Hay ini tentang fokus menjadi diri sendiri, fokus tentang hakmu sebagai manusia untuk di hargai, fokus untuk bahagiamu lupakan sakit yang ada, bahagiakan dirimu, kamu layak bahagia dan di sikapi baik dengan orang lain (asal kamu bersikap baik juga ya) dan punya batas biar tidak keluar jalur atau tidak se enaknya sendiri, By the way tadi saya bilang juga kan tentang hak ya di situ juga kita harus tahu tentang melakukan kewajiban sebelumnya kalau ingin hak kita terpenuhi. Jaga lisan karena itu adalah doa. Fokus pada diri sediri adalah bersyukur dengan apa yang ada . ( ini ibarat abstrak kalau ngerjain skripsi)
Malam ini hujan+listrik mati, kebetulan belum tidur entah kenapa .Kalau saya sekarang nulis udah hari jum'at tanggal 23 febuari 2018 jam 00:21 tapi biasanya postingan kalau mosting jam segini tanggalnya bakal beda, mungkin blogernya berpusat di amrik apa eropa ya ah tau lah pokoknya luar negeri jadi beda waktu, ngomong kayak gini karena pernah pengalaman posting tengah malem hehehe...
02:00-03:00
Hari ini pikiran saya sangat berantakan sekali, sepertinya bener semakin dewasa semakin banyak saja masalah yang ada dan semakin tinggi pula level kesulitannya, jujur saja masalah yang paling menonjol adalah saya terlalu overthink sama omongan orang yang menilai atau menyimpulkan buruk atau tidak sesuai fakta tentang diri saya, saya lelah, penat, pusing dan suntuk hadapi ini rasanya butuh piknik ke jepang apa korea gitu (hahaha... Ngayal) hmm... Taulah mood lagi buruk , emang bener mood cewek itu gampang banget kacau apalagi saya pwarahhh.... Yah.. Hidup ini ... Kalau boleh teriak pengen teriak tapi nanti di kira gila, tiap hari cuma bisa nangis, sedih aja rasanya tapi gag bisa di ungkapkan gimana rasanya, ya Allah aku cengeng banget, hidup emang harus kuat. (Lebay)
Shubuh yang hujan ..
Hai .. apa kabar ?
Sejauh ini dalam menikmati hari yang Allah anugerahkan banyak hal yang saya dapat pelajari dari hikmah yang ada. Malam ini saya berfikir keras tentang apa yang saya sudah jalani di hidup ini dan tentang masa depan saya nanti entahlah mungkin hampir tiap hari dalam tiap malam saya selalu berfikir keras atau memikirkan terlalu dalam semua hal ini, yang kadang membuat ritme tidur saya tidak teratur bahkan ini sesudah sholat magrib mata saya tidak bisa di ajak kompromi, begitu berat sampai membuat saya tidak peduli waktu dan tempat, seperti halnya dulu saat saya daftar SBMPTN di Surabaya tidur di kos orang sampai tidak peduli tidur gitu aja sangking capeknya jadi lupa kalau itu kamar orang sampai orangnya tidur di kamar sebelah, dan sekarang hampir tiap hari seperti ini entah banyak fikiran atau apa karena yang saya fikir juga percuma karena kuncinya cuma jangan terlalu berlebihan dalam berfikir dan juga usaha bertindak, tidur awal gini bukan juga karena saya kecapekan, asli dari tadi pagi tidak ada aktifitas berat yang saya lakukan ya mungkin saya terlalu pemikir, saya ingat 3 hari yang lalu bertemu dengan teman ibu saya, teman ibu saya orangnya bisa lihat aura orang gitu dan kebetulan dia lihat saya katanya saya orangnya sangat keras pada diri saya terlalu ambisius pada pendirian saya, kalau di fikir-fikir sebenernya saya hanya mencoba realistis dari apa yang saya jalani bukan keras ya tapi saya merasa saja terkadang apa yang saya jalani penuh aturan yang beda dengan target atau tujuan saya, cara pandang dan pola pikir saya dalam memilih apa yang ingin saya jalani yang kadang sulit saya terima karena berbeda dari harapan dan prinsip saya, entahlah itu salah atau tidak, sulit menjelaskan pada orang yang tidak atau tidak pernah di posisi yang sama mungkin itu intinya.
Saya bahagia ...
Saya bahagia bukan karena kaya tapi bila saya hanya merasa cukup dan seketika itu Allah beri rasa syukur di hati saya, karena terkadang hati yang kurang bahagia karena jarang bersyukur.
Saya bahagia bila saya selalu mencoba belajar memahami apa yang telinga saya anggap itu buruk namun pemikiran saya selalu saya coba untuk sebaliknya walau sulit tapi saya akan mencoba dengan merubah sudut pandang dan cara berfikir saya dalam merespon sesuatu.
Saya bahagia bila saya tau rasa sedih itu selalu saja menyakitkan dan mengecewakan jadi saya harus berhati-hati dalam bersikap dan bertutur agar apa yang saya ucapkan ataupun sikap saya tidak membuat orang lain salah paham dan membuat saya salah paham, mencoba memahami bahwa setiap orang punya pengaruh yang berbeda dan juga di pengaruhi hal dan lingkungan yang berbeda..
Saya bahagia bila saat saya memahami sesuatu dan semoga saya benar-benar bisa memahami. belajar dan sabar dalam memahami suatu hal yang ada di hidup saya, hidup ini misteri penuh dengan tanda tanya, kita hidup di tekankan selalu harus berfikir keras untuk perasangka baik karena fitnah meraja rela, miskin moral dan etitut , lupa membaca diri sendiri dan lebih membaca orang lain yang kita hanya tau sekilas dan menyimpulkan sendiri.
Saya bahagia ...
Karena saya banyak belajar dari hidup tentang zaman yang semakin parah dan semakin ramai permusuhan seakan-akan hidup mengomentari hidup orang itu sah-sah saja, padahal itu tidak layak untuk di lakukan, yang bisa saya pahami saat hal itu menimpa saya adalah saya harus bisa sabar dan memahami bahwa saya hidup di zaman orang hobby ngepoin, menyimpulkan dengan sok tau dan mengomentari dengan se enaknya sampai lupa intropeksi diri, di sini buat saya berfikir lagi untuk menemukan solusi bahagia dengan saya harus mencoba pahami mereka ,berfikir postif bisa jadi mereka butuh di perhatikan salah penafsiran tentang diri saya sehingga mereka tidak suka terhadap saya dan lain-lain dan saya harus bisa sabar dan berdoa karena saya yakin doa lah yang bisa sadarkan mereka dan doa pula balasan yang sangat berharga bagi mereka, karena kadang bahagia itu tentang ridho atas apa yang terjadi, ridho adalah sabar dan sabar adalah tentang memahami. Jadi sabar bukan lemah, bahagia sebenarnya adalah tentang memahami sesuatu yang buruk di mata dan apa yang kita rasa mengecewakan. Jadi bahagia itu tentang memahami
Komitmen itu tentang prinsip setiap orang mempertahan apa yang menjadi pilihan contohnya aja cita-cita kayak kita itu sejauh mana mempertahankan apa yang menjadi harapan dan apa yang kita inginkan dulu, komitmen juga bisa di masukan dalam hal pengemukan badan atau diet janji sama diri sendiri buat gag makan banyak atau makan banyak sehari min 3 kali atau gag gitu komitmen saat nikah atau komitmen saat ngomong sama orang entah itu jaga rahasia atau janji ma orang ya komitmen itu selalu ada dan memang sudah jadi harus buat di tepatin dan di lakuin karena itu apa yang kita pilih. Melakukan komitmen tanpa Ketulusan itu gag ada artinya, kemudian ini juga tentang perjuangan dalam mempertahankannya.
Perjuangan dan ketulusan adalah dua hal yang tidak berpisah karena jika perjuangan hasilnya mengecewakan maka ketulusan sangat di perlukan, begitupun jika hasilnya membahagiakan dan tidak ada ketulusan maka itu pamrih dan tidak ada kesungguhan.
Di manapun ketusan sangat penting, karena ketulusan lebih dari segalanya saat melakulan apapun, ketulusan tentang keikhlasan, lapang dada, sabar dan pasrah maka ,yang salah adalah saat kita berjuang sendiri dan dia tidak, apalagi kalau udah komit sebisa mungkin emang harus tetap dan di pertahankan buat di tepatin kalau berhenti sama aja itu bukan namanya komitmen kadang orang labil dalam hal ini bisa aja melunturkan apa yang menjadi pilihan dalam komitmennya.
tumben ya ngomong gini hahhaa... iyanih lagi muncul aja tiba-tiba di benak pengen ngomong sendiri tentang komitmen .... komitmen haduuuhh... tinggi banget ya bahasanya...yaudahlah ,, selesai bahas komitmennya hahahha






















