:

> Kebaikan tanpa batas bukanlah kebajikan, tapi undangan untuk diinjak.

Menjadi baik seharusnya berarti tidak menyakiti orang lain dan tidak membiarkan diri sendiri disakiti. Tapi bagian kedua itu selalu dihilangkan.


2. “Nikah muda biar jauh dari zina”

Kalimat ini juga terdengar sederhana. Seolah semua masalah moral bisa diselesaikan dengan satu langkah: menikah.

Padahal:
zina adalah perilaku
pernikahan adalah komitmen hidup

Menggunakan pernikahan sebagai solusi moral adalah penyederhanaan yang berbahaya, terutama bagi perempuan.

Tidak ada yang bertanya:
  • sudah siapkah mentalnya?
  • sudah pulihkah lukanya?
  • sudah setarakah posisi kuasanya?
  • sudah mandirikah secara emosi dan finansial?
Yang penting sah.
Lalu ketika pernikahan tidak berjalan bahagia, narasinya berubah:

  • istri harus sabar
  • perempuan harus menjaga rumah tangga
  • yang penting anak

Sekali lagi, beban jatuh ke orang yang sama.
Aku baru mengerti sekarang:

> Pernikahan bukan solusi moral, tapi keputusan sadar yang butuh kesiapan utuh.

3. Berprasangka Baik pada semua orang

Berprasangka baik kepada semua orang adalah nilai yang indah. Itu menunjukkan hati yang tidak sinis dan tidak penuh dendam. Namun, di titik tertentu aku belajar satu hal penting: berprasangka baik tidak sama dengan membuka akses tanpa batas ke dalam hidupku.

Berprasangka baik adalah pilihan hati.
Menjaga batas adalah bentuk tanggung jawab pada diri sendiri.

Kini aku belajar satu keseimbangan baru:
Hatiku tidak lagi curiga pada semua orang, tapi aku juga tidak menyerahkan diriku sepenuhnya pada siapa pun. Aku mengamati, merasakan, dan memberi jarak ketika diperlukan—tanpa rasa bersalah. Karena menjadi orang baik seharusnya tidak membuatku kehilangan diriku sendiri.

Berprasangka baiklah pada semua orang, tapi jangan pernah menganggap semua orang itu baik.


4. “Sabar itu ada pahalanya”

🔴 Yang sering disembunyikan:
Sabar dijadikan alasan untuk tidak menegur pelaku dan membiarkan ketidakadilan berulang.

🟢 Versi sehat:

> Sabar itu menahan diri dari reaksi destruktif, bukan bertahan di situasi yang melukai.

Kalau sabar membuatmu:
  • makin kecil
  • makin takut
  • makin tidak dihargai
itu bukan sabar, itu menekan diri.


---

5. “Namanya juga keluarga”

🔴 Ini sering dipakai untuk:
  • membatalkan luka
  • menghapus batasan
  • memaksa memaafkan tanpa perubahan
🟢 Versi sehat:

> Keluarga tetap harus tunduk pada batas hormat.

Hubungan darah tidak otomatis membenarkan perilaku menyakitkan.



6. “Jangan baper, kamu terlalu sensitif”

🔴 Ini bukan nasihat, ini gaslighting.
Perasaanmu diperlakukan sebagai masalah, bukan sinyal.

🟢 Versi sehat:

> Sensitif itu kemampuan merasakan, bukan kelemahan.

Yang bermasalah bukan rasamu, tapi orang yang tidak mau bertanggung jawab atas dampaknya.



7. “Ikhlaskan saja”

🔴 Ikhlas sering dipaksakan sebelum luka diproses.

Akibatnya:
  • luka dipendam
  • marah beralih jadi menyalahkan diri
  • tubuh lelah, jiwa mati rasa
🟢 Versi sehat:

> Ikhlas datang setelah dipahami, bukan sebelum.



8. “Jangan egois” (saat kamu mulai jaga diri)

🔴 Ini kalimat favorit saat kamu:
  • bilang tidak
  • menarik jarak
  • berhenti menolong
🟢 Versi sehat:

> Merawat diri bukan egois, itu tanggung jawab pribadi.

Egois itu mengambil tanpa peduli dampak, bukan menjaga batas.




9. “Semua sudah kehendak Tuhan”

🔴 Kalimat ini sering:
  • menghentikan pertanyaan
  • mematikan kritik
  • membungkam ketidakadilan

🟢 Versi sehat:

> Iman tidak menghapus akal dan tanggung jawab manusia.

Menerima hidup bukan berarti berhenti melindungi diri.

---

10. “Kamu harus kuat”

🔴 Ini sering berarti:
  • jangan nangis
  • jangan ngeluh
  • jangan minta tolong
🟢 Versi sehat:

> Kuat itu tahu kapan bertahan, dan kapan mencari dukungan.


---

11. “Orang baik pasti dibalas baik”

🔴 Ini setengah mitos yang berbahaya.
Dunia tidak selalu adil, dan orang baik sering jadi target.

🟢 Versi sehat:

> Jadilah baik dengan batas, bukan polos tanpa perlindungan.

Kenapa nasihat ini berbahaya?

Kalau kamu:
  • patuh
  • reflektif
  • ingin benar
  • cenderung menyalahkan diri duluan
Nasihat ini tidak netral.
Ia lebih aman dipraktikkan oleh orang yang:
  • punya kuasa
  • berani melawan
  • Tidak mudah diserang
Bagi orang people pleaser, ia jadi jerat.


---

12. “Menurunkan standar supaya dapat apa yang kita mau”

➡️ Kalimat ini tidak salah, tapi sangat berbahaya kalau tidak dibedakan konteksnya. Masalahnya orang yang terbiasa mengalah & people pleaser hampir selalu menurunkan standar yang SALAH.
Pertanyaan kunci sebelum “menurunkan standar”
Ini filter paling penting:

> Yang diturunkan itu standar, atau harga diri?

Karena dua hal ini berbeda total.


Menurunkan standar yang salah
“Nggak apa-apa aku nggak dihargai, nanti juga berubah.”
“Aku nggak boleh terlalu banyak maunya.”

Ini bukan menurunkan standar.
Ini mengabaikan kebutuhan dasar manusia: aman, dihormati, setara.

Menyesuaikan standar yang sehat
“Aku bisa menerima kekurangan, tapi bukan pelecehan.”
“Aku fleksibel soal detail, bukan soal nilai inti.”

Ini kedewasaan, bukan pengorbanan diri.

Kenapa postingan2 itu sering menyesatkan?
Karena dibuat seolah:
  • standar = ego
  • punya kebutuhan = ribet
  • ingin dihargai = terlalu menuntut
Padahal seringnya: ➡️ orang yang tidak mau berproses ingin kamu menurunkan batas supaya mereka tetap nyaman.

Kalimat yang lebih aman seharusnya berbunyi:

> “Kita boleh menyesuaikan ekspektasi,
tapi tidak boleh menurunkan nilai diri.”

Kenapa ini penting , Karena pola lama:
  • cepat merasa “aku kebanyakan maunya”
  • cepat menyalahkan diri
  • lebih takut kehilangan orang daripada kehilangan diri sendiri
Post semacam itu mudah menarikmu kembali ke pola lama. Dan mungkin sekarang kamu sudah cukup sadar untuk berhenti sebentar dan bertanya. Itu kemajuan besar.

Kalau sesuatu “didapat” dengan:
  • kamu mengecil
  • kamu memaklumi luka
  • kamu menahan diri terus-menerus
maka yang kamu dapat bukan keinginanmu,
tapi versi hidup yang kembali mengorbankanmu.

Menurunkan standar” itu bisa berarti 2 hal yang BERBEDA

1️⃣ Menurunkan standar = menurunkan HARGA DIRI (INI SALAH)
Ini yang sering terjadi tanpa disadari.
Artinya:
  • menerima perlakuan yang melukai
  • menoleransi ketidakhormatan
  • memaklumi sikap kasar, meremehkan, dingin
  • mengorbankan kebutuhan emosional demi “yang penting dapat.
👉 Ini bukan kedewasaan.
Ini self-abandonment (meninggalkan diri sendiri).


2️⃣ Menurunkan standar = menyesuaikan EKSPEKTASI (INI SEHAT)
Ini yang sebenarnya dimaksud oleh nasihat yang benar.
Artinya:
  • berhenti mencari yang sempurna
  • menerima kekurangan manusiawi
  • fleksibel di hal yang bukan nilai inti
👉 Ini kedewasaan emosional.



Filter sederhana sebelum menerima nasihat
Setiap kali dapat nasihat, tanya ini dalam hati:

1. Apakah ini melindungi martabatku?
2. Apakah ini membiarkan orang lain terus menyakitiku?
3. Apakah ini menuntutku menghapus diri demi disebut baik?

Kalau jawabannya:
  • ya → hati-hati
  • ragu → jangan telan
  • tidak → boleh dipertimbangkan


Penutup: Memilih Diri Bukan Berarti Menjadi Jahat

Sekarang bukan melawan nilai. Aku akhirnya memilih yang memanusiakanku.

Aku dulu mengira bahwa menjadi baik berarti selalu mengalah, selalu mengerti, dan selalu menyesuaikan diri. Aku percaya semua orang akan berlaku adil jika aku cukup sabar. Nyatanya, tidak semua orang menyambut kebaikan dengan niat yang sama. Ada yang justru melihatnya sebagai celah.

Di sinilah batasan diri menjadi penting.
Batasan bukan tanda aku berubah menjadi dingin atau jahat. Batasan adalah cara aku menjaga diriku tetap utuh. Aku masih bisa berprasangka baik, tanpa harus mengiyakan semuanya. Aku masih bisa bersikap sopan, tanpa harus mengorbankan harga diri.

Aku Tidak Bodoh, Aku Taat
Ada masa aku menyebut diriku bodoh karena mempercayai semua ini.
Tapi setelah kupikir lebih jujur, aku tidak bodoh. Aku hanya:
  • ingin menjadi anak yang baik
  • ingin diterima
  • ingin hidup benar

Aku taat pada sistem yang tidak pernah mengajarkanku cara melindungi diri.
Dan kesadaran ini tidak datang tanpa rasa marah. Ada duka di sana. Duka atas versi hidup yang mungkin bisa kupilih jika aku diberi informasi yang utuh sejak awal.
Memilih Ulang Kebenaran
Sekarang aku tahu:
  • aku boleh baik dan tegas
  • aku boleh bermoral tanpa menderita
  • aku boleh menolak ajaran yang melukaiku
Aku tidak sedang memberontak. Aku sedang memulihkan kompas hidupku sendiri.
Dan mungkin, tulisan ini bukan hanya tentang aku.
Mungkin ada banyak orang di luar sana yang lelah menjadi baik sendirian.
Jika kamu salah satunya, ketahuilah:

> Kesadaran bukan pengkhianatan. Ia adalah bentuk kedewasaan paling jujur.

Mungkin setelah membaca ini, ada yang menganggapku keras. Ada yang merasa aku kurang bersyukur. Ada pula yang berpikir aku sedang menyalahkan masa lalu.

Padahal tidak.
Aku hanya akhirnya berani mengatakan bahwa tidak semua ajaran yang diwariskan layak diteruskan tanpa disaring. Bahwa menjadi baik tidak seharusnya menuntut penghapusan diri. Bahwa hidup bermoral tidak identik dengan hidup menderita.

Kesadaran ini memang datang setelah banyak yang terlanjur terjadi. Tapi lebih terlambat lagi jika aku terus berpura-pura tidak tahu.

Tulisan ini bukan ajakan untuk membenci nilai lama, melainkan keberanian untuk memilih ulang mana yang benar-benar memanusiakan.

Jika kamu membaca ini sambil merasa tidak nyaman, mungkin karena ada bagian dirimu yang juga pernah menelan nasihat yang sama — dan diam-diam membayar harganya.

Dan jika kamu membaca ini sambil mengangguk pelan, ketahuilah: kamu tidak sendirian.
Memilih diri sendiri bukan bentuk kejahatan. Ia adalah bentuk kejujuran paling sunyi — dan paling dibutuhkan.

Apa ada lagi mungkin bisa di tambah...
View Post