Hari ini saya merasa waktu begitu cepat, kata orang kalau kita berfikir demikian berarti begitu jahatnya kita menyia-nyiakan waktu. Kemudian kata orang kiamat  sudah semakin dekat, waktu juga sepertinya lebih singkat, kalau di fikir-fikir iya juga ya, kemarin nonton TV saat lihat BIMK sudah banyak yang tanda-tandanya. 


Apalagi saat ramadhan gini berasa sekali cepatnya udah 17 hari ramadhan menemani tapi apa yang saya kumpulkan dalam memanfaatkan ramadhan ini sangat-sangat kurang, baru 5 juz yang terbaca akibat sering tiba-tiba mengantuk apa efek obat , iya dari kemarin sakit tapi alhamdulillah sudah agak mending kayaknya pengaruh musim atau tubuh adaptasi sama puasa apalagi sering minum es dan gorengan atau gimana๐Ÿ˜ฃ, Astagfirullah, tapi itu bukan alasan tapi mungkin karena kurang niat atau kurang persiapan, saya teringat saat lihat video yang saya dapatkan dari Grup Whatsapp, video itu membahas tentang menjalankan ibadah puasa itu seperti atlet yang ingin menjadi juara, butuh banyak persiapan dari jauh-jauh hari contohnya saat seorang atlet akan menjalani lomba kejuaraan pasti ia latihan tidak mungkin atau mustahil tanpa latihan atlet itu akan menang, bahkan yang dengan latihan saja belum tentu menang, ya sama dengan ramadhan ini pasti penuh dengan tantangan bila kita ingin mendapatkan kemenangan saat hari kemenangan tiba, ya seharusnya dari awal sebelum ramadhan kita pemanasan puasa sunnah, baca al-qur'annya teratur menambah jumlah ayat dari hari ke hari hingga saat ramadham tiba kita tidak asal ngebut. Apalagi saat ramadhan ini semua amal di lipat gandakan siapa yang tidak berlomba-lomba memanfaatkan bulan ini pasti rugi, bulan istimewa yang beda dengan bulan-bulan lainnya. Jadi sangat sayang bila di sia-siakan, apalagi kita hidup di dunia ini tidak tahu sampai kapan, apakah bisa bertemu dengan bulan ini lagi atau tidak, apakah amal kita sudah banyak tentu masih sedikit, apalagi kalau di banding sama nikmat Allah yang di berikan kepada kita yah... kita malah jarang sekali bersyukur apalagi ibadah ๐Ÿ˜ข. Saya jadi teringat saat membaca artikel ada salah satu point yang menurut saya sangat menarik yaitu " manfaatkan waktumu karena yang di dalam kuburpun ingin di beri waktu walau hanya sedetik, hanya untuk melakukan sujud untuk menambah pahala, karena saat sudah di alam kubur kesempatan untuk hidup bahkan untuk mengumpulkan amal saja sudah tidak bisa, kata terlambat itulah sudah menjadi kata penyesalan bagi mereka yang di dalam kubur mungkin yang ingin di katakan bagi mereka kepada kita yang masih hidup ( andai aku masih hidup sepertimu memiliki badan sehat serta banyak kesempatan untuk beramal dan mengumpulkan pahala akan aku gunakan untuk bersujud dan meminta ampun kepada Allah atas semua dosaku dan menggunakan waktuku untuk ibadah sepenuhnya, bukan dengan menyia-nyiakan sedetik demi detik hanya untuk hal-hal yang tidak berguna bahkan dengan menambah dosa, andaikan satu detik itu bisa di ulang aku ingin mengulanginya untuk ibadah sebagai peringan azab kubur dan siksa nerakaku karena waktu yang Allah berikan dulu tidak aku gunakan dengan baik, andaikan bisa di ulang  aku ingin memanfaatkan waktu itu dengan beribadah dan bersedekah) sedangkan kita yang masih hidup di dunia ini malah kadang menyia-nyiakan bahkan berbuat dosa"

Semoga dengan datangnya ramadhan ini menjadi awal kita berubah untuk lebih memanfaatkan waktu yang Allah beri ini, dan bukan hanya di ramadhan ini tapi juga setelah ramadhan dan seterusnya. Saya jadi teringat kata-kata "orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dan dari hari demi hari juga bertambah lebih baik lagi" jadi kita harus benar-benar memanfaatkan hari demi hari untuk selalu memperbaiki diri menambah jumlah amal dari hari ke hari semakin bertambah jumlah pahala yang kita kumpulkan karena kita tidak tau sampai mana batas umur kita. Seperti ayat- ayat ini :

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?” [al-Munรขfiqรปn/63:10]

Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang adzab kepada mereka, maka orang-orang yang zalim berkata : “Ya Rabb kami, berikanlah tangguh kepada kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan-Mu dan akan mengikuti rasรปl-rasรปl”. (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa kamu sama sekali tidak akan binasa ? [Ibrรขhรฎm/14: 44]

Juga dalam firmanNya:

๏บฃَ๏บ˜َّ๏ปฐٰ ๏บ‡ِ๏บซَ๏บ ๏บŸَ๏บŽ๏บ€َ ๏บƒَ๏บฃَ๏บชَ๏ปซُ๏ปขُ ๏บ๏ปŸْ๏ปคَ๏ปฎْ๏บ•ُ ๏ป—َ๏บŽ๏ปَ ๏บญَ๏บِّ ๏บ๏บญْ๏บŸِ๏ปŒُ๏ปฎ๏ปฅِ ๏ปŸَ๏ปŒَ๏ป ِّ๏ปฒ ๏บƒَ๏ป‹ْ๏ปคَ๏ปžُ ๏บปَ๏บŽ๏ปŸِ๏บคً๏บŽ ๏ป“ِ๏ปด๏ปคَ๏บŽ ๏บ—َ๏บฎَ๏ป›ْ๏บ–ُ ۚ ๏ป›َ๏ป َّ๏บŽ ۚ ๏บ‡ِ๏ปงَّ๏ปฌَ๏บŽ ๏ป›َ๏ป ِ๏ปคَ๏บ”ٌ ๏ปซُ๏ปฎَ ๏ป—َ๏บŽ๏บ‹ِ๏ป ُ๏ปฌَ๏บŽ ۖ ๏ปญَ๏ปฃِ๏ปฆْ ๏ปญَ๏บญَ๏บ๏บ‹ِ๏ปฌِ๏ปขْ ๏บ‘َ๏บฎْ๏บฏَ๏บฅٌ ๏บ‡ِ๏ปŸَ๏ปฐٰ ๏ปณَ๏ปฎْ๏ปกِ ๏ปณُ๏บ’ْ๏ปŒَ๏บœُ๏ปฎ๏ปฅَ
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir 
itu), hingga apabila kematian mendatangi 
salah seorang dari mereka, dia berkata: “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat melakukan amal saleh pada segala yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja, dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. [al-Mukminรปn/23: 99-100]

Kemudian surat tentang waktu yang tidak lengkap rasanya bila tidak di kaitkan juga.

ูˆَุงู„ْุนَุตْุฑِۙ
"Demi masa."
[QS. Al-'Asr: Ayat 1]

 ุงِู†َّ ุงู„ْุงِู†ْุณَุงู†َ ู„َูِู‰ْ ุฎُุณْุฑٍۙ
"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,"
[QS. Al-'Asr: Ayat 2]

 ุงِู„َّุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆْุง ูˆَ ุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตّٰู„ِุญٰุชِ ูˆَุชَูˆَุงุตَูˆْุง ุจِุงู„ْุญَู‚ِّ   ۙ ูˆَุชَูˆَุงุตَูˆْุง ุจِุงู„ุตَّุจْุฑِ
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."
[QS. Al-'Asr: Ayat 3]

Ya memahami surat Al-Ashr ini maka kita bisa ambil pelajaran bahwa kita harus gunakan waktu sebaik-baiknya , agar kita tidak rugi. Tiba-tiba juga saya teringat lagunya Raihan judulnya demi masa. Ya searching dulu ya biar agak ngena gitu di baca dan momentnya hehee... gag hafal ☺๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜

๐ŸŽถDemi masa sesungguhnya manusia kerugian

Melainkan yang beriman dan beramal sholeh
Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran

๐ŸŽถGunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal

Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali

๐ŸŽถIngat lima perkara sebelum lima perkara

Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

๐ŸŽถDemi masa sesungguhnya manusia kerugian

Melainkan yang beriman dan beramal sholeh
Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali

๐ŸŽถIngat lima perkara sebelum lima perkara

Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

๐ŸŽถMuda sebelum tua

Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit

๐ŸŽถHidup sebelum mati

(Sebelum lima perkara) Sihat sebelum sakit
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara) Muda sebelum tua

๐ŸŽถKaya sebelum miskin

(Sebelum lima perkara) Lapang sebelum sempit
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara) Hidup sebelum mati
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara) Hidup sebelum mati
(Ingat lima perkara sebelum lima perkara)


Sangat penting bukan waktu itu saya teringat salah satu ayat.

๏ปญَ๏ปฃَ๏บŽ ๏บ๏ปŸْ๏บคَ๏ปดَ๏บŽ๏บ“ُ ๏บ๏ปŸ๏บชُّ๏ปงْ๏ปดَ๏บŽ ๏บ‡ِ๏ปŸَّ๏บŽ ๏ปŸَ๏ปŒِ๏บٌ ๏ปญَ๏ปŸَ๏ปฌْ๏ปฎٌ ۖ ๏ปญَ๏ปŸَ๏ป ๏บชَّ๏บ๏บญُ ๏บ๏ปŸْ๏บ‚๏บงِ๏บฎَ๏บ“ُ ๏บงَ๏ปดْ๏บฎٌ ๏ปŸِ๏ป َّ๏บฌِ๏ปณ๏ปฆَ 
๏ปณَ๏บ˜َّ๏ป˜ُ๏ปฎ๏ปฅَ ۗ ๏บƒَ๏ป“َ๏ป َ๏บŽ ๏บ—َ๏ปŒْ๏ป˜ِ๏ป ُ๏ปฎ๏ปฅَ
Kehidupan dunia ini hanyalah main-main 
dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya ? [al-An’รขm/6: 32]

Ya kehidupan di dunia ini hanya senda gurau, bahkan ada yang mengatakan bahwa dunia adalah neraka bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir dan sebaliknya bagi kampung akhirat. Kalau saya fikir hidup ini juga tentang pilihan yaitu pilihan untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk mengumpulkan amal shaleh atau menyia-nyiakannya karena semua itu di pertanggung jawabkan, kemudian bicara tentang tanggung jawab saya teringat saat saya melihat hafidz indonesia saya sangat terpukau dan terinspirasi dari ucapan ibu bercadar yang mengatakan "setiap anak itu anugerah dari Allah, ia adalah titipan dan titipan itu harus di jaga dengan baik di rawat dengan baik karena esok di akhirat akan di pertanggung jawabkan, dan saya takut saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan baik" itu singkat kata yang ibu bercadar itu ucapakan, masyaAllah mungkin itu jarang terfikir oleh kita dan para ibu-ibu bahwa mendidik anak itu tanggung jawab orang tua yang ada dan di pertanyakan buat apa waktunya dan apa hasil dari tanggung jawabnya selama ini. Dalam hidup ini semua ada tanggung jawabanya bahkan saat memilih calon bagi ayah atau ibu untuk anak kita sudah harus di persiapkan dengan matang apa pendamping itu bisa berdampak dengan baik bagi hidup dunia dan akhirat ? Apa bisa membimbing, menjadi contoh, mendidik dan menjadi madrasah yang baik kelak ? MasyaAllah kalau di fikir-fikir semakin kita belajar dan mengenal islam semakin jatuh cinta kita di buatnya, semua hukum yang ada sangat berdampak positif bagi hidup dan diri kita, bukan mengekang tapi sebaliknya membawa kebaikan kalau kita mau memahaminya dengan baik. islam begitu indah mengatur sebaik-baiknya.

Mengenai tanggung jawab bukan hanya soal hal di atas saja tapi tentang waktu dan anugerah lain yang Allah beri, bisa tentang hak-hak kita sebagai anak terhadap orang tua dan orang sekitar serta bagaiman rezeqi kita yang kita gunakan untuk apa sudah pasti semua hal itu di pertanggung jawabkan, maka dari itu siapkan jawaban yang indah saat Allah menanyakan hal tersebut kelak, jawab dengan mantap kalau kita menggunakan waktu itu dengan sebaiknya, masih ada kesempatan berubah, berubah jangan di tunda karena waktu tidak menunggu kita berubah. Manfaatkan semua dengan baik sebelum terlambat. Gunakan waktumu sebaik-baiknya. Apalagi saat bulan ramadhan ini.

Janganlah setiap keadaan dan segala nikmat membuat kita lalai dalam beribadah, karena waktu tak bisa di ulang. Sibukanlah diri untuk hal-hal kebaikan. Lakukan setiap hal karena dan untuk Allah. Lakukanlah hal pada porsinya dan jangan berlebihan seperti hal di bawah ini sehingga membuat kita lalai.

Imam Ibnu Katsรฎr rahimahullah berkata , “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan para hambaNya yang beriman untuk banyak mengingatNya dan melarang mereka sibuk dengan harta serta anak-anak sampai lupa dzikir. Allรขh juga memberitakan kepada mereka bahwa barangsiapa terlalaikan oleh kesenangan kehidupan dunia dan segala perhiasannya dari tujuan utama penciptaannya yaitu mentaati Rabbnya dan selalu mengingatNya, maka dia termasuk orang-orang yang merugi. Yang merugikan diri mereka sendiri beserta keluarga mereka pada hari kiamat.

” Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allรขh. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. [ al-Munรขfiqรปn/63: 9]

Ya ibadah ya ibadah tanggung jawab ya tanggung jawab, semua berlandaskan karena iman akan membuat tindakan lebih terarah terutana dalam memanfaatkan waktu dan ap yag ada di hidup kita.

Menulis seperti ini membuat saya jadi lebih bisa mengoreksi diri sendiri dan menasehati diri sendiri, karena tanpa kita mengoreksi diri kita sendiri kita takkan tahu letak salah kita, yah.. lebih mengenal diri kita dengan muhasabah, karena memang selamanya kita tidak akan tau letak salah sesungguhnya kalau tidak dari dua faktor yaitu kita sendiri yang menyadari dengan muhasabah dan satu lagi dengan pembicaraan atau koreksi orang tentang kita ( sebagai pengingat atau petunjuk) bahkan kadang seharusnya kita terlebih dahulu mengenali diri kita dengan banyak muhasabah karena penilaian orang lain terhadap kita hanya menilai dari sampul atau sekilas kejadian yang terjadi ( tidak detail tau hidup kita dan apa yang kita alami) dan letak alasan melakukan kesalahan itu di dapat dari kesimpulan kita menyimpulkan perkataan orang lain tentang kita dan apa yang kita alami. saat mengenal diri kita siapa dengan muhasabah, kita jadi lebih paham saat di koreksi orang lain tentang diri kita, kita sendiri yang akan berfikir dan memutuskan dalam menilai pendapat atau perkataan itu salah atau benar karena kita lebih mengenal diri kita, jadi saat menyimpulkan itu salah atau benar kita kaitkan perkataan orang dan apa yang sebenarnya terjadi dan dari  dua faktor itu kita bisa menyimpulkan.  Karena 2 faktor itu harus  di libatkan dalam menilai diri sendiri untuk berubah menjadi manusia lebih baik lagi .

Masalah datang sebagai cara pengingat dan pembimbing dalam hidup kita. Jadi ridholah atas semua yang terjadi, percayalah setelah sabar ada kejutan dan keajaiban yang datang, hidup perlu proses sabar agar kita terbiasa hadapi semua kesulitan kemudian setelah menghadapi kesulitan  lagi dan lagi, semua itu adalah cara Allah membimbing kita menjadi manusia lebih kuat dan lebih kuat, Allah tau kemampuan kita dan Allah ingin menunjukan kalau kita kuat menghadapi itu. Allah takkan biarkan kita sendiri lalui masalah, Allah dekat dengan orang sabar  bahkan mencintainya, berdoalah agar Allah senantiasa memberi kekuatan, dengan sabar dosa kita tercuci sedikit demi sedikit,  saya teringat saat saya melihat video tausiyah tentang seorang ahli ibadah dan ahli musibah, seorang ahli ibadah itu baik karena ia selalu isi harinya dengan ibadah- ibadah dan ibadah, kemudian seorang ahli musibah ia juga baik karena selalu berpegang dengan sabarnya, sabarnya yang mencuci dosanya. Kemudian ada sedikit cerita, pada saat di akhirat seorang ahli ibadah bertanya " kenapa dia derajatnya sama sepertiku bahkan lebih baik dia ? Malaikat menjawab " karena ia adalah ahli musibah, sepanjang hidupnya penuh dengan berbagai cobaan dan selalu kesabaran yang menjadi kekuatannya" maka ahli ibadah berkata " andai aku dulu mengalami masalah pasti aku akan begitu bersyukur dan tidak mengeluh sedikitpun bila ganjarannya seperti ini" dari hal itu semoga kita bisa belajar bahwa setiap hal itu pasti ada hikmah dan kebaikan sesudahnya, dan lebih baik diantara ahli ibadah dan ahli musibah sesungguhnya sebaik-baik adalah keduanya yakni menerapkan keduanya di hidup kita saat kita mengahadapi masalah jadikan sabar sebagai kekuatan dan jadikan ibadah sebagai teman maka ridho dan ikhlas akan menyertai dan meringankan kehidupan dengan masalah-masalah yang ada.

Jadikan ini motivasi agar tidak menjadi pengeluh dan bersyukur atas apa yang terjadi di hidup kita, masalah datang pada setiap orang berbeda dan Allah tau tujuan apa yang Allah niatkan untuk seorang hamba dan Allah tahu kemampuan setiap hamba dan ganjaran kebahagiaanpun ada fasenya bahagia bisa datang di dunia atau di akhirat yang keindahannya tidak bisa di bayangkan bagaimana. Hidup dunia ini dengan masa, dengan kesempatan untuk bisa menggunakan waktu dan semua anugerah yang Allah beri ini dengan baik karena setiap hal yang Allah beri akan di pertanggung jawabkan kelak nanti, maka hargailah setiap hal dan jadikan setiap hal itu bermanfaat dan bernilai pahala di mata Allah, semoga menjadi motivasi bagi kita untuk selalu memeperbaiki diri dan selalu menjadi lebih baik lagi seterusnya dan benar-benar mamanfaatkan hari setiap detik yang Allah anugerhakan dengan baik. Aamiin..aamiin yaa robbalAllamin.

Jadi seorang hamba Allah itu indah nikmat dan mudah apapun itu asal kita taat pasti Allah akan mengabulkan apa yang kita minta, bisa jadi di tunda seandainya tidak di kabulkan pasti Allah menggantikan dengan yang lebih baik karena Allah tau apa yang baik dan tidak untuk seorang hamba itu, nikmati kesabaran dengan taat, nikmati prosesnya dengan ibadah, berdoalah memohon kepadanya dan siap2 bersyukur atas semua yang telah dan sedang terjadi di hidup kita.

Muhasabah hari ini cukup sepertinya semoga bisa menerapkan dan menjadi acuan dalam semangat beribadah dan meningkatkan iman dan amal sholeh, Aamiin aamiin yaa robbalAllamin.

View Post
Ramadhan sudah 14 hari menemani, begitu indah dan damai terasa, semoga saya tidak mengecewakan atau menyia-nyiakan ramadhan tahun ini. Saya banyak belajar dari berbagai hal, banyak kesadaran dan pelajaran kali ini, yakni menghargai segala sesuatu dengan diam. Mendengar dan menghargai.

Saya kadang bersyukur jadi orang pendiam atau introvert saya lebih bisa memahami segala sesuatu dengan mengamati, kadang memang ada hal yang salah saya lakukan itu bukan berarti saya kurang mengamati tapi saya kurang pengalaman, ya maklumlah seorang introvert kurang sekali bersosialisasi jadi kurangnya itu yang kadang bikin introvert saat menghadapi masalah tertentu jadi sedikit salah bertindak.

Hari-hari ini WhatsApp sedikit rame karena aku masuk di grup Introvert lounge jilid 2 dan Diskusi psikolog dan BK, iseng aja sih ikut hal seperti itu tapi Alhamdulillah dapat banyak pengalaman juga di situ banyak pelajaran dari cerita setiap orang dan yang pasti bisa banyak memperlajari karakter setiap orang jadi bisa memahami sedikit cara bersosialisasi dengan orang tertentu, itu bermanfaat banget bagi saya yang introvert, di grup ILJ2  bisa mengambil kesimpulan bahwa setiap orang itu berbeda dan cara menyikapi suatu hal juga beda, seorang ekstrovert tidak akan bisa memahami seorang introvert tapi seorang introvert bisa memahami ekstrovert, bedanya karema seorang introvert lebih kepada pengamatan dan seorang ekstrovert tidak pernah merasakan jadi posisi dan apa yang di alami introvert, di sini bukan saya lebih cendong ke introvert karena saya seorang introvert akan tetapi karena saya mengamati demikian, tapi saya juga banyak belajar dari seorang ekstrovert yakni hidup dengan kepositifan itu yang ingin saya bisa lakukan dan lebih mengambil semua hal sebagai hal positif dan tidak memikirkan apa yang tidak penting, membuat sakit, sedih dan marah dan lain-lain. Kemudian bagaimana seorang eksrovert bisa selalu bersemangat  dalam berbagai hal yaitu bersikap positif yang menyebarkan aura positif bagi setiap orang, yaa.. bersikap ramah dan senyum setiap saat haha.. jujur saja itu sulit di lakukan seorang introvert karena seorang introvert kadang sangking malunya itu bisa diem saja jadi orang yang melihat mengiranya dia sombong, mungkin ada pendapat kalau malu itu ada tempatnya tapi itu tidak berlaku pada introvert, mungkin sebab seorang introvert demikian karena seorang introvert terlalu overthink sama suatu hal, ya mungkin takut responnya tidak enak terus abis nyapa bingung ngomong apa dan lain-lain itu sih mungkin salh satu kendalanya, menurut orang ekstrovert itu hal yang sangat mudah tapi lain ceritanya dengan ekstrovert yang perlu banyak pemikiran.  Ya dari sini belajar buat jadi Ambivert agar bisa balance dalam hidup dan menyikapi apa yang perlu di perbaiki apa yang tidak.
Blog ini segaja banget saya buat untuk tempat muhasabah, cerita dan banyak lagi ...ya pelajaran kali ini saya harus bisa bersikap ramah, bersikap positif dan memikirkan apa yang perlu di pikirkan, bicara yang penting saja dan lebih banyak diam dan mengamati ,,, yupp benar belajar menjadi seorang ambivert agar bisa memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih baik.

Hidup di dunia ini hanya sementara , bersikap baik dan selalu mencoba bersikap yang baik, kepada semua orang , biarpun mereka kadang buruk atau kurang menyenangkan.

Dari sini juga banyak belajar dengan bersikap dengan orang lain harus ramah walaupun kadang malu, dan banyak belajar kalau senyum itu bawah energi positif bagi diri kita dan orang sekitar kita, ya belajar selali tersenyum. Dan itu harus "!! ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Diam
Ingin jadi pendiam tapi hanya untuk kasus yang tidak penting walau kadang terlewatkan padahal diam adalah karakter yang udah mendarah daging buat saya tapi beda kalau sama orang yang udah akrab bisa ngomong banyak saya itulah uniknya intovert, ya mulai sekarang kebih menyamakan karakter ya dan lebih baik lagi dalam bertindak berfikir sebelum bertindak.#Selfremider
Apapun yang sudah terjadi ya sudah saatnya damai dengan segala hal yang mengganggu pikiran dan merusak mood katakan..

Yah sudah !!!
Mau seperti apapun tidak bisa di ubah yang perlu kita lakukan saat ini hanya mengambil hikmah positif dan kesimpulan positif serta memperbaiki apa yang perlu di perbaiki.

Lebih dewasa maknai hari dan lalui hari.
Ini harus ya walau kadang sulit tapi kesulitan akan menjadi biasa saat kita bisa melaluinya secara bertahap dan sabar.

Ridho atas semua yang terjadi
Ridho sangat penting saat kita ridho dan memaafkan apa yang terjadi kita akan bisa damai menghdapi hari selanjutnya, karena kadang kebahagiaan bisa jadi itu ujian dan kesedian bisa jadi itu ujian bahkan anugerah, kadang Allah membuat hal buruk terjadi bisa jadi itu cara Allah menghindarkan dari hal yang lebih buruk. Jadi ridho atas semua yang terjadi akan membuat kita tenang Allah tau apa yang terbaik untuk hamba-Nya, jadi selalu khusnudzon sam Allah .

Bersikap seperti kita ingin di sikapi
Ini catetan banget buat saya agar lebih baik lagi saat bersosialisasi, banyakin senyum, kita hidup di dunia tidak sendiri jadi mau tidak mau harus bersikap sebaik-baiknya walau sabar juga perlu dalam hal ini kadang karena respon yang kita terima kurang mengenakan namun jangan patah semangat selalu berhusnudzon kita tidak tahukan apa yang di alami dan di pikirkan orang tersebut, lakukan kebaikan karena Allah maka akan lebih mudah dan beralasan saat kita melakukan sesuatu.

Doa
Sangat penting apalagi doa anak sholeh/ah kepada orang tuanya, doa adalah cara lebih dekat pada Allah, doa pula tanda kita selalu dekat kepada Allah, banyak manfaat dari doa, doa adalah pekerjaan yang mudah yang membuat Allah semakin sayang pada kita dan banyak lagi doa adalah cara Allah menunjukan kasih sayang-Nya pada kita.  Doa adalah hal paling mujarab dalam hidup, doa membuat kita lebih tenang hadapi hari karena kita yakin Allah selalu ada buat kita. Selalu ingat berdoa. ๐Ÿ˜Š

Catetan : 
Kita memiliki waktu 24 jam dan sholat hanya 5 menit maka gunakan 5 menit itu sebaik-baiknya, ingat hadits ini.
✍๐Ÿป Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:


๏บ‡๏ปฅَّ ๏บ๏ปŸ๏บฎَّ๏บŸُ๏ปžَ ๏ปŸَ๏ปดُ๏บผَ๏ป ِّ๏ปฒ ๏บณِ๏บ˜ِّ๏ปด๏ปฆَ ๏บณَ๏ปจَ๏บ”ً ๏ปฃَ๏บŽ ๏บ—ُ๏ป˜ْ๏บ’َ๏ปžُ ๏ปŸَ๏ปชُ ๏บปَ๏ปผَ๏บ“ٌ، ๏ปŸَ๏ปŒَ๏ป َّ๏ปชُ ๏ปณُ๏บ˜ِ๏ปขُّ ๏บ๏ปŸ๏บฎُّ๏ป›ُ๏ปฎ๏ป‰َ ๏ปญَ๏ปปَ ๏ปณُ๏บ˜ِ๏ปขُّ ๏บ๏ปŸ๏บดُّ๏บ ُ๏ปฎ๏บฉَ، ๏ปญَ๏ปณُ๏บ˜ِ๏ปขُّ ๏บ๏ปŸ๏บดُّ๏บ ُ๏ปฎ๏บฉَ ๏ปญَ๏ปปَ ๏ปณُ๏บ˜ِ๏ปขُّ ๏บ๏ปŸ๏บฎُّ๏ป›ُ๏ปฎ๏ป‰َ.
"Sungguh ada seseorang yang benar-benar mengerjakan shalat selama 60 tahun namun tidak ada yang diterima shalatnya walaupun hanya sekali saja, hal itu mungkin karena dia menyempurnakan rukuk namun tidak menyempurnakan sujud, atau dia menyempurnakan sujud namun tidak menyempurnakan rukuk."
๐Ÿ“š Silsilah ash-Shahihah, no. 2535

View Post

 Hari ini hari yang penuh nasehat dan hikmah ☺ Hari ini saya belajar tentang ikhlas terutama kalau apa yang ada di hidup saya, itu Allah yang punya dan apa yang terjadi di hidup saya dan setiap orang itu Allah yang menentukan, Allah yang berkehendak.


Allah apakah kau cemburu saat saya hanya sibuk sendiri atas suatu hal yang belum pasti atau suatu hal yang tidak bermanfaat bahkan tak bernilai pahala sama sekali, maafkan saya yaa Allah yang kadang lalai dan terima kasih telah mengingatkan, menyadarkan dan memberi tahu saya terima kasih juga atas kekuatan untuk menghadapi ini sehingga saya bisa menerima dengan lapang dada dan yang pasti saya tidak pernah merasakan se lega ini dalam hidup, seperti saya melepaskan semua beban.

Allah terima kasih telah mengajari saya arti sabar, ikhlas dan pasrah. Sabar tentang apa yang harus aku hadapi saat saya  berada dalam situasi yang tidak saya ingin dan tidak saya suka dalam hidupku. Dan ikhlas tentang apa yang mungkin memang bukan milik saya atau bukan rezeqi saya serta mengajari saya menerima apapun yang menjadi kehendak-Mu karena saya yakin apapun itu asal semua atas kehendak Allah itulah terbaik bagi setiap hamba. Kemudian tentang pasrah atas apa yang Allah apa yang Allah rencanakan kemudian dan tetap berdoa selalu sebagai harapan sebagai seorang hamba kepada tuhannya yang Maha kaya lagi Maha tempat berharap , pasrah bukan berarti kita harus sepasrah-pasrahnya akan tetapi tetap usaha dan menentukan arah yang baik dalam pilihan karena kadang hidup punya banyak pilihan san pilihlah apa yang menurut Allah baik.

Hari ini saya belajar tentang bagaimana seharusnya saya bersikap pada semua orang itu harus sama dan ramah, saya jadi teringat ustadz shobri yang murah senyum beliau tak pernah menghilangkan senyum sedetikpun dari wajahnya, Masya Allah shodaqohnya banyak, tapi setiap kali saya senyum selalu saja banyak yang salah penilaian entahlah.  Apalagi wajah saya menurut orang cuek, mencureng, kurang bahagia, judes dan lain-lain yang jelek-jelek hahhaha..  Sesadis itukah ... Entahlah kadang saya ekspresi biasa saja di nilai lagi sedih bahkan marah, gag cocok ya jadi artis soalnya wajah tidak bisa di ajak kompromi, tapi saya pernah membaca buku tentang bersikap dengan orang harus dengan ramah seakan-akan kita bersikap senang se senang-senangnya saat melihat bayi jadi ada kesan kalau kita senang bertemu orang tersebut. Yaa ... Senyum dan percaya diri yang membuat menawan  hahhaha.. Susah sih tapi ini mengupayakan ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Sesuatu yang terlalu itu kadang kurang baik kecuali mencintai Allah. Kadang sempat berfikir setiap kali melakukan sesuatu hal yang berlebihan pasti terjadi hal buruk atau peringatan serta pelajaran ya itu tanda Allah menyuruh kita mengerem bahkan berhenti.  Sudahlah kita beejalan saja kedepan bukan mundur, masa depan saja di depan bukan ke belakang  tidak mungkin kita kembali lagi pasti akan sulit apalagi pelajaran dan jarak yang sudah kita capai terlalu banyak, hiduplah saat ini lakukan terbaik hari ini agar kedepannya juga baik( masa depan)
Kemarin saya membaca buku tentang bersandar dalam hidup. "Kalau kita bersandar kepada kursi kalau Allah berkehendak kursi itu kayunya patah ya patah, bersandar pada tiang, dan Allah berkehendak itu patah ya patah, kemudian bersandar atau berharap pada hati maka harus ingat kalau setiap hati bisa dengan mudah Allah bolak-balikkan , kecuali satu kita berharap pada Allah dan bersandar pada-Nya itulah sebaik-baik sandaran" .

Pasrahkan pada Allah maka semua akan lebih ringan dan indah pada akhirnya siapa sih yang bisa membayangkan rencana indah Allah, saya jadi teringat tentang kata "Bahwa semakin kita mendekat dan pasrah kepada Allah maka keajaiban serta kejutan-kejutan Allah akan datang ". selalu percaya itu dan selalu mendekat kepada Allah.

Kemudian tentang bagaimana biasanya kita berfikir salah menilai seseorang, contoh orang itu memang baik kita menilai negatif apa yang dia lakukan itu kemunafikan dan lain-lain. Itulah sifat iri hati yang kadang perlu kita rubah. Sebagai manusia kita seharusnya memang antisipasi dan selalu khusnudzon tapi jangan sampai terlalu antisipasi membuat kita su'udzon kepada orang lain. Kita hanya manusia yang mempunyai tugas khusnudzon dan melakukan kebaikan, untuk urusan penilaian biarlah Allah yang menilai.

Saya jadi teringat saat saya menilai seseorang tentang hal buruknya ( atau mengoreksi sikap seseorang) tapi di kemudian hari saya sadar ternyata kesalahan orang lain kemarin yang saya koreksi ternyata pelajaran buat saya saat saya di posisi melakukan kesalahan tersebut  walaupun tanpa sengaja dan terutama menjadi nasehat buat diri saya. Jadi menurut saya penilaian itu hanya Allah yang berhak menilai dan manusia hanya bertugas melakukan yang terbaik, berkhusnudzon serta mengambil pelajaran di setiap kejadian.

Semoga kita bisa jadi hamba lebih baik lagi di setiap detiknya dan lebih bisa memanfaatkan waktu dengan baik, belajar dewasa dalam menyikapi masalah yang ada di hidup kita. Dan tak lupa semakin giat ibadah dalam menyambut ramadhan yang akan datang ini.
----------------------------------

Quote buat postingan kali ini :

Kalau ada niat pasti ada aja jalannya
Dunia ini makin sempit kalau kamu berfikir negatif
Dengan kita selalu mendekat dan percaya kepada Allah akan ada banyak kejutan indah di hidup kita
Kadang keputusan itu simpel sekali akan tetapi sulit di lakukan karena akan banyak yang berkorban di dalamnya
Menurutku kalau hari ini kamu sedang menerima berita buruk yasudah hari ini saja kamu nangis sedih dan merengek tapi hari ini ya sedihnya soalnya masalahnya terjadi hari ini. Besok udah tidak boleh lagi soalnya beda hari.
Kesedihan cukup kamu saja yang mengetahui dan Allah atau mungkin orang yang kau percaya  saja yang mengetahui itu, karena orang lain akan EGP bahkan menilai buruk dan orang yang membencimu akan tertawa
Kemudian tentang bagaimana biasanya kita berfikir salah menilai seseorang, contoh orang itu memang baik kita menilai negatif apa yang dia lakukan itu kemunafikan dan lain-lain. Itulah sifat iri hati yang kadang perlu kita rubah. Sebagai manusia kita seharusnya memang antisipasi dan selalu khusnudzon tapi jangan sampai terlalu antisipasi membuat kita su'udzon kepada orang lain. Kita hanya manusia yang mempunyai tugas khusnudzon dan melakukan kebaikan, untuk urusan penilaian biarlah Allah yang menilai.


View Post

Saya teringat kejadian kemarin siang di sekolah saat lihat 2 siswa yang sedang bertengkar tepatnya mereka berumur 7 tahunan, kemudian salah satu dari mereka mendekat ke arahku, akhirnya aku hentikan mereka dan menyuruh mereka untuk saling minta maaf, aku takutin sama dosa ,masuk neraka dan temannya setan hahaha... niru cara bu guru dulu pas aku masih SD dan kebetulan di sekolah ini juga ada peraturannya kalau musuhan bakal di denda , ya sekedar buat nakut-nakutin mereka aja paling peraturannya.  anak  kecil di gituin aja takutnya udah langsung minta maaf temennya terus baikan main lagi udah akrab kayak gag punya masalah, sekarang orang dewasa di takutin ma dosa aja pada gag takut  hehehehe... ( mungkin semakin dewasanya manusia semakin banyak khilaf wkwkwk saya juga manusia ya hahaha)


Saya jadi teringat  juga pernah seperti itu musuh-musuhan bahkan sampai nangis gag jelas padahal di situ saya yang salah soalnya ngerusakin mainan temen ya biasa anak kecil suka cari perhatian dan takut di katain salah ( lo koq jadi curhat ya ๐Ÿ˜„)

Betewe....
Maaf itu sebetulnya apa ya ?

Menurut kamus Kamus KBBI :

maaf /ma·af/ n 1 pembebasan seseorang dari hukuman (tuntutan, denda, dan sebagainya) karena suatu kesalahan; ampun: minta --; 2 ungkapan permintaan ampun atau penyesalan: -- , saya datang terlambat; 3 ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu: -- , bolehkah saya bertanya ;
bermaaf-maafan /ber·ma·af-ma·af·an/ v ampun-mengampuni; saling memberi ampun: pada hari Lebaran mereka - ;
memaafi /me·ma·afi/ v memberi ampun kepada; mengampuni: sudilah Tuanku - hamba yang hina ini ;
memaafkan /me·ma·af·kan/ v memberi ampun atas kesalahan dan sebagainya; tidak menganggap salah dan sebagainya lagi: ia telah - kesalahanku;
maaf-memaafkan /ma·af-me·ma·af·kan/ v saling memberi maaf;
permaafan /per·ma·af·an/ n perihal bermaaf-maafan;
pemaaf /pe·ma·af/ n orang yang rela memberi maaf (memaafkan);
pemaafan /pe·ma·af·an/ n proses, cara, perbuatan memaafkan; pengampunan

Jujur saja saya tidak suka dengan kata maaf dari kecil hingga sekarang . karena di balik kata maaf sudah pasti ada hal buruk yang terjadi dan terkadang di sengaja dan tidak bisa mengembalikan keadaan ,entahlah kata maaf itu sepertinya membuat saya phobia. hahhaaa...

Apalagi saya benci saat kata maaf hanya di buat hanya sebatas ucapan saja 

contohnya aja gini

A= eh gue minta maaf ya B? (Dengan gaya pede tanpa dosa )
B= iya aku udah maafin kamu koq A ๐Ÿ˜‡(maafin dengan hati yang tulus )
A= oke makasih ya ( udah di maafin aja cabut deh )

 
Contoh kedua=

A= aku minta maaf ya B ( pake ekspresi melas)
B=iya sama2
A=makasih B udah maafin aku (pergi senyum sok baik eh pas ketemu lagi kayak orang gag butuh dan sok-sok an  cengar-cengir kayak gag punya dosa )

Sepertinya orang sekarang pada gag tau atau gag paham makna maaf ,iya sih dulu jaman nabi gag ada tuh modus bohong-bohongan minta maaf,kalau minta maaf ya beneran minta maaf dan langsung masuk islam , di maafin gitu wajar , lah beda sih orang zaman sekarang di maafin malah ngelunjak . malah se enaknya bikin salah berulang kali ,mungkin semudah itu ya kata maaf ,semudah bicaranya saja.

Zaman sekarang minta maaf itu gag punya sopan -santun minta maaf cuma lewat sms ,apalagi pake bonusan .hadehh... Kadang lewat telfon haduh .... Lebaran kali ya , apalagi pesan BC an gitu, oh iya ada satu lagi minta maaf nunggu pas lebaran biar di maafin haduh malah bikin mengerutkan dahi sama bikin nyengir miris apa minta maaf hanya khusus hari raya . ya benar kata maaf sekarang cuma formalitas aja ( yang penting aku udah di maafin udah selesai gag ada urusan daahh byeeee ๐Ÿ˜Ž)

formalitas /for·ma·li·tas/ n 1 bentuk (peraturan, tata cara, prosedur, kebiasaan) yang berlaku: tanpa -- dia langsung menerima kedatangan istri camat yang mendapat musibah itu; 2 sekadar mengikuti tata cara; basa-basi: penyambutan itu hanya --

Mungkin harus musnahkan biar tidak ada spesies kayak gitu lagi di dunia hahaha....

Teknologi bener-bener emang bikin mudah sampai minta maafpun sekarang tinggal pegang hape ngetik di broadcoast lagi ,sangking canggihnya sampai bisa menghilangkan makna dari kata maaf dan membuat kata maaf itu hanya hal sepele.

Banyak sih kata- kata tentang minta maaf itu suatu kebesaran hati tanda kalau lebih dewasa  atau minta maaf bukan berarti salah dan bla...bla.. Tapi kalau sekarang minta maaf beda sama kata-kata tadi orang sekarang jadiin maaf adalah suatu hal yang di contohkan kayak gini dulu minta maaf duluan itu gengsi (bisa karena tidak mengakui salah tapi salah atau lebih tinggi ego ) sekarang menjadi lelucon dan gampang di ucapkan se enaknya atau hanya sekedar basa-basi aja tapi bohongan .

Kadang saya agak berfikir maafin enggak maafin enggak , mungkin kadang lihat karakternya orangnya tulus apa enggak minta maaf gitu dan lihat sebesar apa kesalahannya di mata saya. Kemudian saya berfikir lagi ah norak banget aku ya kayak anak kecil masak aku juga kayak anak kecil harus bersikap kayak dia gitu yang ke kanak-kanak an minta maaf tanpa tau maknanya ,aku udah kepala dua masak cuma gitu aja sih dewasa yang aku dapet di umur segini ,oke fikir simpel aja  aku maafin dia tapi aku udah gag mau lagi berurusan sama orang kayak dia ,udah gag mau tau lagi toh dia minta maaf hanya sekedar ngomong" aku minta maaf  ya"  dan cuma butuh jawaban "iya"  garis bawah ya cuma butuh jawaban iya doang . (ini suara pikiran saya saat berperang melawan ego dan naluri )

 
Tidak boleh menghajr (mendiamkan) sesama muslim lebih dari tiga hari. [HR. Muslim No.4645 ].

Apa mau dalil yang kalau tidak menyapa saudaranya dalam 3 hari gag boleh gitu , nyapa everymeet ,kalau gag ketemu gimana ? yaudah ngapain harus nyapa ,penting gag sih buat tiap hari nyapa lewat sosmed ataupun sms tiap hari gag kan, masak tiap hari harus sms ke all contact hape,bbm,WA kenapa gag sekalian fb juga buat timeline . sepenting itukah saya yakin manusia sekarang udah paham dan udah pada pinter-pinter apalagi bahasa indonesia wah udah di luar kepala, orang tiap hari aja nonton sinetron mana mungkin gag paham jadi aku yakin juga udah pasti paham maksud hadits tersebut .

Gag pengen ribet sih ngomong panjang lebar tapi wajar sih ini kan personal blog ya mau ada yang baca ,udah pasti yang mau baca  aja , ngapain harus di ribetin coba di masalahin dengan orang  kayak gitu gag penting juga  toh apa pentingnya buat kita fikirin dalem-dalem kita udah punya Allah ,  kita maafin aja urusan dia tulus atau enggak ya urusan Allah nantinya yang nilai jadi ngapain ribet .

Hidup bakal lebih damai kalau kita nyerahin semua sama yang di atas ,mau mereka gini lah gitulah yaudah gag penting juga buat lihat atau di ketahui  apalagi buat di fikir ,terserahlah anggep masih anak kecil masih butuh bimbingan ujian dunia  ah sudahlah ... Gag penting juga mikirin orang yang gag menginspirasi buat jadi orang lebih baik ,lebih baik fokus aja sama memperbaiki diri sendiri gag ribet mikirin penilaian atau perlakuan orang lain toh hidup ini simpel gag perlu banyak omongpun orang-orang udah pada pinter nyimpulin bahkan ngarang jadi ngapain ribet sama hal-hal yang gag penting gitu . bersikap baik sama siapun dan kalau urusan dia tulus atau enggak dan minta maafnya yang berhak menilai hanya Allah dan jadi kita serahin aja sama Allah .,haduh omongannya koq ngalor ngidul ya tapi masih agak nyambung sih ,,

View Post
Aku sedang berserah aku sedang belajar untuk jadi lebih baik lagi dalam lalui hari aku sedang belajar ikhlas menerima apa yang sudah terjadi walau itu pahit, aku terima saja karena aku yakin pasti ada hikmah dan pasti ada senyum setelahnya Allah sedang menyempurnakan aku dengan berbagai macam hal menyakitka agar aku belajar dan lebih tangguh hadapi hari mendatang, ini hanya tentang proses. Biarlah terjadi aku yakin tangan Allah akan menyempurnahkan apa yang yang menjadi jawaban cobaan yang sekarang terjadi, pasrahkan saja Allah maha mengetahui  dan maha berhendak biarlah Allah yang bertindak atas hal ini pada saatnya. Dan aku yakin pada akhirnya aku akan bersyukur atas semua ini dan pada akhirnya pula aku akan bahagia atas semua hal yang sudah Allaj rencanakan nanti, aku percaya Allah akan memberi keindahan untuk ending hidupku bahkan lebih dari apa yang aku bayangkan. Ya Allah kepada-Mu lah hamba berserah jadikan hamba selalu menjadi hamba yang selalu bersyukur, Aamiin.

View Post

 Hay ini tentang fokus menjadi diri sendiri, fokus tentang hakmu sebagai manusia untuk di hargai, fokus untuk bahagiamu lupakan sakit yang ada, bahagiakan dirimu, kamu layak bahagia dan di sikapi baik dengan orang lain (asal kamu bersikap baik juga ya) dan punya batas biar tidak keluar jalur atau tidak se enaknya sendiri, By the way tadi saya bilang juga kan tentang hak ya di situ juga kita harus tahu tentang melakukan kewajiban sebelumnya kalau ingin hak kita terpenuhi. Jaga lisan karena itu adalah doa. Fokus pada diri sediri adalah bersyukur dengan apa yang ada . ( ini ibarat abstrak kalau ngerjain skripsi)


Waktu luang itu kadang buat senang bagi yang aktifitasnya padat, dan buat galau bagi yang aktifitasnya ya gitu-gitu saja. Dari hari kamarin saya ingin nulis tentang fokus sama diri sendiri, banyak hal yang harus di muhasabahin, banyak hal terutama mengoreksi diri sendiri yang banyak salah maklum manusia itu tempatnya salah dan belajar benar dan melakukan yang terbaik bukan begitu, kalau tempatnya benar saja yang di lakuin ya malaikat kalau salah ya setan. Banyak hal sih yang buat aku memikirkan banyak hal di waktu yang senggang seperti ini. Muhasabah itu penting sekali apalagi tiap malam tapi anehnya kalau udah ada bantal sama kipas mata tak bisa di tahan buat tidur bahkan kadang lupa doa soalnya emang niat tidak tidur. Apalagi pas baca buku, padahal salah satu hobby setidaknya bagi orang yang jarang jalan-jalan atau bisa di bilang kurang piknik seperti saya ๐Ÿ˜† membaca buku adalah salah satu alternatif traveling di tempat, saya jadi ingat saat ke lamongan kemarin di mana saya dan teman saya ke perpustakaan ada kejadian lucu dan malu-maluin, yah sebabnya ya gara-gara tidak pernah ketempat itu sebelumnya, kitanya langsung naik tangga saja gitu di kira kalau membaca itu di atas tiba-tiba ada suara yang bikin kita ketawa dengan wajah memerah, suara melengking yang tidak bisa biasa bicaranya "mbaknya mau kemana ????!!!" sontak semua yang di situ pada noleh ke kita , kitapun cuma bisa cengengesan, aslinya ya tidak usah gitu-gitu amat ya tuh orang langsung nyamperin kan bisa bicara baik-baik hadehhh... Malu guys.

Fokus pada diri sendiri, ya fokus fokus fokus dan fokus, ini tentang saya yang tadi siang di komentarin murid saya gara-gara jerawat yang menghiasi wajah entah kenapa jerawat ini membandel bikin saya bingung cara menghilangkannya, di bilang orang dewasa aja bikin rasanya "kratak" eh di bilang anak kecil rasanya lebih"nyesss", tau tidak bilangnya anak kecil kayak apa " bu windy lagi cacaran ya jangan deket-deket" kedua " bu windy lagi gatel-gatel ya ( maklum musim hujan)" ketiga " bu windy wajahnya kenapa koq gitu " Nyeessss banget, mau gag mau harus peduli penampilan, aslinya saya di bilang cuek juga iya tapi males iya juga ngerawat diri sendiri lebih mendominasi, pernah dulu sampai parah ini mah masih mending, ini mungkin sebabnya lupa cuci muka sebelum tidur langsung tepar gitu gara-gara ada bantal sama kipas, oiya omongan orang dewasa sebelum jerawat hilang " pake bedak macem-macem ya sampai jerawatan gitu" nyatanya saya pada saat itu tidak pernah pake pelembab apapun, dan setelah berusaha keras menghilangkan gara-gara jadi guru juga harus peduli penampilan komentarnya " pake bedak apa sih kok hilang gitu jerawatnya" haduuhh serba salah ya nyatanya saya gag pernah pake apapun hanya fokus bersihin muka teratur, mungkin kemarin pas jerawatan saya agak cuek soal bersihin muka dan sekarang udah teratur makanya udah tidak kusam, orang sekarang tidak bisa membedakan antara kulit hitam, gelap sama kusam. Dari sini saya mengamati dan simpulin mau kita bener atau tidak sama-sama di komentarin negatif, kadang kalau di fikir-fikir benar juga kalau kita selalu dengerin omongan orang kita tidak bakal hidup enak. Ya fokus aja sama diri sendiri lagian kita juga layakkan merawat diri, bahkan itu kewajiban dalam merawat sama saja kita beraykur atas apa yang sudah Allah beri. apalagi sekarang kemalasan saya muncul untuk merawat diri seperti dulu semoga jerawat ini menjadi semangat buat saya merawat lagi diri saya, merawat apa yang sudah Allah beri untuk saya, dan saya juga pasti akan menerima hal positifnya, ya benar semua akan kembali pada sata sendiri dampaknya jika saya melakukan kebaikan dampaknya pasti baik pula dan sebaliknya.

Kadang dalam hidup kita harus sedikit tidak peduli pada hal yang mengecewakan kita, ya intinya jangan dikit-dikit pake perasaan, contoh saja saat kalian follow ig temen kalian bukan berarti kalian harus di follow balikkan, atau soal like atau apa, apalagi kalau pesan di read saja, kalau penting marah sih wajar aja tapi kalau tidak penting dan di read saja butuh pengoreksian atau mungkin online tapi tidak di bales, tapi ya sebelumnya mikir dulu pernah tidak kalian mengoreksi diri dulu pernah ngontak tidak penting terus di bales berati mereka menghargai tapi kadang juga ada yang keterlaluan dan keseringan mengontak tidak penting ya sama-sam koreksi diri kembali ke awal fokus pada diri sendiri bener apa tidak yang di lakuin. Dari hal ini saya belajar tentang bagaimana memilah milih apa yang perlu ada tidak dalam berkomunikasi termasuk membuat status di sosial media, dalam kehidupan nyata saya sering tidak nyaman bila privasi saya di ketahui orang, iya kalau orang itu akrab atau mungkin tanggepannya positif atau sekiranya merespon baik tapi bila sebaliknya??. Kita langsung tau responnya karena nyata, apalagi dunia maya lebih luas lagi aksesnya dan parahnya kita tidak tahu responnya. 

Ini bener-bener catetan buat diri saya sendiri yang masih bandel update status tidak jelas contohnya aja buat lucu-lucuan atau sekdar ingin buat status atau bahkan tidak penting amat. Lebih dewasa menurut saya dari apa yang saya amati adalah selalu memilah milih apa yang baik dan tidak, termasuk  penting tidak penting, kalau dari yang saya amati kalau kita tidak ingin orang lain berfikir buruk tentang kita kuncinya jangan banyak gaya atau tebar sensasi, ya kalau saya nyimpulin ya upade status tadi. ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Kemudian lagi tentang hak bahagia zaman sekarang orang lebih suka komentarin hidup orang ataupun apapun lah di komentarin semua, terutama saya ya yang kadang seperti itu, tapi ya tidak selebay netizen yang alay tapi ada sih yang netizen yang responnya bijak. soalnya saya sendiri lebih suka komentar yang penindasan gitu contohnya kasus penjajahan palestina, ya saya komenin itu ya marah-marah gitu tapi setelah saya komen saya mikir cuma bisa komen saja saya juga tidak bisa bertindak apapun jadi apa gunannya saya komentar panjang x lebar, aneh tidak yah sudahlah lanjut mengenai hak, saya tidak suka ada yang membicarakan hidup saya mau bener atau salah di hidup saya, saya tidak suka toh saya juga tau itu bagian dari hidup saya dan saya tau itu jadi tidak usah ikut campur komen apalagi ghibahin, hidup cuma sekali sayang aja kalau buat bicarain aib orang , kalau bener apa manfaatnya di serba luasin terus kalau salah juga apa untungnya malah 0%. Bener kata buku itu kalau hidup itu aslinya simpel omongan orang yang bikin ribet, saya lebih tidak suka lagi ada orang yang nambahin ataupun kurangin cerita di hidup saya, ya kayak ngada-ngadain. Hidup itu kadang serba salah mungkin perlu review lagi tentang surat Al -Ashr agar lebih terarah dalam menggunakan waktu yang singkat ini. Mari, resapi makna surat Al-Ashr :

"Demi massa, Sesungguhnya manusia itu benar – banar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."

Mengenai hak saya butuh bahagia jadi menurut saya apapun itu saya wajib bahagia dengan tidak peduli omongan mereka , terserah mau bilang kayak tidak punya dosaatau apa, situ faham detail hidup saya, apa yang saya alami ? Atau apa yang saya rasakan ? Kalau kalian tahu berati kalian juga faham komentar pedas kalian lebih mengganggu dari pada masalah saya, yah hidup lebih baik fokus pada diri sendiri, mungkin baik sih individualis dalam hal ini tapi harus sosialis dalam hal positif yang emang perlu dukungan dan kontribusi bersama. Btw saya jadi teringat tentang artikel tadi pagi yang saya baca mengenai PKI akan bangkit sampai miris keheranan saya kenapa sebegitu bencinya dengan islam sampai ingin menghancurkan islam, kadang saya berfikir apakah kurang paham mereka tentang agama ini, atau mereka gagal paham atas apa yang terjadi, sungguh sangat menyayangkan, mungkin jika mereka lebih sedikit memahami  lagi tentang islam mereka bakal ketagihan mempelajari serta beriman kepada Allah, semoga Allah membuka mata hati dan memberikan hidayah yang besar kepada mereka. Dan memberi keselamatan selalu atas umat islam. Artikel tadi pagi yang saya baca mengenai lebih dari 30 juta PKI di latih perang untuk menjajah umat islam kalau lihat dari pagenya saya kaget saja begitu benci dengan islam nyatanya agama di indonesia juga banyak, kadang saya berfikir kenapa indonesia tidak ada wajib militer seperti negara maju apa kurang dana  kalau bandingin dengan korsel padahal cuma senggang beberapa hari merdekanya tapi merela sudah jadi negara maju. Ah sudahlah saya tidak mau komen panjang lebar karena saya tidak punya kontribusi apapun dalam hal ini. Kadang juga berfikir mungkin ini tanda akhir zaman.

Kembali lagi tentang Hak ya , kalian layak bahagia layak di hargai dan di anggap orang jadi bila ada yang bersikap bengis terhadap kalian maka lebih baik tidak usah pedulikan mereka hanya butuh ketenangan dalam berfikir kenapa mereka seperti itu pada kalian. Semua orang punya hak tapi ingat sebelum menerapkan hak ingat dulu kewajiban sudahkan terlaksana, kewajiban kita sebagai umat adalah bersikap baik kepada orang lain entah siapaun itu jangan pandang bulu, bila buruk sudah tak usah pedulikan hanya membuang tenanga dan waktu, main elegant dalam segala hal. Bahagiakan dirimu tapi jangan lupa hak orang lain untuk bahagia juga semua ada batasnya selalu ingat kata-kata ini " apapun yang terlalu biasanya bermasalah" ingat kamu layak bahagia, mereka layak bahagia hidup bahagia dan sama-sama bahagia akan memunculkan surga di dunia dan berlanjut di akhirat, hidup damai dan selalu penuh syukur pada nantinya, fokus pada diri sendiri untuk memperbaiki kesalahan diri sendiri dan sosialis dalam bersama membangun kedamaian di muka bumi, hidup bahagia adalah hidup yang terarah dan memfilter sesuai baik dan buruk yang harus di tempatkan.

Dalam hidup ini kita mau tidak mau jadi orang yang cuek bebek, inget pada tempatnya jangan sampai kita juga se enaknya gitu ( tidak etis), kalau di fikir
Kalau terlalu peduli omongan orang yang negatif hidup gag bakal enak, gimana enggak ya jadi kepikiran terus, ya bikin mood berantakan bikin makan tidak enak de.el.el..,,mau tidak mau kita harus EGP, udah diamkan saja kalau kita ladenin juga bakal malah menjadi-jadi mereka, apapun itu harus di sikapi secara baik-baik dan keep calm, inget ini "Semua hal di selesaikan dengan cara marah ataupun emosi tidak akan ada hasilnya malah memperparah, karena semua hal seharusnya di selesaikan secara baik-baik, agar lebih cepat terselesaikan " yap... main elegant aja biarin nanti juga capek-capek sendiri. Namanya juga manusia ya tempat salah apalagi yang nulis. saya jadi ingat kata-kata bahwa "Semua orang banyak salah dari pada bijaksananya" makanya tak heran kita harus sediakan waktu untuk diri sendiri terutama muhasabah, apapun yang terjadi hadapi saja sabar, diam dan senyum agar kita tau makna sabar sesungguhnya setidaknya dengan itu kita bisa sedikit meminimalisir masalah yang akan datang selanjutnya kalau kita sabar, bayangin aja kalau kita emosi parah malah orang menemukan cela kita dan malah bisa memutar balikkan fakta seakan-akan kita salah cuma karena kita emosi bahkan kadang ada yang menyimpulkan orang diam itu tanda tak bersalah dan orang emosi itu tanda orang yang tak mau disalahkan, kadang orang melakukan pembelaan karena memang tidak bersalah tapi kadang juga orang kayak tidak punya salah malah diam saja senyum-senyum, tapi orang sekarang menyimpulkan emosi atau marah itu suatu yang buruk berarti jahat jadi dia yang salah , ah dunia sulit di cerna, selalu ingat "Dengan sabar kita bisa meminimalisir masalah yang akan datang"

Kalau setiap baca novel atau mengamati film atau aktivitas kehidupan nyata setiap orang saya terkadang terkesima melihat orang yang hidupnya Easy going, santai sepertinya tidak ada beban nyatanya mungkin ada namun mereka bisa begitu santai seakan tidak ada beban, bebas melepaskan beban itu pada hidup dan menyerahkan pada Allah serta tetap melakukan yang terbaik untuk mengatasi masalah, gimana ya susah menjelaskan seakan-akan hidupnya itu penuh optimisme atau yakin bisa menghadapi semua hal itu menurutnya tidak ada yang tidak mungkin termasuk mengatasi masalah apapun itu selama ada Allah, bahwa apapun yang terjadi pasti itu sesuai jalam skenario yang udah Allah kasih buat kita jadi apapun itu hadapi saja. Hidup jangan di buat bingung jalani saja dan lakukan yang terbaik.

Mau apapun kita atau bagaimanapun kita tetap ada kesempatan untuk memperbaiki diri selama Allah masih beri kita kesempatan untuk hidup berarti Allah masih memberi kita untuk kesempatan lebih baik lagi jadi jangan lupa muhasabah, fokus memperbaiki diri dalam segala aspek merawat apa yang sudah Allah beri, apapun perkataan orang pahami, filter dan selalu Sugesti diri dengan berfikir bahwa dunia selalu bersikap manis denganmu agar kau lebih tenang dan damai dalam hadapi hidup ini, setiap detik yang Allah beri adalah bentuk kebahagia yang perlu di syukuri jadi jangan pernah merasa tidak pernah bahagia, ujian adalah cara Allah menguji hamba yang Allah cintai, jalani dengan baik setiap detik, jangan lupa bersyukur.Jangan lupa beribadah yang banyak, berdzikir dan berdoa setiap waktu dan setiap permasalahan kecil sekalipun Allah suka di ingat, Allah Maha Kaya dan Allah Maha Baik ,Allah suka hamba-Nya mengadu dan meminta kepada-Nya.

Dari abdurahman bin abi bakr dari ayahnya bahwasannya seorang bertanya , " yaa Rasulullah, yang manakah orang yang baik itu?" Nabi SAW Menjawab, " Yang paling panjang usianya dan baik amal perbuatannya" di bertanya lagi "dan bagaimana orang yang paling buruk (jahat) ?" Nabi SAW, menjawab," yang panjang usianya dan jelek amal perbuatannya" (HR.Tirmidzi)

Semoga dalil ini menjadi pengingat kita dalam memanfaatkan waktu yang telah Allah beri, terutama buat diri saya sendiri. Kadang menulis ini sebagai cara muhasabah dan menasehati diri yang lebih mendalam. Yah... Semua yang saya tulis kebanyakan menasehati diri saya sendiri walaupun terkadang saya lalai dalam berbagai hal, maklumlah manusia tempatnya salah dan terus belajar lebih baik, semoga kedepannya menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aamiin Aamiin yaa RobbalAllamin

View Post

 Malam ini hujan+listrik mati, kebetulan belum tidur entah kenapa .Kalau saya sekarang nulis udah hari jum'at tanggal 23 febuari 2018 jam 00:21 tapi biasanya postingan kalau mosting jam segini tanggalnya bakal beda, mungkin blogernya berpusat di amrik apa eropa ya ah tau lah pokoknya luar negeri jadi beda waktu, ngomong kayak gini karena pernah pengalaman posting tengah malem hehehe...


Mau nulis apa ya ... Oiya dari kemarin saya kefikiran tentang hal kecil  yang ada di hidup, contoh sederhananya senyum itu hal kecil tapi dampaknya bikin silahturahmi lebih erat, masalahnya saya kadang kurang gimana ya , kurang suka aja sama orang yang mau di senyumin tapi udah ekpresi tidak enak asem banget, gitu bikin niat baik menciut, tapi iyalah mau tidak mau memang harus  senyum. Terutama aku nih yang punya wajah cuek (efek temen yang selalu tanya "windy lagi marah ya " selalu ) dan kadang suka lupa atau tidak tau nama orang tersebut, jadi ya senyum aja . hahhaaa.....
Menguap .... Hoam...

Baru juga nulis gini saya sudah mengantuk, ya memang harus tidur besok aku harus bangun pagi, mungkin besok saya lanjut nulis di angkot (hah? Di angkot, iya di angkot saya pake aplikasi bloger di hape jadi lebih simpel biar kalau muncul inpirasi langsung tulis atau lebih santai simpel saja kalau nulis ide jadi tidak lupa hehehe... Memudahlan banget sekarang dunia, ya semakin di mudah berati kita harus memanfaatkan dengan baik bukan terutama yang berdampak positif ) karena besok saya  mau ke suatu tempat hehhe....

Okey sudah dulu aku mau tidur dulu.. ..
Aku jadiin satu artikel saja, udah ah ngantuk cuacanya pas banget, listrik mati di tambah suara hujan dan gemuruh petir .... Sudah..sudah aku mengantuk .
______________
Taraaaaa....
Akhirnya saya menulis lagi tapi beda hari soalnya kemarin cepet-cepetan berangkat pagi-pagi. Hehheee....

Mengenai hal kecil, kalau sekarang muncul di otak saya itu tentang sholat, suatu hal yang kita lakuin 1 hari 5x, walaupun terbiasa kita jarang banget mengoreksi ataupun bersungguh-sungguh dalam mengerjakannya terutama kadang ada orang yang hanya buat formalitas saja mengerjakannya, Astagfirullah. Kadang saya sempat berfikir ingin memosting di blog "data silver" mengenai tata cara bersuci yang benar, pengertian bersuci dan manfaat serta tujuannya karena bersuci menurut saya awal dari sahnya ibadah, saya pernah membaca artikel bahwa niat serta keinginan kekhusyuan sholat itu di mukai saat kita akan wudhu jadi niatnya sudah saat wudhu maka insyaa Allah akan buat sholat kita khusyu, ingin mosting tentang thaharah,tentang sholat-sholat tentang puasa-puasa dsb, ya sebagai pengingat dan pengoreksi diri serta sebagai pembenaran bila saya lupa atau memang salah dan juga bila ada yang membaca artikel saya tersebut jadi mendapat manfaat, tapi entahlah sampai sekarang belum sempat entah karena lupa dll.

Tadi pagi setelah membaca al-ma'surat saya sedikit merenung dan flashback kejadian dulu-dulu, bisa di bilang muhasabah dari merenung tadi saya menyimpulkan kata-kata " Jangan buat dunia mengatur kita tapi buatlah kita yang mengatur dunia kita" cukup simpel tapi sangat rumit untuk mengaplikasikan di hidup kita. Dari kata-kata tersebut kita harus punya prinsip yang matang yang kuat dan yang pekat dalam mencapai tujuan kebaikan dunia akhirat kita, mungkin bisa di bilang terlalu lebay jika saya mengatakan hal ini, akan tetapi kita tidak boleh meremehan hal kecil,,saya jadi teringat kata-kata tapi agak lupa ya mengenai lubang kecil di kapal pasti akan membuat kita tenggelam, gimana ya kata-katanya saya lupa hehhee... Pokoknya intinya seperti itu, hal kecil semakin kita meremehkan dan tidak peduli maka semakin menjadi ancaman pada diri kita pada akhirnya.

Pola pikir, pokoknya tentang pikiran ya, kadang kita sering berfikir sendiri kemudian menyimpulkan kadang kita juga terpengaruh pengaruh luar, itulah sebabnya kita harus punya prinsip yang pekat dalam hidup, fikiran itu bisa di bilang hal kecil tapi berpengaruh dalam pola sikap dan tidakkan, bahkan juga menimbulkan rasa emosi, marah senang dan lain-lain ,kegagalan suatu hal bisa di sebabkan demikian, maka dari itu sebaiknya buat kita yang mengatur dunia kita bukan sebaliknya.

Oiya ..  Saya sekarang mulai bisnis online nih hehehe..  Nyoba-nyoba hehee.... Lumayan buat tambahan uang jajan apalagi bisa di bilang aku kayak pengangguran, ngajar ya segitu apa iya mau di jagain hehhee, kalau boleh jujur saya pengen nyari kerjaan lagi tapi belum nemu yang pas, oiya sekarang saya punya cita-cita lagi nih di dunia yaitu pengen dapet kerja pas dan bisa naik motor, konyol sih tapi itu harapan banget hahhaa...mikir aja penting banget hal-hal itu bagi hidup saya.

Ngomong apa lagi ya..
Oiya kemarin aku ke kota kabupatenku
Sedikit maju sih kalau di bandingin kecamatan sini, angkotnya aja mobil kayak bus bersih, gampang juga aksesnya jalannya, dan tidak susah dapet angkot (soalnya kalau saya kuliah susah banget nyari angkotnya huhuhu....๐Ÿ˜ข) temen saya  saja sampai bilang betah kalau tinggal di situ hahhaa... Sampai saya punya cita-cita buat kerja di kantor-kantor dinas gitu wkwkkwkw... (Ngayal dikitlah), oya kemarin sempat kayak mbolang gitu hampir tidak kuaitir tidak bisa pulang tapi nyatanya tidak sampai overpanic malah tidak nyangka kalau dapat tumpangan mobil di traktir makan juga, kata temenku kayak mimpi dan mungkin rezeki anak sholeha katanya hahaa...lumayan uang jadi kesimpen buat hal lainya hehee ☺๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜„ Ya semoga orang kemarin di tambahkan rezeqinya dan penuh berkah aamiin ya robbalAllamin,  ya berharap indonesia semakin maju dan semakin sejahterah hidup rakyat-rakyatnya, Aamiin yaa robbalAllamin.

Yah ... Sudahlah itu note buat saya terutama agar lebih memperhatikan hal kecil di hidup saya serta lebih bisa mengatur dunia saya, lebih memekatkan prinsip dan lain-lain pokoknya yang bersifat positif. ☺๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜ƒ

View Post
Saya merasa sepi hari ini, aktifitas kuliah selesai jadi sudah jarang bertemu dengan teman kuliah mungkin lewat via WhatsApp, Facebook dan SMS saja.

Grup di WhatsApp begitu ramai tapi entah kenapa saya begitu malas untuk sekedar membuka apalagi membaca dan mengikuti percakapan, melihat notif sudah lebih dari 600 pesan dari 20 chat entahlah benar-benar tidak mood.

Saya rindu bertemu dan berkomunikasi dengan teman-teman saya, semua sudah terasa jauh bahkan saya tidak enak bila mengontak mereka lebih dulu entah karena kesibukan atau hal lain yang alasannya cuma tidak enak saja mengganggu mereka yang menurut fikiran saya kalau mereka sibuk.

Mungkin kalian bertanya kenapa saya lebih merindukan teman-teman saya yang jauh-jauh, jujur bukannya pilih-pilih teman tapi selama ini yang akrab sama saya cuma mereka walau kita LDR, Saya tipe orang yang bisa di bilang kurang bisa komunikasi sama orang maksudnya saya kurang nyaman kalau berteman sama orang yang menurut saya tidak sejalan aja sama apa pemikiran saya. Mungkin kalian yang tau saya ngiranya saya pilih-pilih temen atau apa. Yasudahlah mungkin kalian sama kayak mereka yang sudah berhenti di tengah jalan dan menyimpulkan sendiri tentang saya. Heheehe.... (To the point ya)

Dari kecil saya agak sulit adaptasi sama suasana baru, bahkan saya juga sampai sekarang agak sulit komunikasi sama orang baru dan lama di lingkungan saya, Saya tipe orang yang suka mengamati entah karena seorang introvert atau pendiam atau apa. Kadang saya ngerasa susah banget adaptasi sama orang sekitar saya, entah karena saya tidak akrab atau karena saya kurang bisa komunikasi atau karena alasan lain, tapi kalau saya sudah akrab jangan di tanya heheehe.... Saya tipe orang yang tidak suka basa-basi. Dan itulah saya ☺

Apalagi saat-saat seperti ini saat pendewasaan diri dengan bimbingan berbagai masalah yang kadang saya payah lalui itu semua, dari masalah yang terjalani cuma satu kesimpulannya "mau tidak mau harus di hadapi, never give up" hahhaha... Saya bersyukur punya banyak teman yang terima saya apa adanya, keluarga yang bahagia dan segala sesuatu yang Allah anugerahkan dan rezekikan kepada saya. 

Alhamdulillah...
Dari saya kecil saya punya sahabat yang selalu bersama saya dari TK sampai sekarang tapi mungkin sekarang agak jauh karena dia sudah berumah tangga, dia yang selalu menemani saya pas saya masih MI, saya dulu MI pendiam hanya dia yang menemani saya saat itu, sampai akhirnya kita pisah dia mondok dan saya sekolah di rumah, bahkan sejak lulus SMA kita berjuang bareng buat kuliah karena kita ngerasa kalau di rumah saja pikiran kita tidak akan berkembang maju, sampai akhirnya kita menyerah karena mungkin takdir berkehendak lain dia kuliah di kampus yang memang sudah di terima di sana dan saya mengambil keputusan untuk kuliah di rumah, tapi dia berhenti tengah jalan jadi tidak bisa meneruskan sampai akhirnya dia menikah, dia adalah teman yang hebat, dari dia saya belajar tentang "bagaimana kuat dan bagaimana mencoba segala hal yang ada di hidup, tentang berusaha semaksimal mungkin dan bagaimana hidup tanpa gengsi dan jadi diri sendiri, ramah pada setiap orang dan selalu memahami segala hal dan banyak tentang dia"
Saya punya dua sepupu dari ibu, kayak temen kalau ngumpul, soalnya seumuran satunya beda setaun, seneng banget kalau bisa kumpul sama mereka banyak hal yang di ceritain.

Pas saya MTs saya memiliki teman-teman yang bisa di anggap tidak neko-neko, temen yang polos-polos tapi tidak tau sekarang kayaknya sudah pada dewasa, dulu fokus dengan pelajaran saja, temen kumpul yang bisa di anggep kayak peralihan ,ya masa puber gitu, dulu sering les bareng dan suka main-main malem di tengah lapangan cuma buat makan rujak hahhaa.. Tapi sekarang entah di mana sudah punya kesibukan masing-masing sepertinya.  Dan sekarang saya dekat dengan salah satunya dan dekat dengan teman saya MTs yang dulu bisa di bilang jauh banget sekarang deket. Dunia kadang penuh dengan kejutan hehehe... Ada juga adek kelas yang akrab dulu , dia pinter dari dia aku belajar mengerjakan tugas dengan cepat dan optimis benar. Sampai sekarang masih berlanjut kontakkan.

Saat MA ini moment yang paling berkesan sepertinya saat di sini saya mondok dan memiliki banyak kenalan dari macam-macam daerah. Saya punya temen dari nganjuk yang dari kelas 2 sampai kelas 3, satu bangku terus dia orangnya kaku tapi lebay dari dia saya belajar buat tekun dan bersungguh-sungguh dalam belajar. saya juga punya teman yang di sebut Sahabat lintang, salah satunya ada yang dari negara tetangga dia akrab sekali dengan saya dan sangat merindukannya mungkin kalau ada rezeki pengen deh bisa berkunjung kesana kapan ya heheh... Aku pengen ketemu anaknya yang di namain kayak saya hahaha... Moga aja anaknya lebaynya gag niru kayak saya hahaa.. Oh ya di grup sahabat lintang itu terdiri dari 7 orang yang Alhamdulillah semua baik dan semoga menjadi sahabat dunia dan akhirat Aamiin, mereka sholihah-sholihah dan saya sangat nyaman dengan mereka bahas yang positif dan yang pasti banyak hal yang gag bisa di sebut dengan kata-kata, saya sangat merindukan mereka. Di pondok juga saya memiliki teman makan 4 orang mereka juga hampir sama baiknya dengan teman-teman SL sampai sekarang selalu ngingetin kebaikan. Semoga jadi sahabat di dunia dan akhirat juga, Aamiin , ada juga temen pantura itu temen pondok yang sama-sama pantura jadi bisa di bilang kalau ada acara ngumpul itu acara kita tapi ya gitu udah pada sibuk sekarang tapi semoga bisa kumpul lagi kayak dulu.

Dan saat kuliah saya punya banyak teman akrab dari yang unik sampai pendiam dan banyak omong haduh banyak banget paling berkesan itu saat saya nginep dirumanya kita beempat kalau bikin grup di WhatsApp namanya 4 macan (manis cantik) hahha.... (Lebay) dan punya temen yang akrab juga, dia menginspirasi saya dalam hijrah seperti mulai berkerudung panjang itu terinspirasi dari dia, pernah juga tidak dapet angkot buat pulang kuliah pernah nginep di pondoknya sampai pernah di tawarin kyainya buat jadi ustadzah di sana ya Allah apa iya aku pantes hahaha..Dan sampai akhirnya dia sudah berumah tangga sekarang tapi tetap selalu komunikasi.

Saat sudah lulus seperti ini saya dekat dengan temen-temen rumah bisa di bilang aneh soalnya kita berteman kayak udah kayak saudara bukan temen sekelas melainkan karena kenalan ada kakak kelas,adik kelas bahkan kenalan tapi akrab banget ngalain temen sekelas biasanya di grup di sebut Grup mlaku-mlaku soalnya emang kalau kumpul mesti jalan-jalan pagi tapi sekarang agak kurang bisa kumpul soalnya sibuk.

Dan ada juga sepupu saya yang dari bapak, sekarang sudah hijrah bukunya banyak banget sampai kadang saya bawah satu tas buat baca dan menarget harus selesai cepat hahhaa... Dari dia aku belajar membaca cepat hahhaa...

Mungkin hidayah itu datang saat mondok dulu bersyukur bisa mondok tapi setelah lulus agak pudar dan semakin memudar sampai akhirnya teman saya sekelas namanya Eti dia berkerudung panjang dan seorang ustadzah menjadi teman akrab saya saat kuliah, akhirnya saya sedikit demi sedikit mulai meninggalkan celana jeans saya beralih ke rok dan gamis nabung dikit buat beli itu semua nyicil-nyicil biasa mahasiswa, kemudian sampai sekarang kerudung masih nyicil hehehe... dan Alhamdulillah rezeqi dateng dari mana saja, malah kadang mata ini tak bisa menjaga pandangan dari kerudung-kerudung dan gamis-gamis yang berkeliran di sosial media. Mungkin yang jadi pertanyaan apa hubungan ini semua sama judul saya, ya saya akan lanjut ceritanya , di dalam hijrah saya perlu teman yang kondusif, lingkungan yang baik saya mikir mana mungkin saya pindah tempat tinggal sampai akhirnya ada grup WhatsApp namanya Wanna be sholihah saya ikut di dalamnya Maa syaa Allah banyak banget temem hijrah yang sama seperti saya berbagi cerita dan banyak hal, kemudian saya fikir lagi ini tak akan cukup kemudian banyak iklan grup-grup WhatsApp baru tentang materi dakwah dan saya mengikutinya, kemudian saya berfikir lagi apa gunanya ilmu yang saya dapat dari ini semua bila tidak di bagikan siapa tau ini bisa jadi jalan hijrah atau hidayah buat yang lain sayapun membagikan di akun Facebook saya yang asli tapi ternyata kurang kondusif karena sepertinya tidak begitu banyak yang meminati sampai akhirnya saya buat Facebook khusus untuk menulis itu semua, saya edit gambar sama captionnya biar menarik di baca dan memposting itu semua, saya juga dapat kenalan baru di Facebook yang sama hijrah yang saling menyemangati sampai buat grup di WhAtsAppa saling ngetag juga di Facebook, sampai akhirnya saya harus mengerjakan skripsi pada saat itu saya berhenti dan sekarang waktu tak mencukupi akhirnya hanya saya posting di blog baru yang saya buat khusus untuk menyimpan kumpulan artikel itu dan hanya share dan posting hal yang sangking bermanfaatnya di Facebook.

Alhamdulillah ..Ya sampai akhirnya saya bersyukur memiliki banyak teman, keluarga dan orang-orang di sekitar saya yang menyayangi saya apa adanya, berteman itu tidak usah harus banyak teman tapi yang penting mereka tulus dan kita bersikap baik kepada orang-orang yang kita sayangi dengam tulus itulah makna pertemanan sesungguhnya.

 Terimakasih ya Allah atas semua yang ada di hidupku ☺
Mungkin hidup ini rasanya sunyi bila tak ada orang-orang yang mau berteman dengan kita tapi percayalah kesunyian sebenarnya adalah saat kita punya banyak teman tapi tidak ada yang tulus berteman dengan kita, hargai setiap orang yang ada di sekitar kita.

View Post

 02:00-03:00

Bangun-minum air putih-tahajud-dzikir-dan doa-membaca al-qur'an
03.00-04:00
membaca motivasi artikel 20 menit selanjutnya cek medsos, browsing apa yang perlu di browsing dan posting artikel di blog dan fb atau dll.
04:00-06:00
Olaraga 15 menit, sholat shubuh, membaca Al-masurat,menyapu,dll.
06.00-11:00
Minum air putih-Mandi-sholat dhuha- makan-minum susu-minum air putih-membaca-menulis-dll
11:35 -15:00
Makan-minum susu
Mandi-Sholat-minum dll
15:00-18:00
Sholat-minum-mandi- baca Al-ma'surat dll
18:00-19:00
Sholat-makan-minum susu dan minum air putih
19:00
Sholat isya,minum air putih dll,
20:00
Minum susu, cuci muka,membaca al-qur'an 30menit,membaca artikel 
21:00
Minum air putih,Muhasabah,Tidur


Ini planing rutinitas dulu yang pengen aku lakuin tapi hasil hanya 40% yang di lakuin, hahaha... Ngerubah habits agak susah tapi banyak yang berubah sih sekarang itu note dulu pas aku baca, apalagi note pas MA haduh .... Makin parah soalnya fokus UNAS  hahhaha... Sekarang mungkin posting memposting agak berjarang soalnya kesibukan, jadi lebih pengen simpel aja artikel  panjang di taruk di blog dan Facebook lebih ke mini artikel  dan quote penting. Yah cari mudahnya aja . itu juga program penggemukan dan kesehatan biar jadi habits, nyatanya gagal gag teratur (tepok jidat)

Hidup ini semakin tenang bila kita menjalani seperti apa yang kita ingin, jalani dengan apa adanya dan sebenar-benarnya dengan melakukan yang terbaik dan apa yang perlu di lakukan.

Kalau kamu merasa banyak orang jahat sama kamu, kamu lupa bahwa masih ada orang yang baik sama kamu, tidak perlu mendengarkan omongan mereka, selalu ingat "Omongan orang itu seperti rem untuk kita muhasabah" jadi anggap aja omongan orang itu rem buat kita muhasabah buat jadi lebih baik lagi, lebih rendah hati dan jaga lisan agar tidak melakukan hal yang sama seperti mereka, dan inget hidup bukan buat dengerin hal negatif jadi ambil positifnya.

Saya mengamati hari-hari ini, merasa zaman sekarang males banget mendengarkan omongan orang tentang orang lain, soalnya zaman sekarang orang penuh iri dan dengki, apa pengaruh soal media yang bikin orang bisa menyuarakan pendapat dan memposting kegitan sehari-hatinya yang  pada akhirnya menimbulkan iri hati, jadi apa yang kita dengar itu adalah batas penilaian orang yang cerita, yang akhirnya kita ikut terpengaruh juga, padahal faktanya kadang tidak senegatif itu. Yah filter setiap hal yang masuk di hidup kita. Intinya jangan sibuk mikirin dan ikut campur masalah orang kadang orang punya cara sendiri menyelesaikan masalah yang kita tidak tau dan setiap orang punya proses yang beda dalam hidupnya yang terkadang manusia tidak dapat menilai dan menyimpulkan sendiri.

Kalau hati kalian terlalu ikut campur masalah orang maka hati kalian penuh dengan dendam.

Quote di atas benar bukan, bisa jadi buat intropeksi, saat kita sibuk ikut campur atau membicarakan orang lain. Saya dulu juga pernah mengomentari tentang kasus bapak ahok di status orang, ya karena saya sangat fanatik dengan islam saya yang terlalu over sampai saya kemakan artikel-artikel berlebihan dari situ menyudutkan bapak ahok yang  nyatanya seharusnya tidak berlebihan dan konteks yang gimana ya susah di jelasin, memang sih tidak ada yang salah tapi sikap benci yang berlebihan membuat saya terlalu memburuk-burukan , padahal kinerja selama ini beliau juga bagus, ya intinya lebih fokus ke menilai negatif dari positifnya,  dan apapun iti bukan hak saya tapi untuk menjelek-jelekkan, yang pantas saya hanya mendukung hal itu sewajarnya tanpa menjelek-jelekan. Saya juga pernah marah karena teman akrab saya tiba-tiba lepas hijab karena pergaulannya di negaranya, saya menjudge buruk dia , padahal itu haknya dan kita tidak tau prosesnya. nyatanya seharusnya saya tidak marah-marah dan harus menasehatinya secara halus dan memotivasinya, yang jelas di negaranya mayoritas nasrani jadi wajar dia terpengaruh jadi seharusnya saya bicara dari hati kehati dan memotivasinya agar semangat berhijab.  Dari sini saya belajar tentang saya harus berhati-hati dalam mengambil kesimpulan apa yang ada di hidup saya. Memfiter.....

Saya pengen kayak temen saya pondok dulu, terinspirasilah buat kayak dia, dia orangnya apa adanya, rendah hati dan gag neko-neko, gag suka ikut campur masalah orang ya hidupnya kayak air gitu ngalir aja.

Jangan sia-siakan dan dholimi waktu yang telah Allah beri, itu catetan buat saya agar lebih menghargai waktu dan apa yang jadi schedulle saya untuk melakukan habits di aktifitas sehari-hari tadi biar saya memanfaatkan waktu dengan baik. Yah...Belajar konsisten agar menjadi habits๐Ÿ˜€

Kesadaran itu seperti gedung yang mempunyai banyak pintu dan ruang.

Dalam hidup semua orang pernah lalai, pernah salah maka tak heran banyak orang yang belajar dari masa lalu , sadar diri untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi, ada yang tetap di jalan salah, dan setiap orang beda-beda dalam menanggapi sesuatu kadang ada yang respon langsung ada yang tidak , dan kadang orang juga punya kesadaran sesuai alur jalan hidupnya dan itu beda tidak semua orang punya alur hidup yang sama maka tak heran kesadaran dalam setiap orang beda-beda waktunya, ya benar seperti pintu kesadaran yang banyak dalam sebuah bagunan. Setiap pintu punya nama tentang berbagai macam hal tentang macam-macam kesadaran, Kesadaran itu tentang mengerti dan memahami suatu hal.

Hidup itu sudah di atur jadi apapun yang ada di hidup kita itu atas kehendak Allah  tugas kita hanya melakukan yang terbaik dan jadi orang baik.

Dan selalu ingat kalimat ini :
Kalau kita tidak mempermasalahkan omongan orang lain, takkan ada yang bisa menyakiti kita siapapun itu, jadi jadilah orang yang ridha dan pasrah agar hati kita lebih tenang jalani hari , agar bisa berfikir jernih untuk merespon apapun agar tidak menyakiti dan menggangu pikiran kita. Ya benar rubah pola pikir kita agar kita lebih memaknai hari dengan bijaksana dan menyenangkan.


Dalam hidup kalau kita dengerin omongan orang lain dunia kita akan gelap, dan penuh pesimisme dan akan menghantui pikiran kita dan tindakan kita, sedangkan jika kita sebaliknya maka dunia kita akan terang penuh dengan harapan, dan ingat harapan itu bagai cahaya  jadi apapun itu hadapi saja dan tidak usah peduli apapun hal negatif yang lewat menghampirimimu, bahkan terkadang semua itu hanya fikiran kita saja yang berfikir sendiri tentang hal yang sebenarnya tidak terjadi hanya kita saja yang terlalu over think pada hal yang kita pikirkan sendiri, hiduplah di kenyataan yang penuh optimis dan penuh dengan kebahagiaan dan menjadi pribadi yang positif,.

Hadapi semua detik dengan senyuman optimis.

View Post


Hari ini pikiran saya sangat berantakan sekali, sepertinya bener semakin dewasa semakin banyak saja masalah yang ada dan semakin tinggi pula level kesulitannya, jujur saja masalah yang paling menonjol adalah saya terlalu overthink sama omongan orang yang menilai atau menyimpulkan buruk atau tidak sesuai fakta tentang diri saya, saya lelah, penat, pusing dan suntuk hadapi ini rasanya butuh piknik ke jepang apa korea gitu (hahaha... Ngayal) hmm... Taulah mood lagi buruk , emang bener mood cewek itu gampang banget kacau apalagi saya pwarahhh.... Yah.. Hidup ini ... Kalau boleh teriak pengen teriak tapi nanti di kira gila, tiap hari cuma bisa nangis, sedih aja rasanya tapi gag bisa di ungkapkan gimana rasanya, ya Allah aku cengeng banget, hidup emang harus kuat. (Lebay)


Kadang belajar jadi orang pura-pura tuli dan pura kayak tidak terjadi apa-apa, ya kayak muka tembok saja saat hal itu terjadi, kadang saya pengen bantah omongan mereka

Situ kurang kerjaan banget ya urusin hidup orang , situ dah perfect jadi orang, sudah bener-bener kudus ngalahin malaikat tapi saya pikir belum soalnya mengendalikan lisan saja tidak becus pasti hatinya tidak jauh-jauh dari mulutnya apa lebih parah ya, ya bisa jadi, saya tidak tahu anda terlalu imajinatif atau terlalu pintar pelajaran bahasa indonesia sampai pintar banget menyimpulkan hal-hal yang ada di hidup saya tapi sayangnya semua itu penuh dengan bumbu-bumbu negatif dan berdampak negatif di hidup saya, situ kurang makan atau kurang perhatian koq sampai mulut kurang kerjaan dan otak kurang masalah sampai nyimpulin hidup orang"  tapi ya tidak mungkin bahkan mereka tambah ketawa.

Hari ini mata lengket tapi tidak bisa tidur, entahlah saya penat apa galau ya. Susah jelasin soalnya takut terlalu transparan untuk di publikasikan, ya di sini hanya cerita apa yang aku rasa saja tanpa bicara masalahnya.

Oke lanjut .... Tadi abis di pijet mbah jadi agak fresh dikit hehhee... Kebalik ya seharusnya saya yang pijit tapi ini gantian tapi kebanyakan pijetin mbah kok saya mah jarang-jarang bisa di itung la sama jari.

Btw... Ngomong-ngomong soal masalah omongan orang tentang kita, Hoam.... Sepertinya ngantuk melanda.... Ini nih efek kalau dah mood nulis sikon dukung tapi endingnya ngantuk dan kalau sikon gag pas eh malah ide-ide baru muncul tapi posisi lagi males nulis atau gag ndukung sikonya la sekarang ngantuk pasti ide hilang saat sudah tidur ...hmmm....apa tidur bentar ya hmmm.....aku nulis gini bisa ngetik berhari-hari kadang sehari bisa langsung banyak artikel kalau sikon dan mood emang baik, tidur dulu dah ......
___________
Hai saya sudah bangun lanjut nulis lagi, Kali ini saya berfikir tentang lingkungan dan judgement atas penilaian orang.
Ternyata perubahan itu bisa jadi akan sia-sia atau ganjil kalau kita berada di lingkungan yang salah, bahkan bukan hanya perubahan akan tetapi pendidikan sikap atau karakter juga akan berpengaruh itulah sebabnya islam menyuruh mencari lingkungan yang kondusif penuh dengan orang-orang sekitar yang faham agama atau bisa di sebut sholeh sholehah, pengaruh lingkungan , cara bicara dan nada bicara .

Pengaruh lingkungan sangat-sangat berperan lingkungan menempati objek dalam hal ini. Individu yang berbeda respon dalam menanggapi sesuatu kemudian tingkah laku atau attitute yang kadang menyimpang dalam konteks moral tapi karena terbiasa menjadi hal yang umum untuk di lakukan, kadang bagi orang yang mengetahui itu atau paham hal itu sudah terbiasa maka menjadi hal wajar-wajar saja tapi kadang ada orang yang tau hal itu menganggap itu tidak pantas di lakukan.

Kita emang tidak bisa merubah cara orang untuk bersikap baik kepada kita tapi kita bisa memilih untuk bersikap baik atau menghindar dari hal yang sekiranya berdampak negatif pada akhirnya. Jadi terkadang kita harus benar-benar memfilter atas sesuatu yang ada di hidup kita , kita harus sedikit meminimalisir berinteraksi dengan hal-hal negatif.

Bicara tentang berinteraksi, sedikit cerita saja tentang apa yang ada di benak tentang meminimalisir dampak negatif dari berinteraksi, di sini saya kadang heran akan zaman yang semakin menganeh, salah satunya tentang anak gadis ya menurut kalian bagus di rumah aja apa keluyuran ? Jelas logika bilang bagusnya stay di rumah aja, tapi entahlah sekarang orang tua pada bingung kalau anaknya di rumah aja, malah di suruh keluyuran. Padahal nyatanya apalagi wanita ya bagusnya di rumah, saya sering bahas demikian karena hal ini terjadi pada saya dan temen-temen saya yang kadang curhat seperti ini, entahlah harus bagaimana ,apa iya pengaruh lingkungan ataukah efek tayangan TV atau apa, setidaknya ini buat garis besar kalau lingkungan itu berpengaruh besar dalam hal karakter bahkan amal perbuatan. Lingkungan terdiri dari subjek-subjek yang ada. Entahlah , mungkin satu kata itu mewakili betapa galaunya saya memahami itu semua.

Hari -hari ini saya mencoba belajar bagaimana saya seharusnya menyikapi orang-orang lain dengan stigma negatifnya terhadap saya walau masih step by step tapi doakan saja maklum saya sedang melawan apa yang menjadi habits saya, contoh saja saya nge-add orang-orang yang pada kenal saya dulunya, entah kurang komunikasi atau masalah apa, terasa jauh saja sama mereka dan juga ada masalah juga dari satu di antara mereka, mungkin mereka kaget atau mungkin ketawa saat saya follow atau add tapi menurut saya tak ada yang salah, saya hanya mencoba ingin berhati besar dengan meng-add orang -orang yang menyimpulkan sendiri tentang saya walaupun sikap mereka kadang mengganggu pikiran saya tapi sudahlah mungkin saatnya saya lebih dewasa hadapi mereka, memahami itu ya sedikit husnudzon mungkin mereka kurang paham masalahnya atau mungkin mereka salah respon akibatnya mereka salah paham entahlah.

Hari-hari ini saya berfikir banyak tentang berbagai hal, tentang tranformasi baru mungkin karena setiap kali muhasabah yang terfikirkan hanya ingin menjadi orang yang punya karakter biasa aja tapi berkualitas. Selama ini sering memandang orang-orang hebat yang punya karakter biasa aja tapi punya kontribusi yang sangat berbobot untuk jadi pertimbangan kalau di covernya yang biasa tapi punya kualitas yang perlu di acungin jempol. Hmmm ... Entahlah aku bingung intinya saya ingin jadi orang yang punya karakter gag neko-neko, karena emang saya sendiri gag pede sih ngelakuin hal yang sangat mencolok gitu kayak ngelakuin hal aneh dengan niat cari perhatian.Di samping gag pede juga gag bisa buat sensasi apalagi cari perhatian payah ya hahhaha...

Okey la intinya pembahasan saya hanya ingin berkata pada episode hidup saya saat ini dalam memandang tentang kehidupan detik ini. Apakah kalian juga entahlah tanggapannya ? Hahhaa

View Post